Topikseru.com, Medan – Sebuah kapal tanker bernama Global 168 diamankan tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (21/10/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 8 orang tersangka, 48 karung barang bukti dan kapal Global 168 yang diduga membawa narkoba dalam jumlah fantastis sebanyak 2 ton.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu menjelaskan, pihaknya turut membantu pengamanan kapal tersebut.
Baca Juga:
"Personel bergerak ke Pelabuhan Bandar Deli untuk menyiapkan dukungan pengamanan, termasuk penempatan kendaraan taktis," ujarnya, Kamis (22/10/2026).
Kombes Rendra menjelaskan, kapal tersebut bersandar di pelabuhan di Belawan pada Rabu (21/10/2026) siang.
"Sekitar pukul 11.15 WIB, kapal Global 168 tiba di Pelabuhan Bandar Deli. Lima belas menit kemudian, personel Detasemen Gegana bersama tim gabungan Bareskrim Polri melakukan pengamanan terhadap para tersangka serta pemeriksaan awal barang bukti," jelasnya.
Selain itu, delapan orang yang diamankan selanjutnya dibawa bersama barang bukti menuju Mapolres Pelabuhan Belawan.
Penanganan para tersangka dan barang bukti kemudian diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan untuk proses hukum dan penyidikan lebih lanjut.
"Dukungan Detasemen Gegana dalam operasi ini difokuskan pada pengamanan kegiatan tim gabungan, termasuk memastikan proses pemeriksaan dan pemindahan tersangka serta barang bukti berlangsung aman dan tertib," ujarnya.
Usai rangkaian kegiatan, personel Detasemen Gegana melaksanakan siaga di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk mengantisipasi kebutuhan pengamanan lanjutan.

Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai berhasil mengagalkan peredaran narkoba sebanyak 2 ton yang dimuat di dalam Kapal Tanker, MT Global 168.
Tim gabungan mengamankan kapal yang mengangkut barang narkotika jenis sabu dalam jumlah besar di selat Malaka.
Dari keterangan yang diperoleh dari berbagai sumber di Pelabuhan Belawan, jumlah narkotika jenis sabu mencapai dua hingga tiga ton, yang akan diedarkan di Indonesia.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas gabungan, kapal tanker tersebut digiring dari kawasan Selat Malaka, dan telah bersandar di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, Rabu (21/10/2026) .
Saat proses nyandar, dermaga terminal penumpang Bandar Deli telah dijaga ketat oleh petugas yang dilengkapi senjata Laras panjang.
Hingga kini ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, terkait kronologis penangkapan kapal tanker yang diduga bermuatan sabu tersebut, dan berapa orang anak buah kapal telah diamankan.
Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan adanya kapal tanker diduga bermuatan narkoba jenis sabu sudah bersandar di dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan.
Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan Laboratorium Forensik terkait jenis narkoba yang diangkut.
"Iya benar sudah sandar. Terkait jenisnya sedang diperiksa labfor," ucap AKBP Aditya S.P Sembiring.
Kapolres Pelabuhan Belawan mengatakan, jika pihaknya akan menyampaikan keterangan resmi atas penangkapan kapal tanker diduga bermuatan sabu - sabu tersebut, pada Jumat (23/10/2026), yang dipimpin langsung Kapolri.
Namun belum diketahui pasti apakah akan berlangsung di Polda Sumut atau Pelabuhan Belawan.
Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, delapan orang turut diamankan dalam operasi tersebut. Mereka diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkoba internasional yang memanfaatkan jalur laut Selat Malaka.
Keberadaan kapal asing Global 168 menjadi perhatian dalam pengungkapan kasus ini. Berdasarkan informasi awal, kapal tersebut diduga menggunakan modus pengangkutan minyak atau bahan bakar untuk melancarkan aktivitasnya.
Namun, dugaan mengenai fungsi kapal dan modus operasional tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui hasil pemeriksaan petugas.
Selat Malaka merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan sejumlah negara dan menjadi salah satu perlintasan penting perdagangan internasional. Posisi geografisnya juga membuat kawasan ini menghadapi tantangan pengawasan terhadap kemungkinan penyelundupan barang ilegal, termasuk narkotika.