Topikseru.com - Anthony Sinisuka Ginting mengawali langkahnya di Indonesia Masters dengan kemenangan dua gim langsung. Namun, keberhasilan menembus babak 16 besar belum sepenuhnya membuat tunggal putra Indonesia itu puas dengan penampilannya.
Unggulan keenam tersebut mengalahkan wakil Chinese Taipei, Zheng Ying Wu, dengan skor identik 21-17, 21-17 pada babak 32 besar di GOR Djarum Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026).
Hasil ini membawa Ginting ke babak berikutnya. Meski berhasil menyudahi pertandingan tanpa harus memainkan gim ketiga, ia menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu dibenahi.
Baca Juga:
Ginting mengakui pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir gim kedua. Ia bersyukur bisa menyelesaikan laga dengan baik tanpa mengalami cedera.
"Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera dan bermain baik. Hari ini memang laga cukup ketat dari awal sampai akhir gim kedua," kata Ginting seusai pertandingan.
Situasi tersebut menuntut Ginting untuk lebih cermat membaca jalannya pertandingan. Selain mencari ritme yang tepat, ia juga harus menyesuaikan pola permainan dengan kondisi lapangan, terutama perbedaan arah angin saat berpindah sisi.
Ginting berupaya menjalankan instruksi pelatih agar dapat mengatasi kendala tersebut dan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Kemampuannya keluar dari tekanan menjadi salah satu faktor penting dalam mengamankan kemenangan. Namun, bagi Ginting, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam pertandingan kali ini.
Dia masih merasa permainannya belum sepenuhnya kembali ke level yang diharapkan. Karena itu, proses membangun konsistensi menjadi pekerjaan yang harus terus dijalani sepanjang turnamen.
Menurut dia, performanya belum kembali sepenuhnya seperti yang diinginkan. Meski begitu, ia melihat ada perkembangan yang perlu dijaga secara bertahap.
"Saya masih terus mencari performa saya. Tadi di gim pertama dan kedua bisa dibilang balik seratus persen juga belum, cuma memang pelan-pelan. Memang butuh waktu juga buat mencari performa yang seperti dulu lagi," ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Ginting tidak ingin hanya mengejar hasil pertandingan. Ia juga perlu memastikan kualitas permainan, kebugaran, dan konsistensinya terus meningkat ketika persaingan memasuki babak yang lebih berat.
Dengan turnamen yang masih berjalan, setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi Ginting untuk mengevaluasi kekurangan sekaligus membangun kepercayaan diri.
Kehadiran penonton yang memenuhi arena memberikan suasana positif bagi para pemain. Ia juga menyoroti akses tiket gratis yang memungkinkan masyarakat datang langsung untuk menyaksikan pertandingan.
"Euforia di Kudus bagus banget. Hari ini (21/10) yang nonton banyak dan tiketnya gratis juga. Pastinya antusias dari warga Kudus besar sekali, apalagi ini merupakan salah satu basecamp klub terbesar di Indonesia, yaitu Djarum Kudus," kata Ginting.
Kudus pun memiliki ikatan emosional tersendiri bagi pebulu tangkis berusia 29 tahun tersebut. Ia mengingat pernah datang ke kota itu sekitar 2010 atau 2011 untuk mengikuti tes di PB Djarum.
Jika pada kunjungan sebelumnya ia datang bersama orang tua, kali ini Ginting kembali ke Kudus bersama istri dan anaknya.
Kenangan tersebut menjadi sisi personal di tengah perjuangannya menghadapi persaingan Indonesia Masters. Di arena yang dipenuhi pendukung bulu tangkis, Ginting kini membawa pengalaman lebih panjang sekaligus tantangan baru untuk menjaga performanya.
Meski demikian, Ginting tidak menganggap pengalaman berlatih bersama sebagai jaminan pertandingan akan berjalan mudah. Menurutnya, atmosfer dan tekanan dalam pertandingan resmi berbeda dibandingkan latihan sehari-hari.
Karena itu, ia memilih memusatkan perhatian pada persiapan pribadi. Evaluasi setelah laga melawan Zheng Ying Wu, pemulihan kondisi fisik, serta penerapan strategi akan menjadi bagian penting sebelum menghadapi Richie.
"Yang terpenting kalau saya pribadi mau mempersiapkan diri sendiri dengan maksimal. Setelah pertandingan ini harus evaluasi lagi, mempersiapkan diri untuk melawan Richie dan melakukan pemulihan dengan maksimal," ujarnya.
Bagi Ginting, kemenangan di babak 32 besar menjadi modal awal, tetapi ujian sesungguhnya masih berlanjut. Ia berharap dapat menjaga penampilan dan meningkatkan kualitas permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya hingga mencapai partai final Indonesia Masters.