Topikseru.com,
Jakarta - Polda Metro Jaya masih mengusut penyebab kematian seorang pria bernama Sutrimo (42) yang ditemukan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026). Hingga kini, penyidik belum mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kematian korban karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan aparat tengah mengumpulkan berbagai keterangan dan alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.
"Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian," kata Budi kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).
Polisi Periksa Sejumlah Saksi dan Rekam Medis
Dalam penyelidikan yang sedang berjalan, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga orang-orang yang mengetahui peristiwa tersebut.
Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya Sutrimo, serta berbagai informasi lain yang dinilai dapat mengungkap penyebab kematiannya.
Polda Metro Jaya menegaskan seluruh fakta masih dalam proses verifikasi sehingga belum dapat dipastikan apakah terdapat unsur pidana maupun faktor lain yang menyebabkan korban meninggal.
Sempat Mengeluh Sakit Sebelum Meninggal
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Pada pagi hari sebelum meninggal, sekitar pukul 07.30 WIB, korban disebut sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada seorang rekan dan meminta diantar ke fasilitas kesehatan terdekat.
Korban kemudian dibawa menuju sebuah klinik di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan. Saat berada di lokasi tersebut, Sutrimo dilaporkan muntah dan mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya.
Melihat kondisi korban yang memburuk, rekannya segera meminta bantuan ambulans. Namun ketika petugas medis tiba di lokasi, korban dilaporkan telah meninggal dunia.
Kaitan dengan Febrie Adriansyah Masih Didalami
Selain menelusuri penyebab kematian, penyidik juga mendalami hubungan korban dengan sejumlah pihak, termasuk dugaan keterkaitannya dengan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Budi Hermanto menegaskan informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan sehingga belum dapat dipastikan.
"Masih didalami," ujarnya singkat.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan klinik yang disebut menjadi tempat korban sempat dibawa diketahui sudah tidak lagi beroperasi. Sejumlah warga sekitar mengaku klinik tersebut telah lama tutup dan tidak berpenghuni.
Informasi mengenai dugaan keterkaitan bangunan tersebut dengan pihak tertentu juga masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi selama proses penyelidikan berlangsung.
Menurut Budi, kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus kepada publik setelah seluruh fakta berhasil dikumpulkan dan diverifikasi secara menyeluruh.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Febrie Adriansyah terkait informasi yang menyebut Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga di kediamannya.
Berita Terkait