Senin, 28 September 2026

Gempa Vulkanik Gunung Lokon Meningkat, Warga Diminta Jauhi Kawah Tompaluan

Muchlis - Minggu, 27 September 2026 01:26 WIB
Gempa Vulkanik Gunung Lokon Meningkat, Warga Diminta Jauhi Kawah Tompaluan
Kawah Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulut.

Topikseru.com - Aktivitas kegempaan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali berfluktuasi. Peningkatan gempa vulkanik dangkal membuat Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lokon mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mengabaikan batas aman di sekitar Kawah Tompaluan.

Ketua Pos PGA Lokon, Armando Manguleh, mengatakan perubahan frekuensi gempa masih merupakan bagian dari rangkaian peningkatan kegempaan yang terjadi sebelumnya.

"Memang mengalami fluktuatif (kegempaan). Ini masih bagian dari rangkaian peningkatan kegempaan beberapa waktu lalu," kata Armando di Tomohon, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga:

Berdasarkan pengamatan pada 25 September 2026, tercatat 25 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2-7 milimeter dan durasi 3-15 detik.

Selain itu, seismograf juga merekam sembilan kali gempa embusan dengan amplitudo 5-38 milimeter selama 10-68 detik serta delapan kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2-40 milimeter dan durasi 19-131 detik.

Saat ini, Gunung Lokon masih berstatus Level II atau Waspada. Data terbaru yang dipublikasikan Badan Geologi juga menunjukkan kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal, sementara rekomendasi keselamatan tetap diberlakukan.

Gempa Vulkanik Dangkal Melebihi Kondisi Normal

Frekuensi gempa vulkanik dangkal menjadi salah satu perhatian dalam pemantauan aktivitas Gunung Lokon.

Dalam kondisi normal, kegempaan Gunung Lokon diperkirakan berada pada kisaran 10-20 kejadian.

Namun, dalam beberapa hari sebelum pengamatan 25 September, jumlah gempa vulkanik dangkal sempat berada di atas kisaran tersebut.

Pos PGA Lokon mencatat 29 kali gempa vulkanik dangkal pada 22 September, kemudian meningkat menjadi 32 kali pada 23 September.

Sehari berikutnya, angka tersebut turun menjadi 11 kejadian pada 24 September.

Fluktuasi tersebut kemudian kembali terlihat dalam pengamatan 25 September dengan 25 gempa vulkanik dangkal.

Rangkaian data ini menunjukkan aktivitas kegempaan Gunung Lokon belum sepenuhnya kembali ke pola normal.

Status Gunung Lokon Masih Level II Waspada

Meski terjadi peningkatan dan fluktuasi kegempaan, status aktivitas Gunung Lokon saat ini masih Level II (Waspada).

Badan Geologi sebelumnya dalam evaluasi periode 1-15 September 2026 mencatat 321 gempa vulkanik dangkal. Pada evaluasi tersebut, aktivitas Gunung Lokon tetap berada pada Level II.

Badan Geologi juga menyebut potensi bahaya yang perlu diperhatikan, termasuk kemungkinan keluarnya gas beracun secara tiba-tiba dari kawah serta erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa tanda peningkatan aktivitas yang signifikan.

Karena itu, status Waspada tidak berarti kawasan sekitar kawah bebas dari risiko.

Radius 1,5 Kilometer dari Kawah Tompaluan Harus Dihindari

Pos PGA Lokon kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Lokon.

Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Rekomendasi tersebut juga tercantum dalam laporan Badan Geologi terkait aktivitas Gunung Lokon.

Kawah Tompaluan merupakan pusat aktivitas vulkanik Gunung Lokon sehingga kawasan tersebut menjadi area yang harus dihindari selama rekomendasi keselamatan masih berlaku.

Jika Hujan Abu, Jangan Abaikan Masker dan Kacamata

Pos PGA Lokon juga memberikan panduan jika terjadi letusan atau hujan abu vulkanik.

Masyarakat yang berada di dalam rumah disarankan tetap berada di dalam rumah.

Sementara itu, apabila harus berada di luar ruangan ketika hujan abu terjadi, masyarakat dianjurkan menggunakan perlindungan untuk hidung dan mulut seperti masker, serta melindungi mata menggunakan kacamata.

Rekomendasi serupa juga tercantum dalam informasi Badan Geologi mengenai aktivitas Gunung Lokon.

Langkah perlindungan tersebut penting karena material abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan dan mata.

Gunung Lokon Pernah Naik ke Level Siaga

Aktivitas Gunung Lokon saat ini tidak dapat dilepaskan dari riwayat peningkatan kegempaan sebelumnya.

Pada 3 September 2025, Badan Geologi menaikkan status Gunung Lokon dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga mulai pukul 12.00 WITA setelah mendeteksi peningkatan aktivitas vulkanik. Saat itu tercatat 143 gempa vulkanik dangkal, 72 gempa embusan, 15 gempa vulkanik dalam, dan delapan gempa tektonik jauh.

Status tersebut kemudian diturunkan kembali menjadi Level II Waspada pada Oktober 2025 setelah dilakukan evaluasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Lokon.

Riwayat tersebut menjadi salah satu alasan pemantauan kegempaan Gunung Lokon tetap dilakukan secara berkelanjutan.

Warga Diminta Mengikuti Informasi Resmi

Dengan kondisi kegempaan yang masih berfluktuasi, masyarakat di sekitar Gunung Lokon diminta mengikuti informasi resmi dari Pos PGA dan Badan Geologi.

Warga juga diimbau tidak mendekati Kawah Tompaluan hanya karena aktivitas gunung terlihat tenang secara visual.

Data kegempaan menjadi salah satu parameter penting dalam memantau aktivitas gunung api.

Untuk saat ini, Gunung Lokon berstatus Level II Waspada, dengan rekomendasi utama berupa larangan beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Semeru Erupsi 6 Kali dalam Semalam, Letusan Tertinggi Capai 800 Meter