Kamis, 24 September 2026

Polres Tangsel Selidiki Dugaan Child Grooming oleh Oknum Kepala SMK di Pamulang

Muchlis - Jumat, 15 Mei 2026 18:59 WIB
Polres Tangsel Selidiki Dugaan Child Grooming oleh Oknum Kepala SMK di Pamulang
child grooming di SMK
Topikseru.com - Polres Tangerang Selatan tengah menyelidiki kasus dugaan tindakan child grooming yang dilakukan oknum kepala sekolah di SMK Letris Indonesia terhadap siswinya. Kasat Reskrim Polres T/angerang Selatan AKP Wira Graha Setiawa mengatakan penyelidikan dimulai setelah polisi memperoleh informasi dari hasil patroli siber. "Lagi kita lidik. Dari hasil patroli siber kemarin dapat info tersebut, hari ini kita mulai lakukan penyelidikan," ujar Wira di Tangerang, Jumat (15/5/2026). Kasus tersebut kini dalam tahap pendalaman oleh penyidik guna memastikan dugaan pelanggaran yang terjadi.

Polisi Segera Periksa Saksi

Pihak kepolisian menyebut pemeriksaan terhadap saksi-saksi akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Namun, proses pemeriksaan belum berjalan karena aktivitas sekolah sedang libur. "Saksi belum diperiksa. Baru mau jalan karena sekolah saat ini lagi libur," kata Wira. Penyidik juga akan mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan untuk mendalami dugaan tindakan grooming yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Yayasan Letris Lakukan Investigasi Internal

Menanggapi isu tersebut, pihak Yayasan Letris selaku pengelola sekolah menyatakan tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi sekolah @letrispamulangofficial. Pihak yayasan menegaskan proses investigasi dilakukan untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi terkait dugaan tersebut. "Saat ini pihak sekolah bersama yayasan sedang melakukan investigasi internal secara menyeluruh dan mendalam untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi," tulis pihak yayasan.

Kepala Sekolah Dinonaktifkan Sementara

Sebagai bentuk tindak lanjut, yayasan juga menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menentukan langkah lanjutan. Selain itu, terduga pelaku yang merupakan kepala sekolah telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya selama proses investigasi berlangsung. "Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal selesai sepenuhnya," demikian pernyataan yayasan. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjaga integritas lingkungan pendidikan serta memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif.

Kasus Child Grooming Jadi Sorotan

Kasus dugaan child grooming di lingkungan pendidikan kembali menjadi perhatian publik. Praktik grooming merupakan tindakan manipulasi psikologis terhadap anak atau remaja untuk membangun kedekatan dengan tujuan eksploitasi tertentu. Pengamat pendidikan menilai pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah guna mencegah potensi kekerasan maupun pelecehan terhadap peserta didik.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
Kaki Tangan Pelaku Penganiayaan Wanita di Senayan City Ditangkap Jatanras
Kisah Kevin Vincent, Mahasiswa ITB Berusia 14 Tahun: Pernah Gagal SNBP hingga Lolos FTTM lewat SNBT
Patroli Siber Imigrasi Ciduk 55 WN Tiongkok Ilegal di Proyek Data Center BSD
47 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan DPR, Polisi Bongkar Peran Pelaku Lewat CCTV dan Media Sosial
Pemerintah Siapkan Beasiswa untuk Ribuan Mahasiswa Korban Bencana NTT
65 Orang Diamankan Jelang Aksi di DPR, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.274 Personel