Selasa, 29 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bakal Loyo Dipicu Gubernur BI Mundur

Mhd Rabbani - Selasa, 28 Juli 2026 01:55 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bakal Loyo Dipicu Gubernur BI Mundur
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (28/7/2026) pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih dibayangi tren pelemahan akibat kombinasi sentimen domestik dan ketidakpastian geopolitik global. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (27/7/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp 18.009 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejalan dengan pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga berada di level Rp 17.995 per dolar AS, terkoreksi dari posisi Jumat (24/7/2026) yang sebesar Rp 17.973 per dolar AS. Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi mencatat rupiah pada perdagangan sore ini ditutup melemah 46 poin ke level Rp 18.009 per dolar AS setelah sempat terdepresiasi hingga 50 poin. Menurut Ibrahim, pasar merespons negatif mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang surat pengunduran dirinya telah diterima oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran diri ini terjadi di tengah gonjang-ganjing rupiah akibat tekanan geopolitik antara AS dan Iran serta isu intervensi terhadap independensi BI. Di sisi eksternal, indeks dolar AS cenderung melemah seiring dengan langkah Washington untuk menghentikan sementara serangan ke Iran untuk memberi ruang bagi diplomasi. Investor juga mendapat sentimen positif dari upaya Tiongkok menghidupkan kembali dialog perdamaian, meskipun para pelaku pasar tetap mewaspadai gangguan pengiriman komoditas di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb. Selain itu, ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish masih menahan potensi penguatan mata uang kawasan, di mana instrumen CME FedWatch menunjukkan peluang 78% kenaikan suku bunga AS pada September mendatang. Ibrahim turut menyoroti indikator rasio utang Indonesia yang berada di kisaran 40% terhadap PDB. Ia menilai kesehatan fiskal tidak cukup diukur dari persentase utang belaka, melainkan dari kemampuan riil pemerintah membayar pokok beserta bunga utang terhadap pendapatan negara. Untuk perdagangan Selasa (28/7/2026), Ibrahim memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan cenderung fluktuatif namun berisiko ditutup melemah dalam rentang Rp 18.010 – Rp 18.060 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS