Topikseru.com -Harga emas mengalami tekanan sepanjang Oktober 2026. Penurunan ini terlihat dari harga referensi emas yang ditetapkan pemerintah serta melemahnya harga emas dunia. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli emas, atau justru harga masih berpotensi turun?
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat harga referensi (HR) emas untuk periode 15–31 Oktober 2026 turun menjadi US$4.199,73 per troy ounce. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode 1–14 Oktober 2026 yang mencapai US$4.336,11 per troy ounce.
Dengan demikian, harga referensi emas turun sekitar 3,15 persen dalam dua periode tersebut. Data ini tercantum dalam penetapan Kemendag yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Baca Juga:
Ada beberapa faktor yang memengaruhi pelemahan harga emas pada Oktober 2026. Salah satunya adalah perubahan kondisi pasar keuangan global yang membuat investor mempertimbangkan kembali pilihan investasinya.
1. Imbal Hasil Obligasi Meningkat
Kemendag menjelaskan bahwa penurunan harga referensi emas pada periode kedua Oktober dipengaruhi oleh menguatnya nilai tukar mata uang utama global dan meningkatnya imbal hasil obligasi internasional.
Ketika obligasi menawarkan imbal hasil lebih menarik, sebagian investor dapat mengalihkan dananya dari emas ke instrumen tersebut. Berbeda dengan obligasi yang dapat memberikan imbal hasil sesuai ketentuannya, emas tidak menghasilkan bunga secara langsung.
Perubahan pilihan investasi ini dapat menekan permintaan emas dan memengaruhi harganya di pasar global.
2. Kenaikan Harga Minyak Memicu Kekhawatiran Inflasi
Tekanan terhadap emas juga terjadi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Dalam laporan pada 23 Oktober 2026, Reuters melaporkan harga emas dunia turun ke level terendah dalam sekitar tiga bulan dan mencatat pelemahan mingguan sekitar 4 persen.
Kenaikan harga minyak yang dipicu kekhawatiran gangguan pasokan energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Jika inflasi bertahan tinggi, bank sentral Amerika Serikat berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau kembali menaikkannya.
Kondisi tersebut dapat membuat emas kurang menarik bagi sebagian investor karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
3. Investor Menyesuaikan Portofolio
Harga emas juga bisa tertekan ketika investor menjual aset untuk memenuhi kebutuhan dana atau menutup kerugian dari investasi lainnya.
Reuters melaporkan bahwa pelemahan saham teknologi turut memicu penjualan aset akibat kebutuhan memenuhi kewajiban margin oleh sejumlah investor. Tekanan jual seperti ini dapat memengaruhi harga emas meskipun logam mulia tersebut kerap dipandang sebagai aset lindung nilai.
Artinya, harga emas tidak selalu naik ketika pasar sedang bergejolak. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan likuiditas dan perubahan strategi investor justru dapat mendorong penjualan emas.
Apakah Harga Emas di Indonesia Ikut Turun?
Pergerakan harga emas dunia memengaruhi pasar Indonesia, tetapi harga yang dibayar masyarakat tidak selalu berubah dengan besaran yang sama.
Harga emas ritel di Indonesia juga dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya produksi dan distribusi, merek, serta kebijakan harga masing-masing penjual.
Karena itu, harga referensi emas yang ditetapkan Kemendag tidak bisa langsung disamakan dengan harga emas batangan per gram yang dijual kepada masyarakat. Harga referensi merupakan acuan untuk kepentingan perdagangan komoditas, sedangkan harga ritel ditetapkan berdasarkan mekanisme masing-masing produk dan penjual.
Masyarakat yang ingin mengetahui harga terbaru perlu memeriksa daftar resmi penjual, seperti harga emas Antam, Pegadaian, atau penyedia emas lainnya pada hari transaksi.
Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas?
Penurunan harga dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin membeli emas. Namun, harga yang sudah turun tidak otomatis berarti telah mencapai titik terendah.
Harga emas masih dapat berubah mengikuti perkembangan inflasi, suku bunga Amerika Serikat, nilai tukar, permintaan investor, dan kondisi geopolitik. Oleh karena itu, keputusan membeli sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kemampuan masing-masing.
Bagi masyarakat yang membeli emas untuk jangka panjang, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:
* Tentukan tujuan pembelian. Bedakan antara membeli emas untuk tabungan jangka panjang dan membeli untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga dalam waktu singkat.
* Bandingkan harga beli dan harga buyback. Harga buyback merupakan harga yang dibayarkan penjual ketika membeli kembali emas dari pemiliknya. Selisih antara harga beli dan harga buyback perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi keuntungan.
* Periksa biaya dan keaslian produk. Pastikan membeli dari penjual tepercaya dan memahami biaya yang berlaku.
* Hindari menggunakan dana kebutuhan pokok. Emas tetap memiliki risiko penurunan harga sehingga dana darurat dan kebutuhan sehari-hari sebaiknya tidak dikorbankan untuk investasi.
Masyarakat juga dapat mempertimbangkan pembelian secara bertahap daripada menghabiskan seluruh dana dalam satu transaksi. Cara ini dapat mengurangi risiko membeli seluruh emas pada satu tingkat harga, meskipun tidak menjamin keuntungan.
Harga Emas Masih Bisa Berubah
Penurunan harga emas pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa logam mulia ini tetap dipengaruhi perubahan kondisi ekonomi dan pasar keuangan global.
Bagi calon pembeli, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk membandingkan harga dan menyusun strategi pembelian. Namun, keputusan tidak sebaiknya hanya didasarkan pada anggapan bahwa harga yang turun pasti akan segera naik kembali.
Dengan memahami faktor yang memengaruhi harga serta menghitung selisih harga beli dan buyback, masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih terukur tanpa harus terburu-buru mengikuti pergerakan pasar.