Kamis, 24 September 2026

Pakistan Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah dengan Turkiye dan Arab Saudi Bersifat Defensif

Muchlis - Senin, 10 Agustus 2026 07:10 WIB
Pakistan Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah dengan Turkiye dan Arab Saudi Bersifat Defensif
Pakta Pertahanan Mekkah
Topikseru.com - Pakistan menegaskan perjanjian pertahanan trilateral yang baru ditandatangani bersama Turkiye dan Arab Saudi tidak ditujukan untuk menghadapi negara tertentu. Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan pakta yang dikenal sebagai Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah tersebut sepenuhnya berorientasi pada pertahanan dan bertujuan memperkuat keamanan serta stabilitas kawasan. Pernyataan itu disampaikan Dar melalui unggahan di platform X pada Minggu (9/8/2026), dua hari setelah perjanjian ditandatangani di Kota Mekkah, Arab Saudi. Menurut Dar, kerja sama tersebut dibangun untuk memperkuat koordinasi ketiga negara dalam menghadapi tantangan keamanan sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dan kemakmuran di kawasan. "Satu-satunya tujuan perjanjian ini adalah memperkuat upaya bersama menuju perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan yang lebih luas."

Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan terhadap Tiga Negara

Salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah komitmen pertahanan bersama. Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada Jumat (7/8/2026), serangan bersenjata terhadap salah satu dari Pakistan, Turkiye, atau Arab Saudi akan diperlakukan sebagai serangan terhadap ketiga negara. Dar mengatakan ketentuan tersebut tetap berada dalam kerangka hak pertahanan diri individual maupun kolektif sebagaimana tercantum dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, Islamabad menegaskan pakta tersebut bukan sebuah aliansi yang dirancang untuk mengancam pihak tertentu. Pakistan juga menyatakan perjanjian tersebut tetap terbuka bagi negara-negara lain di kawasan yang bersedia menerima prinsip-prinsip dasar kerja sama tersebut.

Pakistan Sebut Pakta Terbuka bagi Negara Kawasan

Dar mengatakan negara-negara di kawasan yang ingin bergabung dapat melakukannya selama bersedia menjunjung prinsip saling menghormati, kerja sama, serta penyelesaian konflik melalui jalur damai. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan kerja sama pertahanan tidak berkembang menjadi sumber ketegangan baru di kawasan. "Perbedaan harus diselesaikan melalui saling menghormati, kerja sama, dan cara-cara damai," kata Dar. Pakistan juga menegaskan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah tidak menggantikan kerja sama pertahanan maupun perjanjian bilateral dan multilateral yang sebelumnya telah dimiliki masing-masing negara. Dengan demikian, pakta baru tersebut ditempatkan sebagai tambahan dalam jaringan kerja sama keamanan yang sudah ada.

Perjanjian Disebut Hasil Pembahasan Bertahun-tahun

Menurut Dar, kesepakatan Mekkah merupakan hasil dari proses dialog dan koordinasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ketiga negara disebut memiliki kepentingan bersama untuk memperkuat hubungan strategis dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan menjaga stabilitas kawasan. Islamabad menilai kerja sama tersebut sejalan dengan prinsip utama kebijakan luar negeri Pakistan yang menekankan hubungan dengan negara-negara kawasan serta penyelesaian konflik secara damai. Pakistan juga menyatakan ingin mempertahankan hubungan dan kerja sama dengan seluruh negara di kawasan yang memiliki kepentingan serupa terhadap perdamaian dan stabilitas.

Berkaitan dengan Dinamika Keamanan Kawasan

Penandatanganan pakta pertahanan tersebut berlangsung di tengah dinamika keamanan yang kompleks di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Dar menekankan bahwa tujuan utama Pakistan adalah membangun lingkungan regional yang lebih aman dan stabil, bukan memperluas konflik. Sementara itu, perjanjian tersebut memberikan kerangka bagi Pakistan, Turkiye, dan Arab Saudi untuk meningkatkan koordinasi pertahanan ketika salah satu negara menghadapi ancaman bersenjata. Dar mengatakan Islamabad tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan membangun masa depan yang lebih aman serta sejahtera bagi masyarakat di kawasan.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Trump Sebut Iran Tolak Tawaran AS, Kesepakatan Disebut Baru Terbuka Setelah Pemilu
AS Tolak Visa Tim Media Presiden Iran Jelang Sidang PBB, Teheran Kecam Pembatasan Pers
Harga Minyak Mentah Menguat Menanti Potensi Pembicaraan AS-Iran di PBB
Keterangan Tak Sinkron, Imigrasi Kualanamu Tolak Masuk WN Pakistan
Resolusi IAEA Tekan Iran, Rusia Peringatkan Ancaman Eskalasi Baru
Pakistan Desak AS dan Iran Kembali ke Meja Dialog, MoU Islamabad Dinilai Jadi Jalan Keluar Krisis