Topikseru.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperluas jangkauan operasi pemantauan dengan mengerahkan satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk melakukan penyisiran udara di perairan Selat Sunda, Kamis (10/9/2026).
Langkah taktis ini diambil guna mempercepat pencarian delapan orang korban—termasuk rombongan lima jurnalis hilang kontak - yang belum diketahui keberadaannya sejak meliput aktivitas geologi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Al Amrad menjelaskan, pengerahan armada udara bernomor registrasi HR-3604 tersebut ditujukan untuk memantau titik-titik krusial yang sulit dijangkau armada laut di sekeliling perimeter Gunung Anak Krakatau.
"Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau," kata Amrad yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor SAR Banten di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Detail Rute Penerbangan dan Identitas 8 Korban Hilang
Helikopter HR-3604 bertolak dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor pada pukul 12.36 WIB menuju JIExpo Kemayoran Jakarta, sebelum akhirnya menerbangi rute pengawasan utama yang melintasi kawasan Pantai Carita hingga wilayah koordinat BPBD Banten.
Penerbangan pemantauan udara tersebut diawasi langsung oleh tujuh personel crew on board yang dipimpin oleh Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo bersama Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H., dan Prada Brillian Muammar.
Penyisiran udara ini difokuskan untuk menemukan titik terang lokasi kedelapan korban hilang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat, yakni:
- M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Kantor Berita ANTARA)
- Ari Basuki (Jurnalis Merdeka.com)
- Yudhistiro (Jurnalis iNews)
- Firdaus (Jurnalis Anadolu)
- Donal (Jurnalis Lepas)
- Warta (Kapten Kapal)
- Surakman (Anak Buah Kapal/ABK)
- Heriyanto (Pemandu Lapangan)
Penguatan Strategi Gabungan Jalur Udara dan Laut
Operasi pemantauan udara ini diintegrasikan langsung dengan armada laut yang telah lebih dulu menyisir perairan Selat Sunda.
Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, serta relawan lokal terus melakukan pembagian sektor laut guna memastikan seluruh koridor perairan terpantau penuh.
Basarnas memastikan seluruh sumber daya alutsista dan metode pencarian akan terus dimaksimalkan hingga keberadaan kedelapan korban dapat dipastikan.
Berita Terkait