Selasa, 27 Oktober 2026
Kripto

Bitcoin Tertekan Jelang Rapat The Fed, Harga BTC Bertahan di US$80.000

Muchlis - Senin, 26 Oktober 2026 22:02 WIB
Bitcoin Tertekan Jelang Rapat The Fed, Harga BTC Bertahan di US$80.000
Ilustrasi - Pasar kripto menghadapi tekanan menjelang rapat The Fed, dengan Bitcoin bertahan di sekitar US$80.000.

Topikseru.com - Pasar kripto memasuki pekan terakhir Oktober 2026 dengan tekanan jual yang belum mereda. Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$80.000, sementara Ethereum (ETH) dan XRP juga menghadapi hambatan untuk memulihkan harga. Investor kini mencermati keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang berpotensi memengaruhi arah aset berisiko.

Koreksi harga terjadi ketika pelaku pasar menimbang ketidakpastian ekonomi global dan risiko geopolitik. Dalam situasi tersebut, pergerakan kripto tidak hanya ditentukan oleh permintaan terhadap aset digital, tetapi juga oleh ekspektasi kebijakan moneter dan arah likuiditas pasar.

Data pasar pada Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$80.000. Ethereum berada di kisaran US$2.300, sedangkan XRP bergerak mendekati US$1,30. Angka tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan pasar dan perbedaan waktu pembaruan antarbursa.

Baca Juga:

Keputusan The Fed Jadi Penentu Arah Pasar Kripto

Perhatian investor tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026. The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari kedua pertemuan, disusul konferensi pers ketua bank sentral.

Suku bunga acuan Amerika Serikat saat ini berada pada kisaran 3,75 - 4,00 persen. Pada pertemuan September, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Keputusan berikutnya menjadi penting karena suku bunga memengaruhi biaya pendanaan, daya tarik instrumen berpendapatan tetap, dan selera investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Suku bunga tinggi cenderung membuat sebagian investor lebih berhati-hati terhadap aset yang memiliki volatilitas besar. Sebaliknya, sinyal pelonggaran moneter dapat memperbaiki sentimen apabila investor menilai kondisi likuiditas berpotensi membaik.

Namun, arah pasar tidak hanya bergantung pada keputusan suku bunga. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dan penjelasan mengenai prospek inflasi juga akan menjadi perhatian, terutama untuk melihat apakah bank sentral masih membuka peluang pengetatan kebijakan.

Prospek kebijakan pada Desember pun belum dapat dianggap pasti. Jajak pendapat Reuters terhadap ekonom pada 20 Oktober justru menunjukkan hampir seluruh responden memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober, kemudian menaikkannya lagi pada Desember. Perbedaan ekspektasi tersebut menegaskan bahwa arah kebijakan masih menjadi sumber ketidakpastian pasar.

Sentimen Investor Melemah, Bitcoin Masih Bertahan di Area US$80.000

Pelemahan harga Bitcoin memperlihatkan bahwa level US$80.000 menjadi area psikologis penting bagi pelaku pasar. Bertahan di sekitar level tersebut dapat memberi ruang bagi konsolidasi, tetapi belum cukup untuk memastikan tren kenaikan kembali terbentuk.

Dalam analisis teknikal yang menjadi acuan materi ini, Bitcoin tercatat di US$80.061. Harga masih berada di atas garis SuperTrend pada US$79.664 serta Exponential Moving Average (EMA) 100 hari dan 200 hari, masing-masing di US$77.681 dan US$76.322.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah indikator tren jangka menengah hingga panjang masih menyediakan area penyangga bagi harga.

Meski demikian, Bitcoin menghadapi hambatan di EMA 50 hari pada US$80.797. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang melemah ke level 41 dan histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang negatif juga mengindikasikan bahwa momentum kenaikan sedang kehilangan tenaga.

Artinya, Bitcoin masih memiliki peluang bertahan selama area penyangga teknikal tidak ditembus secara meyakinkan. Namun, tekanan jual yang berlanjut dapat membuat pemulihan harga lebih sulit, khususnya jika hasil rapat The Fed tidak sesuai harapan investor.

Level yang perlu diperhatikan:

  • US$80.797: area resistensi terdekat berdasarkan EMA 50 hari dalam data teknikal yang diberikan.
  • US$79.664: area penyangga berdasarkan indikator SuperTrend.
  • US$77.681 dan US$76.322: area teknikal berikutnya berdasarkan EMA 100 hari dan 200 hari.
Level tersebut merupakan acuan analisis teknikal dari data yang disediakan, bukan jaminan bahwa harga akan berbalik atau bergerak menuju angka tertentu.

Ethereum Tertekan, Penjual Berusaha Mempertahankan Momentum

Ethereum turut mengalami tekanan ketika harga bergerak di sekitar US$2.325. Kondisi ini menunjukkan bahwa aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut belum memiliki momentum pemulihan yang kuat.

Pelaku pasar perlu memperhatikan apakah Ethereum mampu bertahan di area harga saat ini atau justru mengalami tekanan lanjutan. Jika minat beli belum kembali, upaya kenaikan berpotensi menghadapi hambatan.

Di sisi lain, perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat dapat memengaruhi pergerakan Ethereum, sebagaimana terjadi pada aset berisiko lainnya.

Karena itu, perkembangan harga perlu dibaca bersama dengan sentimen pasar secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan satu indikator teknikal.

XRP Berkonsolidasi di Sekitar US$1,30

XRP juga belum menunjukkan pemulihan yang meyakinkan. Pasokan jual di sekitar US$1,30 disebut menjadi hambatan bagi token tersebut untuk bergerak lebih tinggi.

Kondisi konsolidasi menunjukkan bahwa pasar masih mencari keseimbangan antara tekanan jual dan minat beli. Apabila permintaan belum cukup kuat untuk menyerap pasokan di area resistensi, kenaikan XRP berpotensi kembali tertahan.

Sebaliknya, penguatan permintaan dapat membuka peluang pemulihan. Namun, konfirmasi tetap membutuhkan pergerakan harga yang didukung volume transaksi dan indikator teknikal yang relevan.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Kripto?

Dalam jangka pendek, ada tiga faktor utama yang berpotensi memengaruhi pasar kripto.

Pertama, keputusan suku bunga The Fed. Keputusan yang sesuai dengan ekspektasi belum tentu memicu kenaikan harga karena investor juga akan mencermati petunjuk kebijakan berikutnya.

Kedua, pernyataan Ketua The Fed mengenai inflasi dan prospek ekonomi. Nada kebijakan yang lebih ketat dari perkiraan dapat menekan minat terhadap aset berisiko, sedangkan sinyal yang lebih longgar berpotensi memperbaiki sentimen.

Ketiga, respons teknikal Bitcoin pada area US$80.000. Kemampuan BTC mempertahankan penyangga harga dan menembus resistensi terdekat akan menjadi salah satu petunjuk bagi arah pergerakan jangka pendek pasar kripto.

Meski demikian, tidak ada indikator yang dapat memastikan arah harga secara mutlak. Investor perlu mempertimbangkan volatilitas, likuiditas, serta risiko perubahan sentimen yang dapat berlangsung cepat.

Dengan rapat The Fed sebagai katalis utama pekan ini, pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan XRP masih berpotensi berfluktuasi. Pelaku pasar sebaiknya menunggu kejelasan arah kebijakan dan mengelola risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Editor
: Muchlis
Sumber
: fxstreet-id.com
Berita Terkait
IHSG Dibuka Melemah ke 5.914, Konflik Timur Tengah dan Inflasi Global Jadi Beban
Israel Larang Pesawat Ethiopian Mendarat di Negaranya karena Pilotnya Warga Indonesia
Harga Emas Dunia Tertekan, Tembus Level Terendah 2 Bulan karena Dolar dan The Fed
IHSG Dibuka Naik ke 6.139, Ada Suntikan Stimulus Rp 31 Triliun
IHSG Dibuka Naik 0,30%, Pasar Mulai Kurangi Ekspektasi The Fed
Akun Kripto RI Tembus 22,93 Juta, Industri Mulai Bidik Ekonomi Blockchain