Topikseru.com - Pengusutan aksi berdarah di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menemui titik terang. Kepolisian berhasil mengantongi identitas dua milisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjadi dalang di balik tewasnya tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Kedua eksekutor tersebut teridentifikasi berinisial PN dan KT. Uniknya, jejak kejahatan mereka terbongkar berkat rekaman video call (panggilan video) yang beredar luas di platform media sosial.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengungkapkan bahwa kedua pelaku sempat melakukan panggilan video ke pihak keluarga salah satu korban usai melancarkan aksinya pada Rabu (9/9/2026).
"Kedua anggota KKB itu terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," tegas Kombes Yusuf di Jayapura, Sabtu (12/9/2026).
Rekam Jejak Anak Buah Egianus Kogoya
Penetapan status DPO dan identifikasi fisik PN serta KT dilakukan setelah tim penyidik memadukan ciri-ciri wajah serta postur tubuh pelaku dengan pangkalan data intelijen kepolisian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua milisi ini bukanlah nama baru dalam peta aksi terorisme maritim dan darat di kawasan pegunungan.
Keduanya dikonfirmasi terhimpun dalam struktur KKB Kodap III Ndugama di bawah komando komandan lapangan Egianus Kogoya.
"Keduanya disandingkan dengan ciri-ciri fisik yang dimiliki pada kedua orang tersebut dan memang diduga kuat terafiliasi dengan jaringan Ndugama," terang Yusuf.
Rentetan Kejahatan Lintas Kabupaten
Kasus penembakan ASN Jayawijaya oleh KKB ini hanyalah satu dari sekian deret aksi kriminal yang diotaki oleh PN dan KT.
Catatan kepolisian membeberkan bahwa kedua pelaku merupakan sosok redivis kejahatan ekstrem di wilayah Papua Pegunungan.
Sebelum peristiwa Muliama, PN dan KT terdeteksi terlibat dalam serangkaian aksi teror mencekam, antara lain:
Penyanderaan Pilot Susi Air (7 Februari 2023): Terlibat langsung dalam aksi penyanderaan pilot asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga yang baru berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.
Penembakan Festival Budaya Lembah Baliem (8 Agustus 2026): Menjadi otak penembakan acak yang melukai dua warga sipil di tengah perhelatan festival budaya tahunan tersebut.
Satgas Damai Cartenz menegaskan bakal terus memburu PN dan KT hingga ke basis persembunyian mereka demi menjamin keamanan warga sipil dan aparatur pemerintah di tanah Papua.
Berita Terkait