Rabu, 23 September 2026

Analis Pasar: Harga CPO Diproyekasi Bisa Mencapai Sekitar RM 5.200 per Ton

Mhd Rabbani - Sabtu, 05 September 2026 13:03 WIB
Analis Pasar: Harga CPO Diproyekasi Bisa Mencapai Sekitar RM 5.200 per Ton
CPO
Topikseru.com, Jakarta - Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpeluang melanjutkan penguatan hingga akhir 2026 seiring meningkatnya penyerapan minyak sawit untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri. Kondisi tersebut terjadi setelah pemerintah mencanangkan mandatori biodiesel B50 yang membuat sebagian produksi CPO dialokasikan untuk kebutuhan biodiesel. Di sisi lain, permintaan dari sejumlah negara konsumen utama tetap berpotensi menopang harga CPO. Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (4/9/2026) pukul 21.45 WIB, harga CPO berada di level RM 4.897 per ton, turun 0,14% secara harian. Namun, dalam sepekan harga CPO telah menguat 5,81%, sedangkan secara bulanan naik 4,15%. Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen terhadap CPO masih cenderung positif, terutama didorong ekspektasi meningkatnya penyerapan domestik untuk kebutuhan biodiesel. Prospek permintaan ekspor yang tetap terjaga juga menjadi faktor yang dapat menopang harga CPO di tengah keterbatasan pasokan untuk pasar global. Menanggapi hal tersebut, Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, kebijakan B50 berpotensi memperketat ketersediaan CPO untuk pasar ekspor. Pasalnya, semakin besar pemanfaatan CPO untuk biodiesel, semakin kecil volume yang dapat dialokasikan untuk ekspor. "Produksi CPO di Indonesia itu 50% digunakan untuk B50, sehingga produksi yang digunakan untuk ekspor berkurang. Ini yang membuat harga CPO naik," ujar Ibrahim. Di tengah meningkatnya penyerapan domestik, permintaan dari pasar utama juga dinilai masih mampu menopang harga CPO. "Permintaan untuk minyak goreng di negara-negara tradisional seperti Tiongkok, India, kemudian Jepang, kemudian Korea Selatan, ini walaupun dalam kondisi apapun mereka tetap akan impor," katanya. Kondisi tersebut, ditambah meningkatnya penyerapan CPO untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri, membuat prospek harga CPO hingga akhir tahun masih positif. Keterbatasan pasokan untuk pasar ekspor di tengah permintaan yang tetap terjaga menjadi sentimen yang berpotensi menopang harga. Hingga akhir tahun 2026, Ibrahim memproyeksikan harga CPO dapat mencapai sekitar RM 5.200 per ton.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Harga CPO 4.860 Ringgit dan Diproyeksi Bertahan di Atas Rp 4.600 per Ton pada September
Bahlil Pastikan B50 Berlaku 1 Juli 2026, RI Berpeluang Stop Impor Solar dan Hemat Devisa Rp 157 Triliun
Rekam Jejak Positif dan Negatif Musim Mas si Korporasi Kelapa Sawit Terintegrasi Global
Harga Sawit RI Turun Saat Dolar Meroket, Menteri Pertanian Bingung
Purbaya Yudhi Sadewa Bongkar Dugaan Manipulasi Ekspor CPO, Selisih Nilai Dokumen Capai 200 Persen
Mentan Ancam Cabut Izin Produsen Minyakita yang Nakal, Harga Tak Boleh Lewati HET