Selasa, 29 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Kembali Menguat Menuju Kisaran Rp 17.900 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Selasa, 07 Juli 2026 21:58 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Kembali Menguat Menuju Kisaran Rp 17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (7/7/2026) nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot. Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global yang diperkirakan akan menentukan arah rupiah dalam jangka pendek. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg pada Selasa (7/7/2026), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.980 per dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat rupiah menguat 0,08% dibandingkan dengan penutupan pada hari sebelumnya berada di level Rp 17.995 per dolar AS. Sejalan, kurs rupiah Jisdor menguat tipis 0,06% menjadi Rp 17.988 per dolar AS. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, penguatan rupiah pada perdagangan Selasa lebih banyak dipicu oleh technical rebound, setelah sebelumnya mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS. Selain itu, sentimen eksternal juga relatif kondusif karena dolar AS belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Pelaku pasar juga mulai mengantisipasi rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan terbit pekan ini. "Selain itu, ekspektasi bahwa Bank Indonesia (BI) tetap aktif melakukan stabilisasi di pasar valas turut membantu menopang rupiah," ujarnya. Menurutnya, pada perdagangan Rabu (8/7/2026), pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Investor akan mencermati risalah rapat The Fed, perkembangan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury), serta arah pergerakan indeks dolar AS. Dari dalam negeri, pasar juga akan memantau konsistensi langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing. Budi menjelaskan, level Rp 18.000 per dolar AS masih menjadi batas psikologis yang penting bagi pelaku pasar. "Selama belum ada sentimen negatif baru dari global, peluang rupiah bertahan di bawah Rp 18.000 masih cukup terbuka. Namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi," jelasnya. Budi memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.930–Rp 18.020 per dolar AS. Apabila tekanan dari sentimen eksternal meningkat hingga mendorong rupiah menembus level Rp 18.000 per dolar AS, pelemahan berpotensi berlanjut. Sebaliknya, jika sentimen global membaik dan intervensi BI tetap efektif, rupiah berpeluang kembali menguat menuju kisaran Rp 17.900 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS