Selasa, 29 September 2026

Analis Pasar: IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed dengan Kecenderungan Melemah

Mhd Rabbani - Kamis, 18 Desember 2025 06:07 WIB
Analis Pasar: IHSG Diproyeksikan Bergerak Mixed dengan Kecenderungan Melemah
IHSG
Topikseru.com - Pada perdagangan Rabu (17/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,11% ke level 8.677,34 di pasar spot. Diketahui, pelemahan ini terjadi seiring sinyal teknikal yang mulai melemah, tercermin dari indikator MACD yang menunjukkan penurunan tren dan RSI yang mulai melandai. Menanggapi hal tersebut, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai tekanan IHSG dipengaruhi oleh sejumlah sentimen domestik dan global. Di antaranya keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan di level 4,75%, pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp16.683 per dolar AS, serta aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp470 miliar di seluruh pasar. Untuk perdagangan Kamis (18/12/2025), Audi memproyeksikan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran support 8.635 dan resistance 8.735. Sentimen pasar masih akan dipengaruhi rilis data inflasi Amerika Serikat periode November 2025 yang diperkirakan tumbuh 3% secara tahunan, serta kekhawatiran berlanjutnya pelemahan rupiah. Pelemahan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen suku bunga, tekanan nilai tukar rupiah, serta aksi jual asing yang cukup signifikan. "Dalam jangka pendek, pasar cenderung berhati-hati menanti rilis data inflasi AS,” ungkap Audi .Dari sisi saham, Kiwoom merekomendasikan trading buy untuk DEWA dengan support Rp500 dan resistance Rp670, serta ADMR dengan support Rp1.350 dan resistance Rp1.590. Sejalan, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, memperkirakan IHSG bergerak di rentang 8.620-8.710 pada Kamis (18/12/2025). Ia menilai sektor konsumer masih menarik untuk dicermati dalam jangka pendek hingga panjang, dengan saham MAPI berpotensi menuju target Rp1.400 dan KLBF ke level Rp1.500. Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebutkan tren konsolidasi IHSG masih terjaga. Secara teknikal, IHSG memiliki level support di 8.658 dan 8.600, dengan resistance di 8.706 dan 8.751. “Konsolidasi masih intact,” ujarnya. Dengan kombinasi tekanan eksternal dan sinyal teknikal yang melemah, pelaku pasar diimbau tetap mencermati pergerakan rupiah, data inflasi AS, serta selektif memilih saham berfundamental dan teknikal yang kuat.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290