Topikseru.com - Warga yang tinggal di kawasan pesisir Kota Medan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir rob atau banjir akibat naiknya permukaan air laut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir pesisir yang berlaku mulai 6 hingga 13 November 2026.
Tiga kecamatan yang berpotensi terdampak yakni Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Peringatan tersebut dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan menyusul prediksi kenaikan pasang air laut yang diperkirakan mencapai 2,6 meter.
Baca Juga:
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Auliakhansa, menjelaskan bahwa pasang air laut di atas 2,3 meter diperkirakan terjadi selama periode tersebut.
Puncak pasang diprediksi berlangsung pada pukul 00.00 hingga 03.00 WIB atau tengah malam sampai dini hari.
Ketinggian pasang tersebut dihitung berdasarkan titik surut terendah atau Lowest Astronomical Tide (LAT).
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, termasuk transportasi di sekitar pelabuhan dan kegiatan bongkar muat barang.
Belum Selesai Banjir Hujan, Warga Kembali Terancam Rob
Ancaman banjir rob muncul ketika sejumlah kawasan di Medan masih menghadapi persoalan genangan akibat hujan deras.
Pada Kamis (5/11/2026), hujan yang mengguyur Kota Medan sejak dini hari menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan dan permukiman, termasuk kawasan Medan Marelan.
Di beberapa titik, ketinggian air bahkan hampir mencapai lutut orang dewasa.
Genangan yang terjadi sejak sekitar pukul 04.50 WIB tersebut belum sepenuhnya surut hingga pukul 15.00 WIB.
Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, kondisi ini menambah kekhawatiran karena ancaman genangan tidak hanya berasal dari hujan, tetapi juga kenaikan permukaan air laut.
Banjir berulang juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pengendara harus memperlambat perjalanan karena jalan tergenang, sementara pedagang mengalami keterlambatan membuka usaha.
Fenomena Bulan Baru Ikut Meningkatkan Pasang Air Laut
BMKG menjelaskan bahwa salah satu fenomena yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum pada periode ini adalah fase Bulan Baru yang diperkirakan terjadi pada 9 November 2026.
Dalam kondisi tertentu, fenomena astronomis tersebut dapat memengaruhi pola pasang surut air laut.
Berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi banjir pesisir tidak hanya terjadi di Medan, tetapi juga sejumlah wilayah pesisir lainnya di Indonesia.
Untuk Sumatera Utara, tiga lokasi yang masuk dalam peringatan adalah pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.
Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir perlu memperhatikan informasi pasang surut dan perkembangan cuaca selama periode peringatan berlangsung.
BPBD Minta Warga Siapkan Langkah Antisipasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob dan hujan lebat.
Warga diminta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG dan BPBD, serta memastikan saluran drainase di sekitar rumah tidak tersumbat.
Selain itu, barang berharga dan dokumen penting sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi untuk mengurangi risiko kerusakan apabila air masuk ke rumah.
Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi obat-obatan, makanan, air minum, pakaian, senter, dan dokumen penting.
Warga diminta menghindari aktivitas di sekitar pantai, sungai, maupun lokasi yang rawan banjir ketika kondisi cuaca memburuk.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
BPBD Medan mengingatkan masyarakat agar mengikuti arahan petugas apabila terjadi kondisi darurat.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan kebencanaan dapat menghubungi Call Centre BPBD Kota Medan di nomor 081370800880.
Dengan periode peringatan yang berlangsung hingga 13 November, warga di tiga kecamatan pesisir tersebut diharapkan tidak mengabaikan informasi cuaca dan mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.