Rabu, 21 Oktober 2026

Reza Rahadian Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Soroti Dampak Asap yang Meluas

Rizky Aisyah - Rabu, 21 Oktober 2026 22:15 WIB
Reza Rahadian Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Soroti Dampak Asap yang Meluas
Medcom.id
Aktor Reza Rahadian ikut menyuarakan desakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurutnya, langkah ini dapat membuka ruang bagi lebih banyak pihak untuk memberikan bantuan, mulai dari logistik hingga teknologi.

Topikseru.com -Aktor Reza Rahadian menyuarakan desakan agar pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sebagai bencana nasional. Ia menilai penanganan kebakaran tidak cukup hanya berfokus pada pencarian pihak yang bertanggung jawab, tetapi juga harus memperkuat mitigasi dan memperluas bantuan bagi masyarakat terdampak.

Pernyataan tersebut disampaikan Reza saat menghadiri gala premiere film Laut Bercerita di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

Reza mengaku sedih melihat kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia juga mempertanyakan apabila kebakaran yang terjadi hanya dipandang sebagai akibat faktor alam.

Baca Juga:

"I'm very sad. I'm very upset. Buat saya, sulit untuk mengatakan bahwa ini penuh hanya karena kehendak alam," ujar Reza, dikutip dari Medcom.id.

Reza Rahadian Minta Penanganan Karhutla Tak Hanya Fokus pada Pelaku

Reza mengatakan dirinya mengikuti pemberitaan mengenai proses pencarian pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

Meski proses tersebut penting, menurutnya, perhatian terhadap karhutla juga harus diarahkan pada upaya mitigasi agar dampaknya tidak semakin meluas.

Ia menilai langkah pencegahan dan penanganan di lapangan perlu diperkuat, terutama ketika kebakaran berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Bagi Reza, penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Dampak yang ditimbulkan juga perlu menjadi perhatian, termasuk pencemaran udara akibat asap kebakaran.

Mengapa Reza Mendorong Status Bencana Nasional?

Reza menilai penetapan status bencana nasional dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi berbagai organisasi untuk membantu penanganan karhutla.

Menurutnya, dukungan tambahan dapat berupa bantuan logistik, teknologi, maupun sumber daya lain yang dibutuhkan untuk menghadapi kebakaran dan dampaknya.

"Bagi saya, status bencana nasional itu sebenarnya tidak mendegradasi nilai apa pun, tetapi membuka ruang atas partisipasi lebih banyak organisasi di luar mungkin, untuk kemudian bisa berbondong-bondong memberikan bantuan baik logistik, teknologi yang terbarukan, dan lain-lain," ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa dampak karhutla tidak selalu berhenti di wilayah tempat kebakaran terjadi. Asap dapat menyebar ke daerah lain dan menimbulkan persoalan lintas wilayah, termasuk hingga negara tetangga.

Karena itu, Reza berharap penanganan karhutla dilakukan secara lebih luas dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk membantu.

Karhutla Kembali Jadi Sorotan Publik

Desakan Reza muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Sebelumnya, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa juga mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Desakan tersebut berkaitan dengan dampak kebakaran dan paparan asap yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Meski demikian, penetapan status bencana nasional merupakan keputusan pemerintah yang mempertimbangkan berbagai aspek sesuai ketentuan penanggulangan bencana.

Pernyataan Reza kembali menyoroti pentingnya mitigasi, penanganan dampak, dan keterlibatan berbagai pihak dalam menghadapi karhutla.

Bagi aktor tersebut, upaya mencari pihak yang bertanggung jawab perlu berjalan beriringan dengan langkah nyata untuk melindungi masyarakat dan mencegah dampak kebakaran semakin meluas.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Inara Rusli Akui Masih Istri Insanul Fahmi, Isbat Nikah Tertahan Masalah Biaya
Makam Batu Batak Berusia Ratusan Tahun, Apa Rahasia Konstruksinya hingga Kini Masih Berdiri?
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Terlibat Karhutla, Sebut Terorisme Lingkungan
Dikira Salju, Ternyata Mineral! Menguak Rahasia Bukit Putih di Pemandian Air Panas Sipoholon
Kota Mana yang Penduduknya Paling Padat? Ini Data BPS 2026 dan Tantangan Transportasinya
Waspada! 7 Modus Penipuan Digital yang Mengintai Jelang Akhir Tahun