Topikseru.com - Medan kembali kedatangan pilihan kuliner internasional. Kali ini, giliran masakan Hunan asal China yang diperkenalkan melalui Xiang Xiang Hunan Cuisine, restoran asal Singapura yang memilih Kota Medan sebagai lokasi ekspansi pertamanya di Indonesia.
Restoran ini hadir di Delipark Mall Medan, tepatnya di area GF Rivapark. Kehadirannya menambah pilihan bagi pencinta kuliner yang ingin mencoba cita rasa khas China di luar menu Chinese food yang selama ini populer di Indonesia.
Lantas, apa yang membuat masakan Hunan berbeda dari kuliner China lainnya?
Baca Juga:
Mengenal Masakan Hunan, Kuliner China yang Kaya Rempah
Masakan Hunan atau Xiang cuisine berasal dari Provinsi Hunan di China bagian tengah-selatan. Kuliner ini dikenal dengan cita rasa yang kuat, terutama perpaduan pedas, gurih, dan sedikit asam pada sejumlah hidangannya.
Cabai menjadi salah satu bahan penting dalam masakan Hunan. Bahan ini digunakan dalam beragam bentuk, mulai dari cabai segar hingga cabai yang diasinkan atau difermentasi. Bawang putih, jahe, serta bahan fermentasi juga dapat digunakan untuk memperkaya rasa makanan.
Karakter tersebut membuat masakan Hunan memiliki sensasi pedas yang terasa langsung, disertai aroma rempah dan rasa yang kompleks. Namun, tingkat kepedasan dan racikan bumbunya bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis hidangan dan resep yang digunakan.
Apa Bedanya dengan Masakan Sichuan?
Masakan Hunan kerap disamakan dengan masakan Sichuan karena keduanya terkenal pedas. Padahal, terdapat perbedaan pada karakter rasa yang menonjol.
Masakan Sichuan dikenal dengan sensasi mala, yaitu perpaduan pedas dan rasa kebas atau getir yang khas dari penggunaan lada Sichuan. Sementara itu, masakan Hunan lebih menonjolkan rasa pedas cabai yang kuat, dengan sentuhan asam dari sejumlah bahan yang diasinkan atau difermentasi.
Perbedaan ini membuat pengalaman menyantap keduanya tidak sepenuhnya sama. Masakan Hunan cenderung mengedepankan rasa cabai yang tegas, sedangkan sensasi kebas menjadi salah satu ciri yang identik dengan masakan Sichuan. Meski demikian, karakter setiap hidangan tetap bergantung pada bahan dan cara memasaknya.
Hidangan Hunan Tidak Hanya Berisi Cabai
Meski terkenal pedas, masakan Hunan bukan sekadar makanan yang mengandalkan cabai. Teknik memasak turut membentuk karakter rasanya.
Tumis dengan api besar, mengukus, merebus perlahan, hingga mengolah bahan melalui proses pengasapan merupakan beberapa teknik yang digunakan dalam tradisi kuliner ini. Teknik tersebut membantu membangun aroma, tekstur, serta rasa yang berbeda pada setiap hidangan.
Beberapa hidangan yang dikenal dalam masakan Hunan antara lain ikan kukus dengan cabai cincang, daging babi yang dimasak dengan kecap hingga berwarna merah kecokelatan, serta tumisan daging dengan cabai. Ada pula olahan bahan yang diawetkan untuk menghasilkan rasa gurih dan aroma khas.
Pilihan bahan tidak terbatas pada daging. Ikan, tahu, dan sayuran juga dapat diolah dengan bumbu khas Hunan, sehingga tersedia variasi menu untuk dinikmati bersama nasi hangat.
Xiang Xiang Bawa Masakan Hunan ke Medan
Kehadiran Xiang Xiang Hunan Cuisine menjadi salah satu cara masyarakat Medan mengenal lebih dekat kuliner regional China tersebut.
Sebelum memilih Medan sebagai lokasi ekspansi di Indonesia, Xiang Xiang telah mengembangkan jaringan restoran di Singapura. Informasi pembukaan yang dipublikasikan pada Oktober 2026 menyebutkan bahwa restoran ini memiliki 21 gerai di Singapura sebelum berekspansi ke Indonesia.
Restoran ini menghadirkan pilihan menu ayam, daging, ikan, tahu, dan sayuran dengan karakter rasa Hunan. Konsep hidangannya juga cocok untuk disantap bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.
Bagi masyarakat yang terbiasa dengan Chinese food bercita rasa manis atau gurih ringan, masakan Hunan bisa menjadi pengalaman berbeda karena menawarkan penggunaan cabai dan rempah yang lebih menonjol.
Kehadiran restoran ini sekaligus memperkaya pilihan wisata kuliner di Medan. Pengunjung tidak hanya dapat mencoba makanan dari negara lain, tetapi juga mengenal perbedaan tradisi kuliner di dalam satu negara.
Pada akhirnya, keunikan masakan Hunan terletak pada perpaduan cabai, bumbu aromatik, rasa gurih, dan sentuhan asam pada hidangan tertentu. Bagi pencinta makanan pedas, kuliner ini menawarkan alternatif yang menarik untuk dijelajahi.