Sabtu, 17 Oktober 2026

Banjir Simalungun Rendam 90 Rumah, Jembatan Sordang Putus

Muchlis - Sabtu, 17 Oktober 2026 20:17 WIB
Banjir Simalungun Rendam 90 Rumah, Jembatan Sordang Putus
Banjir merendam permukiman warga di Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Topikseru.com - Banjir yang melanda Kelurahan Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berdampak pada 128 kepala keluarga (KK). Selain merendam puluhan rumah, bencana tersebut menyebabkan akses melalui Jembatan Sordang terputus total.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat sebanyak 90 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 150 sentimeter. Banjir terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, setelah hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan laporan mengenai dampak banjir telah diterima oleh pihaknya.

Baca Juga:

"Berdasarkan laporan yang diterima, 128 kepala keluarga yang terdampak banjir di Simalungun pada Jumat (16/10)," ujar Sri Wahyuni di Medan, Sabtu (17/10/2026).

Menurut dia, banjir dipicu meluapnya Sungai Perpayakan dan Sungai Sordang setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Air Mencapai 1,5 Meter, 90 Rumah Terdampak

Luapan kedua sungai tersebut menggenangi permukiman warga di Kelurahan Kampung Rendahan. Ketinggian air yang mencapai 150 sentimeter membuat banjir berdampak langsung terhadap puluhan rumah.

"Jumlah yang rusak atau terendam mencapai 90 rumah. Ketinggian air mencapai 50 hingga 150 sentimeter," kata Sri Wahyuni.

Selain permukiman, BPBD juga mencatat dua fasilitas umum atau rumah ibadah ikut terdampak. Kerusakan turut terjadi pada Jembatan Sordang yang menjadi salah satu akses di wilayah tersebut.

Terputusnya jembatan membuat akses jalan melalui jalur itu tidak dapat dilalui. Kondisi ini menjadi salah satu dampak penting yang perlu diperhatikan dalam penanganan bencana, terutama untuk mobilitas warga dan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Namun, laporan BPBD menyebutkan belum ada warga yang mengungsi. Hingga keterangan tersebut disampaikan, tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa akibat banjir.

Pemerintah Setempat Menangani Dampak Banjir

Pemerintah kabupaten bersama pihak terkait telah melakukan koordinasi dan menurunkan personel untuk membantu masyarakat yang terdampak.

BPBD Sumut juga berkoordinasi dalam penanganan bencana di lokasi. Sri Wahyuni mengatakan proses penanganan masih dilakukan oleh pemerintah setempat.

"Lokasi terdampak masih dilakukan penanganan oleh pemerintah setempat," ujarnya.

Penanganan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi warga, memantau genangan, serta mengevaluasi dampak kerusakan pada rumah, fasilitas umum, dan akses transportasi.

Terputusnya Jembatan Sordang juga menjadi perhatian karena dapat menghambat pergerakan masyarakat di sekitar lokasi. Informasi mengenai pemulihan akses dan kondisi terbaru jembatan perlu menunggu keterangan lanjutan dari pemerintah atau instansi terkait.

Warga Diminta Memperhatikan Kondisi Lingkungan

Banjir akibat luapan sungai menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah rawan genangan untuk memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi aliran air, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung.

Warga sebaiknya menghindari sungai yang meluap serta tidak memaksakan diri melewati jembatan atau jalan yang mengalami kerusakan. Informasi mengenai jalur yang aman dan perkembangan penanganan bencana perlu mengikuti arahan petugas setempat.

Hingga laporan BPBD Sumut pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dampak banjir di Kampung Rendahan mencakup 128 kepala keluarga, 90 rumah, dua fasilitas umum atau rumah ibadah, serta Jembatan Sordang yang dilaporkan putus total. Meski belum ada laporan korban jiwa maupun pengungsian, penanganan di lokasi masih berlangsung.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
10 Hektare Lahan Terbakar di Asahan, Api Masih Berpotensi Meluas