Jumat, 25 September 2026

Harga LPG Non-Subsidi Naik di Sumbagut, Bright Gas 12 Kg Tembus Rp 230 Ribu

Muchlis - Minggu, 19 April 2026 18:03 WIB
Harga LPG Non-Subsidi Naik di Sumbagut, Bright Gas 12 Kg Tembus Rp 230 Ribu
harga LPG Sumbagut
Topikseru.com, Medan - Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG non-subsidi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Kebijakan ini mulai berlaku sejak 18 April 2026 dan mencakup produk Bright Gas serta elpiji kemasan besar 50 kg. Penyesuaian harga ini menjadi bagian dari respons terhadap tekanan harga energi global yang masih tinggi, sekaligus mengikuti mekanisme pasar untuk produk non-subsidi. [irp posts="39995" ]

Rincian Harga Terbaru Bright Gas di Sumbagut

Berdasarkan surat pemberitahuan resmi kepada agen LPG Non-PSO, berikut perubahan harga Bright Gas: Bright Gas 5,5 kg: dari Rp 94.000 → Rp 111.000 per tabung Bright Gas 12 kg: dari Rp 194.000 → Rp 230.000 per tabung Kenaikan ini berlaku di wilayah retail Sumbagut yang meliputi:
  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau

Harga LPG 50 Kg Ikut Terkerek

Selain Bright Gas, elpiji kemasan 50 kg juga mengalami kenaikan dengan kisaran harga berbeda di tiap wilayah:
  • Aceh: Rp 1.069.000 – Rp 1.103.000
  • Sumatera Utara: Rp 1.075.000 – Rp 1.082.000
  • Sumatera Barat: Rp 1.066.000 – Rp 1.076.000
  • Riau: Rp 1.065.000 – Rp 1.080.000
  • Kepulauan Riau: Rp 958.000 – Rp 1.091.000 (belum termasuk PPN)
[irp posts="39966" ]

LPG 3 Kg Tetap Stabil, Pemerintah Lindungi Masyarakat Rentan

Di tengah kenaikan harga LPG non-subsidi, pemerintah memastikan harga LPG subsidi 3 kg tetap stabil. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan ini sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. "Negara hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya masyarakat yang tidak mampu," ujar Bahlil. Dia menambahkan bahwa LPG non-subsidi mengikuti harga pasar, sementara LPG 3 kg tetap dikendalikan pemerintah melalui skema subsidi.

Dipicu Gejolak Global dan Harga Energi Dunia

Kementerian ESDM menyebut kenaikan ini dipengaruhi lonjakan harga LPG dunia, yang terdampak gangguan distribusi energi global, khususnya akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memengaruhi rantai pasok dan harga impor LPG, mengingat Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik. [irp posts="34080" ]

Arahan Presiden: Subsidi Harus Tepat Sasaran

Pemerintah juga menegaskan LPG subsidi 3 kg harus digunakan secara tepat sasaran. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli kelompok rentan. Masyarakat mampu diimbau beralih ke LPG non-subsidi sebagai bentuk kontribusi terhadap keberlanjutan subsidi energi nasional. Di tengah kenaikan harga, pemerintah memastikan stok LPG nasional tetap dalam kondisi aman. Diversifikasi sumber impor juga telah dilakukan, termasuk pembukaan pasokan baru dari Rusia. "Posisi stok elpiji kita saat ini berada di atas standar minimum nasional," kata Bahlil.
Sumber
:
Berita Terkait
BMKG Ingatkan Sumut Diguyur Hujan Rabu, Sejumlah Perairan Berpotensi Gelombang 2,5 Meter
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sumut: Hujan Petir dan Gelombang 4 Meter
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumut: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Ini
Pemprov Sumut Genjot Kawasan Unggulan Perikanan Tangkap & Budi Daya Integrasi Hulu-Hilir
BMKG Ungkap Potensi Hujan Meluas di Sumut 17 September, Banjir dan Longsor Mengintai
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter