Topikseru.com - Barcelona sempat dibuat mengejar ketika Sevilla mencetak gol lebih dulu. Namun, situasi itu justru menjadi awal dari malam spektakuler Raphinha.
Kapten Barcelona tersebut mencetak hattrick untuk membawa Blaugrana membalikkan keadaan dan menang 3-1 atas Sevilla pada pekan ketujuh LaLiga 2026/2027 di Stadion Ramón Sánchez-Pizjuán, Sabtu (19/9/2026).
Youssouf Fofana membawa Sevilla unggul lebih dulu pada menit ke-18. Barcelona kemudian merespons melalui Raphinha pada menit ke-22 sebelum sang penyerang Brasil kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52 dan 69.
Hattrick tersebut sekaligus menjaga start sempurna Barcelona di Liga Spanyol. Dari tujuh pertandingan, Barcelona mengoleksi 21 poin hasil tujuh kemenangan beruntun dan untuk sementara unggul enam poin atas Real Madrid yang baru memainkan enam pertandingan.
Namun, yang paling mencuri perhatian di Sevilla bukan hanya kemenangan Barcelona.
Itu adalah bagaimana Raphinha kembali menunjukkan bahwa dirinya sedang berada dalam periode luar biasa.
Sevilla Lebih Dulu Memukul
Barcelona datang ke Ramón Sánchez-Pizjuán dengan modal sempurna. Sebelum menghadapi Sevilla, tim asuhan Hansi Flick sudah memenangi enam pertandingan LaLiga.
Tekanan tersebut tidak membuat Barcelona bermain pasif.
Lamine Yamal bahkan hampir membuka keunggulan ketika sepakannya membentur tiang pada awal pertandingan. Barcelona terus mencoba mengendalikan permainan, tetapi Sevilla mampu memanfaatkan celah yang muncul.
Pada menit ke-18, Felix Correia mengirim umpan dari sisi kiri ke area berbahaya.
Youssouf Fofana menyambutnya dengan sundulan yang mengarah ke tiang dekat. Dominik Livakovic yang dipercaya mengawal gawang Barcelona tidak mampu menghentikan bola.
Sevilla 1-0 Barcelona.
Untuk sementara, tuan rumah berhasil membuat Barcelona berada dalam posisi mengejar.
Tetapi keunggulan itu hanya bertahan empat menit.
Raphinha Langsung Membalas
Barcelona tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons.
Pada menit ke-22, Raphinha menerima bola setelah kombinasi serangan Barcelona.
Penyerang Brasil itu melakukan gerakan tipuan sebelum melepaskan penyelesaian menggunakan kaki kanan.
Bola melewati penjagaan Odysseas Vlachodimos. Sevilla 1-1 Barcelona.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Barcelona kembali mendapatkan kepercayaan diri, sementara Sevilla harus menghadapi tekanan yang semakin besar.
Meski begitu, skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Sevilla masih mampu memberikan perlawanan dan bahkan hampir kembali unggul sebelum jeda.
Rodri menjadi salah satu pemain yang melakukan intervensi penting untuk mencegah peluang tuan rumah berubah menjadi gol.
Babak Kedua Berubah Menjadi Panggung Raphinha
Jika babak pertama menjadi duel antara Barcelona dan Sevilla, babak kedua berubah menjadi pertunjukan Raphinha.
Tujuh menit setelah jeda, Barcelona berbalik unggul.
Lamine Yamal melakukan aksi di area penalti sebelum memberikan servis yang disambut Raphinha dengan sundulan.
Sevilla 1-2 Barcelona.
Satu gol sudah cukup untuk membuat Barcelona kembali berada di depan.
Namun, Raphinha belum selesai. Pada menit ke-64, sang kapten Barcelona nyaris menyelesaikan hattrick melalui situasi sepak pojok.
Sepakannya langsung mengarah ke gawang, tetapi bola hanya melewati tiang.
Lima menit berselang, kesempatan berikutnya tidak disia-siakan.
Lamine Yamal kembali menjadi penyedia assist. Raphinha berlari ke ruang di belakang pertahanan Sevilla dan kemudian menuntaskan peluang menggunakan kaki kirinya.
Sevilla 1-3 Barcelona.
Hattrick lengkap.
Yang membuat torehan tersebut semakin istimewa adalah tiga gol Raphinha tercipta melalui tiga cara berbeda: kaki kanan, sundulan, dan kaki kiri. Itu merupakan perfect hat-trick yang menjadi salah satu sorotan utama kemenangan Barcelona.
Dua Hattrick dalam Dua Pertandingan
Raphinha ternyata belum selesai menulis cerita setelah mencetak tiga gol melawan Racing Santander pada pertandingan sebelumnya.
Saat Barcelona menghancurkan Racing dengan skor 7-2, Raphinha juga mencetak hattrick. Artinya, pemain Brasil tersebut sekarang membukukan dua hattrick secara beruntun.
Lebih jauh lagi, Raphinha kini telah mengoleksi 12 gol dalam tujuh pertandingan LaLiga 2026/2027. Catatan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling produktif di awal kompetisi.
Data yang dikutip dalam laporan pertandingan menunjukkan hanya Cristiano Ronaldo yang mencetak lebih banyak gol dalam tujuh laga pertama LaLiga pada abad ke-21, yakni 13 gol bersama Real Madrid pada musim 2014/2015.
Raphinha juga telah melewati catatan Lionel Messi yang mencetak 11 gol dalam tujuh pertandingan pada musim 2017/2018.
Barcelona Belum Terhentikan
Kemenangan atas Sevilla membuat Barcelona menyapu bersih tujuh pertandingan pertama LaLiga musim ini.
7 pertandingan, 7 kemenangan, 21 poin.
Barcelona juga mempertahankan posisi di puncak klasemen Liga Spanyol. Real Madrid berada enam poin di belakang, tetapi masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Menariknya, kemenangan di Sevilla tidak datang dengan cara mudah.
Barcelona sempat tertinggal, menghadapi tekanan tuan rumah, dan harus bekerja keras membongkar pertahanan Sevilla. Namun, respons setelah kebobolan menjadi pembeda.
Hansi Flick mendapatkan respons yang diinginkannya dari tim: tetap tenang setelah tertinggal dan menemukan cara untuk kembali menguasai pertandingan.
Di sisi lain, kombinasi Raphinha dan Lamine Yamal kembali menjadi sumber masalah bagi lawan.
Yamal terlibat langsung dalam dua gol Raphinha di babak kedua, sementara sang kapten menyelesaikan peluang dengan ketajaman yang nyaris tanpa cela.
Barcelona akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-1.
Dan setelah tujuh pekan, satu hal semakin jelas: puncak klasemen Liga Spanyol masih menjadi milik Barcelona, sementara Raphinha sedang berlari kencang mengejar rekor-rekor gol.
Berita Terkait