Rabu, 23 September 2026

IKAI Sumut dan UNODC Perkuat Kompetensi Konselor Adiksi, 17 Lembaga Rehabilitasi Ikut Terlibat

Muchlis - Sabtu, 15 Agustus 2026 12:15 WIB
IKAI Sumut dan UNODC Perkuat Kompetensi Konselor Adiksi, 17 Lembaga Rehabilitasi Ikut Terlibat
Pelatihan Konselor Adiksi Sumut
Topikseru.com, Medan - Upaya memperkuat layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami permasalahan penyalahgunaan narkotika terus dilakukan di Sumatera Utara. Salah satunya melalui peningkatan kompetensi konselor adiksi agar penanganan klien dapat dilakukan secara profesional dan berbasis bukti ilmiah. Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Country Office Indonesia resmi menutup Pelatihan Konselor Adiksi Treatnet Volume A di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Jumat (14/8/2026). Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026, tersebut menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia dalam bidang rehabilitasi dan penanganan penyalahgunaan zat di Sumatera Utara.

Konselor Dibekali Kemampuan Skrining hingga Perencanaan Penanganan

Melalui program Treatnet Volume A, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah keterampilan penting dalam menangani individu dengan permasalahan penyalahgunaan zat. Materi pelatihan mencakup kemampuan melakukan skrining, asesmen, hingga menyusun rencana penanganan yang sesuai dengan kebutuhan klien. Peningkatan kemampuan tersebut diharapkan dapat mendorong tersedianya layanan rehabilitasi narkotika yang lebih terukur, profesional, berkelanjutan, dan mengacu pada pendekatan berbasis bukti ilmiah. Ketua IKAI Sumatera Utara, Eka Prahadian Abdurrahman, mengatakan kompetensi konselor menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pendampingan terhadap klien. Menurut dia, konselor perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar layanan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

UNODC Dorong Penanganan Narkotika Berbasis Ilmu Pengetahuan

Programme Officer Drug Dependence Treatment and Care UNODC Country Office Indonesia, Narendra Narotama, menyampaikan bahwa penanganan permasalahan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. UNODC, kata dia, terus mendorong organisasi profesi dan masyarakat untuk mengambil peran melalui pendekatan yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Kolaborasi antara UNODC, IKAI Sumut, BNNP Sumut, USU, lembaga rehabilitasi, serta berbagai elemen masyarakat dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

BNNP Sumut: Konselor Berperan Selamatkan Generasi

Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Pol Tatar Nugroho, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan konselor adiksi tersebut. Menurut Tatar, peningkatan kapasitas konselor memiliki posisi strategis karena setiap klien membutuhkan pendekatan penanganan yang dapat berbeda. "Setiap konselor diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan setiap klien. Lebih dari itu, kegiatan ini sesungguhnya bagian dari upaya besar kita dalam menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba," ujar Brigjen Pol Tatar. Ia menilai pelatihan konselor bukan sekadar meningkatkan kualitas profesi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sistem rehabilitasi yang lebih kuat. Karena itu, Tatar mendorong agar kegiatan peningkatan kapasitas konselor tidak berhenti pada satu pelatihan. "Kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai di sini. Pelatihan peningkatan maupun pengembangan kompetensi konselor harus terus mendapatkan dukungan dari pemerintah dan organisasi profesi," katanya.

Libatkan 17 Lembaga Rehabilitasi di Sumatera Utara

Panitia Pelatihan, Miftah Fariz Boli Malakalu, mengatakan kegiatan penutupan turut dihadiri relawan antinarkoba, anggota IKAI, perwakilan BNNK Langkat, serta perwakilan 17 lembaga yang bergerak di bidang rehabilitasi dan penanganan narkotika di Sumatera Utara. Keterlibatan berbagai lembaga tersebut dinilai penting untuk memperluas jejaring penanganan dan memperkuat kolaborasi dalam program P4GN. Miftah mengatakan IKAI Sumut bersama sejumlah mitra juga telah menyiapkan agenda lanjutan untuk memperbanyak konselor yang memperoleh pelatihan dan pengembangan kompetensi. "Kita juga sudah merencanakan kegiatan lanjutan supaya di Sumatera Utara ini kita memiliki lebih banyak konselor yang sudah terlatih," ujarnya.

P4GN Tak Cukup Mengandalkan Penindakan

Miftah menilai persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum dan penindakan. Menurut dia, upaya P4GN di Sumatera Utara harus berjalan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, edukasi, rehabilitasi, pemulihan hingga reintegrasi sosial. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar upaya penanganan narkotika dapat menjangkau lebih banyak kelompok. "Harapannya masyarakat bisa mendukung program P4GN dengan berbagai cara sesuai perannya masing-masing," katanya. Dalam konteks tersebut, IKAI Sumut mengambil peran melalui peningkatan kapasitas konselor sehingga layanan rehabilitasi dapat diberikan secara lebih profesional kepada masyarakat yang membutuhkan. Ke depan, penguatan kompetensi konselor dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperluas akses rehabilitasi narkoba di Sumatera Utara sekaligus membangun sistem penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BNNP Sumut Gagalkan Peredaran 8 Kg Sabu, Satu Tersangka Diamankan
HANI 2026: Kepala BNNP Sumut Sebut 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba
BNNP Sumut Musnahkan 2,7 Kg Sabu, 11 Tersangka Narkoba Ditangkap
Permedsu Siap Kolaborasi dengan BNNP Sumut Sukseskan Program Ananda Bersinar, Fokus Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar
Lolos dari Tuntutan Mati, Dua Warga Aceh Divonis Seumur Hidup Kasus 35,9 Kg Sabu di PN Medan
Jaksa Tuntut Hukuman Mati Dua Terdakwa Kasus Perantara 35,9 Kg Sabu di Medan