Rabu, 23 September 2026

Cara Melihat Gerhana Matahari Total 2026 Secara Daring di Indonesia

Mhd Rabbani - Selasa, 11 Agustus 2026 08:53 WIB
Cara Melihat Gerhana Matahari Total 2026 Secara Daring di Indonesia
Gerhana Matahari Total 2026
Topikseru.com, Jakarta - Besok, akan terjardi Gerhana Matahari Total terjadi pada 12 Agustus 2026. Fenomena ini tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia karena jalur lintasan berada di belahan bumi utara dan terjadi pada malam hari waktu Indonesia. Wilayah yang bisa melihatnya secara langsung meliputi Spanyol, Islandia, Greenland, dan Rusia utara Cara Melihat Gerhana Matahari Total 2026 di mana fenomena alam gerhana matahari total akan menghiasi langit sejumlah negara di Eropa pada tanggal 12 Agustus mendatang. Wilayah yang dapat mengamati peristiwa menakjubkan ini secara langsung meliputi Greenland, Islandia, Spanyol utara, serta Portugal timur laut. Sebagian wilayah di Belahan Bumi Utara juga akan merasakan gerhana matahari sebagian pada hari pelaksanaan yang sama. Meskipun demikian, wilayah Indonesia tidak termasuk dalam jalur yang bisa menyaksikan peristiwa langka tersebut secara langsung. Masyarakat di tanah air tetap dapat mengikuti jalannya peristiwa ini lewat siaran langsung dari lembaga antariksa internasional. Badan Penerbangan dan Antariksa AS atau NASA berencana menyiarkan fenomena itu secara daring pada laman resmi mereka. Badan Antariksa Eropa atau ESA turut menyediakan siaran langsung yang bisa diakses melalui situs web resmi serta kanal YouTube. Agenda siaran daring tersebut akan mulai mengudara pada hari Kamis pukul 00.15 WIB dengan menghadirkan sejumlah ilmuwan antariksa. Sorotan utama siaran ini berpusat pada fase totalitas ketika Bulan menenggelamkan wilayah Javalambre ke dalam kegelapan total. Bagi negara Spanyol, peristiwa ini tercatat sebagai gerhana matahari total pertama yang terlihat jelas dari daratan mereka sejak tahun 1905 silam. Fenomena tersebut sekaligus menandai awal dari rangkaian tiga gerhana matahari yang bakal disaksikan negara tersebut sampai tahun 2028 mendatang. Carole Mundell selaku Direktur Sains Badan Antariksa Eropa mengungkapkan bahwa momen langka ini mampu menghubungkan manusia dengan alam semesta. Sementara itu, agenda penayangan daring oleh NASA dijadwalkan mulai mengudara pukul 13.15 EDT pada 12 Agustus atau bertepatan dengan 13 Agustus pukul 00.15 WIB di laman resmi mereka. ESA turut memfasilitasi siaran langsung melalui kanal YouTube dan situs web mulai hari Kamis pukul 00.15 WIB. Puncak penayangan akan menyoroti periode selama 1 menit 21 detik ketika fase totalitas berlangsung di Observatorio Astrofísico de Javalambre, Teruel, Spanyol. Siaran tersebut dipandu oleh komunikator sains Maggie Aderin bersama jajaran ilmuwan antariksa dengan menyajikan rekaman teleskop serta drone.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Herdman Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Timnas Indonesia Diminta Fokus Satu Laga
ESI Sumut Gelar Kejurprov Esports 2026
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Jadwal Lengkap Bioskop Trans TV September 2026: Creed III akan Tayang Perdana di Layar Kaca Indonesia