Selasa, 29 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Menguat Didukung oleh Penurunan Indeks Dolar AS

Mhd Rabbani - Jumat, 17 Juli 2026 08:08 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Menguat Didukung oleh Penurunan Indeks Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (16/7/2026) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 0,45% secara harian ke Rp 17.986 per dolar AS. Sementara, data Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,12% secara harian ke Rp 18.041 per dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah salah satunya karena independensi BI diakui oleh S&P Global Ratings. Hal ini didukung oleh kebijakan otoritas fiskal yang berkelanjutan. Alhasil, otoritas moneter bisa mengambil kebijakan yang positif bagi ekonomi Indonesia. Bersama Infrastructure (TBIG) Bank Indonesia (BI) disebut terus berkomitmen untuk memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. “BI masih bisa mengambil keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,75%,” kata Ibrahim. Adapun untuk hari ini (17/7), Ibrahim memperkirakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen kebijakan The Fed. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa para pembuat kebijakan tetap berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral, sambil menekankan bahwa mereka siap untuk menyesuaikan suku bunga jika tekanan harga terbukti lebih persisten. Warsh juga meremehkan kekhawatiran bahwa investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan akan dengan sendirinya, memicu inflasi yang lebih luas. Ibrahim memproyeksikan, rupiah hari ini (17/7/2027) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.986 – Rp 18.030 per dolar AS. Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup menguat cukup tajam terhadap dolar AS, didukung oleh penurunan indeks dolar AS menyusul data – data inflasi yang lebih rendah dari harapan. Tercatat indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS turun 0,3% secara month on month (MoM) pada Juni 2026. Realisasi etrsebut berbalik dari yang sebelumnya naik 0,6% di Mei dan lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan stagnan. Secara tahunan atau year on year (YoY), PPI melambat menjadi 5,5% yoy dari yang sebelumnya 6,0% pada Mei, dan juga lebih rendah dari proyeksi 6,2%. “Ini memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Sentimen domestik juga masih cukup positif didukung oleh dipertahankannya kredit rating oleh S&P,” ujar Lukman. Adapun, Lukman bilang, dengan absennya data ekonomi penting dari domestik maupun eksternal, perhatian investor akan kembali pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan harga minyak dunia. Apabila tidak ada eskalasi, rupiah masih berpotensi menguat. Lukman memproyeksikan rupiah di kisaran Rp 17.950 – Rp 18.050 per dolar AS.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS