Selasa, 29 September 2026

Gencatan Senjata Sementara AS-Iran Memicu  Dolar AS Tampil Loyo

Mhd Rabbani - Senin, 27 Juli 2026 08:26 WIB
Gencatan Senjata Sementara AS-Iran Memicu  Dolar AS Tampil Loyo
Dolar AS
Topikseru.com, Jakarta - Pada awal perdagangan Asia, Senin (27/7/2026) nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mayoritas mata uang utama di pasar spot. Setelah AS menghentikan sementara kampanye serangan militernya terhadap Iran. Langkah tersebut menekan harga minyak dan meningkatkan optimisme pelaku pasar global terhadap aset berisiko. Terhadap yen Jepang, dolar AS turun 0,2% ke level 163,585 yen, menjadi penurunan harian terbesar sejak 10 Juli. Sementara itu, euro menguat 0,2% ke US$ 1,1397 dan pound sterling juga naik 0,2% ke US$ 1,3353. Sentimen pasar turut terdongkrak oleh penurunan tajam harga minyak. Minyak mentah Brent merosot 4,7% menjadi US$ 92,19 per barel pada perdagangan awal Asia setelah militer AS menghentikan sementara serangan yang telah berlangsung selama dua pekan. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Minggu (26/7) bahwa Teheran juga akan menghentikan serangan selama AS melakukan hal yang sama. Pernyataan tersebut muncul setelah adanya dorongan diplomatik yang dipimpin China untuk menghidupkan kembali perundingan damai di Pakistan guna mengakhiri konflik. Analis Westpac menilai, membaiknya sentimen pasar dipicu oleh harapan tercapainya solusi diplomatik di Timur Tengah. "Sentimen pasar didukung oleh laporan bahwa Pakistan dan Iran sedang menjajaki perundingan damai baru dengan Amerika Serikat, serta ekspor minyak dari Timur Tengah yang tetap mengalir. Selama akhir pekan, AS menghentikan sementara serangan terhadap Iran meski ketegangan di kawasan masih berlangsung," tulis analis Westpac dalam laporan risetnya. Di pasar mata uang lainnya, dolar Selandia Baru menguat 0,3% ke US$ 0,5802, sedangkan dolar Australia naik 0,2% menjadi US$ 0,6997. Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,25% ke level 101,23. Pekan ini perhatian investor juga tertuju pada serangkaian rapat bank sentral, terutama pertemuan Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS masih berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu (29/7). Meski perubahan probabilitasnya relatif tipis dibandingkan akhir pekan lalu. Berdasarkan alat FedWatch CME Group, kontrak berjangka suku bunga Fed saat ini mencerminkan peluang sebesar 36,3% bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Di pasar aset digital, bitcoin naik 0,9% ke US$ 65.193,62, sedangkan ether menguat 1,9% menjadi US$ 1.948,00.

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Pergerakan Valas Masih Dipengaruhi Divergensi Bank Sentral dan Geopolitik
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS