Rabu, 23 September 2026

Data Kemendikbud: Hampir 600 Ribu Sekolah Rusak, Target Renovasi 2026 Baru Capai 71.744 Sekolah

ari tanjung - Minggu, 26 Juli 2026 17:15 WIB
Data Kemendikbud: Hampir 600 Ribu Sekolah Rusak, Target Renovasi 2026 Baru Capai 71.744 Sekolah
Infografik Peta Revitalisasi Sekolah Indonesia 2026 yang menampilkan data 598.876 sekolah rusak, target revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026, target 100.000 sekolah pada 2027, serta 2.606 sekolah terdampak bencana di Sumatera yang telah direvitalisasi hingga Mei 2026.

Topikseru.com – Sebanyak 598.876 sekolah di Indonesia tercatat mengalami kerusakan pada 2023 berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).

Sementara itu, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 71.744 satuan pendidikan pada 2026. Jika dibandingkan dengan total sekolah yang mengalami kerusakan, target tersebut baru mencakup sekitar 11,98 persen dari kebutuhan rehabilitasi secara nasional.

Data tersebut menunjukkan bahwa program revitalisasi masih dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada sekolah yang mengalami kerusakan berat, berada di wilayah terdampak bencana, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Lebih dari Separuh Sekolah Rusak Berada pada Kategori Ringan

Data Kemendikbud 2023 memperlihatkan kerusakan sekolah tersebar pada tiga kategori.

Tingkat Kerusakan Jumlah Persentase
Rusak ringan 307.685 51,4%
Rusak sedang 193.720 32,3%
Rusak berat 97.471 16,3%
Total 598.876 100%

Lebih dari separuh sekolah yang mengalami kerusakan berada pada kategori rusak ringan. Sementara itu, sekitar satu dari setiap enam sekolah masuk kategori rusak berat yang membutuhkan rehabilitasi lebih menyeluruh.

Sekolah Negeri Mendominasi Kerusakan

Mayoritas sekolah yang mengalami kerusakan merupakan sekolah negeri.

Status Sekolah Jumlah
Negeri 544.855
Swasta 54.021
Total 598.876

Artinya, sekitar 91 persen sekolah yang mengalami kerusakan merupakan sekolah negeri, sedangkan sekolah swasta menyumbang sekitar 9 persen.

Jawa Barat dan Sumatera Utara Menjadi Provinsi dengan Jumlah Sekolah Rusak Tinggi

Berdasarkan data provinsi, Jawa Barat dan Sumatera Utara termasuk daerah dengan jumlah sekolah rusak terbesar.

Provinsi Rusak Ringan Rusak Sedang Rusak Berat Total
Jawa Barat 45.432 29.828 11.661 86.921
Sumatera Utara 20.365 11.289 6.862 38.516

Secara gabungan, kedua provinsi tersebut mencatat 125.437 sekolah dengan berbagai tingkat kerusakan atau sekitar 20,9 persen dari total sekolah rusak di Indonesia.

Target Revitalisasi Masih di Bawah Total Kebutuhan

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp14–17 triliun melalui APBN 2026 untuk merehabilitasi sekitar 71.744 sekolah.

Jika dibandingkan dengan data kerusakan tahun 2023, masih terdapat sekitar 527 ribu sekolah yang belum masuk target revitalisasi pada tahun 2026. Program rehabilitasi dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi bangunan, tingkat urgensi, serta lokasi sekolah.

Dengan alokasi tersebut, rata-rata anggaran revitalisasi berada pada kisaran Rp195 juta hingga Rp237 juta per sekolah, meski kebutuhan aktual dapat berbeda bergantung pada tingkat kerusakan dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana Terus Berjalan

Selain program revitalisasi nasional, pemerintah juga menjalankan rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Berdasarkan data Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, hingga Mei 2026 sebanyak 2.606 sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatera telah direvitalisasi. Dari 3.002 sekolah yang terdampak, pemerintah juga menyelesaikan relokasi 267 sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Program tersebut mencakup sekolah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Revitalisasi dilakukan untuk memulihkan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung setelah terdampak bencana.

Target Renovasi Berlanjut pada 2027

Pemerintah menargetkan percepatan rehabilitasi sekolah berlanjut pada 2027 dengan sasaran sekitar 100 ribu sekolah. Jika target revitalisasi 2026 dan 2027 digabungkan, jumlah sekolah yang diproyeksikan diperbaiki mencapai lebih dari 170 ribu satuan pendidikan.

Angka tersebut masih berada di bawah total 598.876 sekolah yang tercatat mengalami kerusakan berdasarkan data 2023. Hal ini menunjukkan kebutuhan rehabilitasi infrastruktur pendidikan masih akan berlanjut pada tahap berikutnya.

Gambaran Data Revitalisasi Sekolah Nasional

Indikator Nilai
Total sekolah rusak (2023) 598.876
Target revitalisasi 2026 71.744 sekolah
Cakupan terhadap total sekolah rusak 11,98%
Sekolah di luar target 2026 ±527 ribu
Target tambahan 2027 ±100 ribu sekolah
Sekolah terdampak bencana Sumatera yang telah direvitalisasi 2.606
Sekolah yang direlokasi 267

Data tersebut menunjukkan bahwa rehabilitasi infrastruktur pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yakni revitalisasi nasional berdasarkan kondisi bangunan serta rehabilitasi khusus untuk sekolah terdampak bencana. Kedua program berjalan secara bertahap sesuai prioritas pemerintah dan ketersediaan anggaran.

Sumber Data

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), Data Kerusakan Sekolah 2023.
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) – Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pembaruan revitalisasi sekolah terdampak bencana di Sumatera (2026).
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Korupsi Chromebook: Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Resmi Ajukan Kasasi ke MA
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Periksa Ulang Fakta Persidangan
Rp17 Triliun untuk Sekolah Rusak vs Rp229 Triliun MBG, Begini Perbandingan Anggarannya
20 SMA Terbaik di Kota Medan Versi Kemendikbud 2026: Orang Tua Wajib Tahu!!
Nadiem Makarim Lawan Vonis 10 Tahun PN Jakpus: Ajukan Banding dan Bantah Terima Uang Rp 809 Miliar
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Begini Pertimbangan Hakim