Rabu, 23 September 2026

Kepala Ekonom BCA: Inflasi Agustus Diprediksi 3,31% Dipicu Harga Pangan dan Emas Naik

Mhd Rabbani - Minggu, 30 Agustus 2026 13:48 WIB
Kepala Ekonom BCA: Inflasi Agustus Diprediksi 3,31% Dipicu Harga Pangan dan Emas Naik
Inflasi
Topikseru.com, Jakarta - Menurut analis pasar di mana inflasi pada Agustus 2026 diperkirakan kembali meningkat seiring kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan komoditas emas. Tekanan inflasi juga berpotensi berlanjut apabila harga minyak tetap tinggi dan kondisi cuaca terganggu akibat fenomena El Nino. Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memperkirakan, inflasi Agustus 2026 mencapai 3,31% secara tahunan (year on year/YoY) dan 0,33% secara bulanan (month to month/MTM). Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi pada Juli 2026 yang tercatat sebesar 2,88% YoY dan 0,14% MTM. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan mencapai 2,98% YoY atau 0,27% MTM. Angka tersebut juga meningkat dibandingkan inflasi inti Juli 2026 yang sebesar 2,76% YoY dan 0,14% MTM. David mengatakan, kenaikan inflasi Agustus terutama didorong oleh peningkatan harga sejumlah bahan pokok. Komoditas pangan, khususnya daging ayam dan cabai, menjadi salah satu sumber tekanan harga pada bulan ini. "Inflasi didorong oleh kenaikan harga bahan pokok, terutama daging ayam dan cabai," ujar David. Selain komponen pangan, tekanan inflasi juga berasal dari kelompok inflasi inti. David melihat kenaikan harga terjadi pada sejumlah kelompok barang, termasuk komoditas emas yang kembali menjadi salah satu faktor pendorong. Menurut dia, perkembangan harga emas turut memberikan kontribusi terhadap inflasi inti seiring tingginya harga komoditas tersebut. Ke depan, David menilai, risiko inflasi masih perlu diwaspadai. Salah satu sumber tekanan berasal dari tingginya harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan transportasi di berbagai sektor. Selain harga energi, kondisi cuaca juga menjadi risiko bagi perkembangan inflasi. Kekeringan akibat fenomena El Nino berpotensi mengganggu produksi sejumlah komoditas pangan. Jika gangguan produksi tersebut berlanjut, pasokan pangan dapat menurun dan mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen. Kondisi ini berpotensi menjaga tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
IHSG akan Kembali Sideways di Range 6.580-6.600, Inilah Rekomendasi Saham di Perdagangan Rabu (9/9/2026)
Rupiah Menguat ke Rp 17.810, Cadangan Devisa dan Pelemahan Dolar Jadi Penopang
Sumut Masuk 10 Besar Provinsi dengan Inflasi Tertinggi pada Juni 2026, Lampaui Rata-rata Nasional
IHSG Berpeluang Sideways di Level 5.950-6.125, Inflasi AS Melandai hingga Aturan Baru BEI Jadi Sorotan
Bulog Sumut Tambah Pasokan Beras SPHP Jadi 400 Ton per Hari, Antisipasi Kenaikan Harga Pangan
Harga Emas Spot Naik 0,8% Bertengger di Level US$ 4.338,86 per Ons Troi