Selasa, 29 September 2026

Analis Pasar: Pergerakan Rupiah Spot Dalam Sebulan ke Depan Akan Tetap Volatile

Mhd Rabbani - Jumat, 21 November 2025 06:15 WIB
Analis Pasar: Pergerakan Rupiah Spot Dalam Sebulan ke Depan Akan Tetap Volatile
Rupiah
Topikseru.com - Pada perdagangan Kamis (20/11/2025) rupiah spot kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup melemah 0,17% ke Rp 16.736 per dolar AS. Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,06% ke Rp16.742 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.732 per dolar AS pada Rabu (19/11/2025). Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,07% ke 100,300 per Kamis (20/11/2025) pukul 19.11 WIB. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah ke level Rp 16.700 merupakan batas psikologis yang kini diamati ketat oleh otoritas moneter. “Level Rp 16.700 per dolar AS menjadi perhatian bagi BI, mendekati Rp 17.000. Ada buffer Rp 300 agar tidak menembus Rp 17.000 yang bisa memberikan sentimen semakin membebani,” ujar Lukman Ia memproyeksikan pergerakan rupiah dalam sebulan ke depan akan tetap volatile, seiring rilis data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah. “Data-data tersebut bisa tidak akurat dan direvisi, sehingga pasar kehilangan arah. Saat ini The Fed lebih condong bertahan, sehingga rupiah tidak akan jauh dari level sekarang. Tetapi jika ada pemangkasan suku bunga, rupiah bisa menguat hingga Rp 16.500 per dolar AS,” jelasnya. Sementara itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, memperkirakan rupiah pada perdagangan berikutnya akan bergerak datar dengan kecenderungan melemah terbatas. “Rupiah berpotensi fluktuatif di kisaran Rp16.650–Rp16.800 per dolar AS,” ujarnya. Sutopo menegaskan bahwa rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS menjadi penentu arah rupiah dalam jangka pendek. “Jika NFP lebih kuat dari perkiraan, dolar akan menguat lebih lanjut dan menekan rupiah mendekati Rp16.800. Sebaliknya, jika NFP lemah, rupiah berpeluang kembali menguji Rp 16.700,” katanya. Kondisi risk-off global serta DXY yang berada di level tertinggi enam bulan juga membuat rupiah sulit menguat signifikan. Di sisi domestik, Sutopo menilai keputusan BI menjaga suku bunga serta surplus transaksi berjalan kuartal III-2025 memberikan penyangga penting bagi rupiah. Meski begitu ia mengakui sentimen global tetap mendominasi. “Fundamental domestik mungkin akan kesulitan menahan tekanan penguatan dolar yang sangat kuat di pasar global,” ujarnya.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,83% Selama Sepekan, Inilah Prediksi Pekan Depan