Topikseru.com - Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT PELNI meresmikan rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) lintas sektor di Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah.
Langkah kolaboratif ini menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Mandiri Taspen, serta PT Pegadaian guna mengakselerasi potensi ekonomi lokal, meningkatkan taraf pendidikan, serta menjamin daya dukung lingkungan kawasan pesisir.
Peresmian yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) tersebut menjadi akselerator implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Kementerian BUMN di wilayah kepulauan terdepan.
Dongkrak Komoditas Historis dan Pemberdayaan Ekonomi
Dalam intervensi ekonomi dan lingkungan, konsorsium BUMN mendistribusikan 500 bibit pala unggulan kepada 30 petani lokal. Langkah ini dinilai strategis mengingat pala merupakan komoditas ekspor bernilai tinggi sekaligus identitas sejarah Banda Neira.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Triswahyu Herlina, menegaskan bahwa bantuan ini dirancang dengan pendekatan outcome-based agar tidak sekadar menjadi aksi karitatif seremonial.
"Bagi PELNI, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan bersama dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Banda Neira, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, lingkungan maupun sosial," ujar wanita yang akrab disapa Ina tersebut.
Intervensi Pendidikan, Kesehatan, dan Ekosistem Pesisir

Selain fokus pada sektor perkebunan, program TJSL BUMN Banda Neira ini menyasar pilar pembangunan SDM dan lingkungan hidup secara komprehensif:
Sektor Pendidikan: Pembangunan satu unit ruang belajar guna mendukung akses pendidikan anak-anak pesisir (merujuk pada SDGs nomor 15 terkait Ekosistem Daratan).
Sektor Lingkungan: Penyediaan sarana pengolahan sampah terpadu guna menjaga ekosistem pesisir dan maritim (sesuai SDGs nomor 12 dan 14).
Sektor Kesehatan: Layanan pemeriksaan mata gratis bagi 100 warga lanjut usia untuk meningkatkan kualitas hidup lansia (sesuai SDGs nomor 3).
Sebagai entitas pelayaran nasional, PELNI memandang kelestarian ekosistem laut Banda Neira sebagai aset vital yang berdampak langsung pada rantai pasok ekonomi maritim Indonesia.
Ina menambahkan bahwa seluruh pilar TJSL yang diusung BUMN kini telah diselaraskan dengan tata kelola hukum dan pilar pembangunan berkelanjutan PBB. Sinergi ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) pemberdayaan masyarakat pesisir di kawasan Indonesia Timur.
Berita Terkait