Sabtu, 24 Oktober 2026

Hari PBB 24 Oktober: Mengapa Organisasi Ini Dibentuk dan Apa Perannya bagi Indonesia?

Rizky Aisyah - Sabtu, 24 Oktober 2026 11:17 WIB
Hari PBB 24 Oktober: Mengapa Organisasi Ini Dibentuk dan Apa Perannya bagi Indonesia?
Kompas.com
Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperingati setiap 24 Oktober, bertepatan dengan mulai berlakunya Piagam PBB pada 1945. Indonesia bergabung sebagai anggota ke-60 pada 28 September 1950. Hingga kini, kerja sama Indonesia dan PBB mencakup berbagai bidang, mulai dari perdamaian dunia hingga pembangunan berkelanjutan.

Topikseru.com -Setiap 24 Oktober, dunia memperingati Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations Day. Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya kerja sama antarnegara untuk menjaga perdamaian, melindungi hak asasi manusia, dan menghadapi berbagai persoalan global.

Tanggal tersebut dipilih karena pada 24 Oktober 1945, Piagam PBB resmi berlaku. Peristiwa itu menandai berdirinya organisasi internasional yang dibentuk setelah Perang Dunia II untuk mencegah konflik besar serupa terulang kembali.

Mengapa PBB Dibentuk?

Baca Juga:

PBB lahir dari pengalaman pahit Perang Dunia II yang menimbulkan kehancuran dan korban jiwa dalam jumlah besar. Negara-negara di dunia membutuhkan wadah untuk berdialog, menyelesaikan perselisihan, dan bekerja sama menghadapi masalah lintas negara.

Pada 1945, perwakilan dari 50 negara bertemu di San Francisco, Amerika Serikat, untuk menyusun Piagam PBB. Setelah piagam tersebut diratifikasi oleh negara-negara yang dipersyaratkan, PBB resmi berdiri pada 24 Oktober 1945.

Secara umum, PBB memiliki sejumlah tujuan utama, yaitu menjaga perdamaian dan keamanan internasional, membangun hubungan baik antarnegara, mendorong kerja sama untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan sosial, serta menghormati hak asasi manusia.

PBB juga berperan dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak konflik dan bencana. Meski demikian, penyelesaian konflik tetap bergantung pada kerja sama negara-negara anggota dan pelaksanaan keputusan yang disepakati.

Kapan Indonesia Bergabung dengan PBB?

Indonesia resmi menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950, lima tahun setelah memproklamasikan kemerdekaan. Keanggotaan ini menjadi salah satu jalur bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama internasional dan menyuarakan kepentingan nasional dalam forum dunia.

Keterlibatan Indonesia tidak hanya sebatas menghadiri pertemuan internasional. Indonesia juga berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB melalui pengiriman personel militer dan kepolisian ke sejumlah wilayah yang mengalami konflik.

Kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung stabilitas dan membantu masyarakat di negara yang sedang berupaya memulihkan keadaan setelah konflik.

Apa Peran PBB bagi Indonesia?

Kerja sama PBB dengan Indonesia mencakup sejumlah bidang yang berkaitan langsung dengan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pertama, mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui berbagai badan dan programnya, PBB bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung agenda pembangunan, termasuk pengurangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan.

Kedua, mendorong perlindungan hak asasi manusia. PBB menyediakan forum dan mekanisme internasional untuk membahas persoalan hak asasi manusia, mendorong penghormatan terhadap martabat manusia, serta memperkuat kerja sama antarnegara.

Ketiga, mendukung penanganan perubahan iklim dan bencana. Persoalan seperti perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan bencana alam tidak mengenal batas negara. Karena itu, kerja sama internasional dapat membantu Indonesia memperoleh dukungan teknis, pengetahuan, dan koordinasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

Keempat, memperkuat perdamaian dunia. Melalui partisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian, Indonesia ikut berkontribusi dalam upaya menciptakan kondisi yang lebih aman di wilayah yang mengalami konflik.

Mengapa Hari PBB Masih Penting Diperingati?

Di tengah konflik internasional, krisis kemanusiaan, perubahan iklim, dan kesenjangan pembangunan, kerja sama antarnegara masih menjadi kebutuhan penting. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh satu negara secara mandiri.

Hari PBB menjadi momentum untuk mengingat kembali tujuan pembentukan organisasi tersebut sekaligus melihat sejauh mana negara-negara anggotanya menjalankan komitmen bersama.

Bagi Indonesia, peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa keterlibatan dalam forum internasional bukan hanya berkaitan dengan hubungan diplomatik, tetapi juga dengan upaya membangun perdamaian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meski PBB tidak selalu mampu menyelesaikan setiap konflik atau persoalan global, keberadaan organisasi ini tetap menyediakan ruang bagi negara-negara untuk berdialog, menyepakati langkah bersama, dan mencari solusi melalui kerja sama.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
OJK Denda Pelanggar Pasar Modal Rp 2,52 Triliun, Kasus DSSA-BREN-CUAN Jadi Sorotan
KAI Divre I Sumut Angkut 85 Ribu Ton CPO hingga Triwulan III 2026, Perkuat Efisiensi Logistik
Asap Karhutla Indonesia Bikin Malaysia dan Singapura Geram, Benarkah Indonesia Bisa Digugat?
Inalum Bidik Pasar Amerika Latin dan Karibia, Perkuat Hilirisasi Aluminium Indonesia
Bukan Sekadar Sarung dan Peci, Ini Peran Santri dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Pengosongan Aset PT KAI di Jalan Kemuning Medan Berlangsung Ricuh, Penghuni Bawa Obor dan Parang