Sabtu, 24 Oktober 2026

Kim Jong-un Masuk China Lewat Jembatan Baru, Ada Apa?

Muchlis - Sabtu, 24 Oktober 2026 18:44 WIB
Kim Jong-un Masuk China Lewat Jembatan Baru, Ada Apa?
Presiden Cina, Xi Jinping berbincang dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dalam pertemuan di Dalian, Cina, 8 Mei 2018.

Topikseru.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tiba di Kota Dandong, Provinsi Liaoning, China, pada Sabtu (24/10/2026) melalui jembatan lintas negara yang baru dibuka. Kunjungan singkat ini menjadi sorotan karena berlangsung di tengah upaya memperkuat konektivitas ekonomi Beijing dan Pyongyang, sekaligus menjelang peringatan keterlibatan pasukan China dalam Perang Korea.

Kedatangan Kim melalui Jembatan Sungai Amnok Baru dikonfirmasi oleh sumber pemerintah Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap. Sungai Amnok yang menjadi batas kedua negara dikenal sebagai Sungai Yalu di China. Jembatan tersebut menghubungkan Dandong dengan Sinuiju, kota perbatasan Korea Utara.

Momentum kunjungan ini menarik perhatian karena jembatan yang lama tertunda pembukaannya itu baru resmi beroperasi pada Oktober 2026. Infrastruktur tersebut dipandang memiliki potensi untuk memperlancar arus perdagangan dan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Baca Juga:

Jembatan yang Tertunda 12 Tahun Akhirnya Beroperasi

Jembatan Sungai Amnok Baru memiliki panjang sekitar 3.026 meter dan dilengkapi empat lajur. Pembangunannya rampung pada 2014 dengan pendanaan China sekitar 310 juta dolar AS.

Namun, jembatan itu tidak langsung digunakan setelah konstruksinya selesai. Pembukaan tertunda selama sekitar 12 tahun, antara lain karena jalan penghubung dan fasilitas bea cukai di sisi Korea Utara belum siap.

Setelah penundaan panjang, jembatan tersebut akhirnya diresmikan dan dibuka untuk lalu lintas pada 15 Oktober 2026.

Pemerintah China menyebut keberadaan jalur baru itu diharapkan mendorong pertukaran ekonomi, perdagangan, dan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Dandong sendiri merupakan salah satu pintu utama perdagangan China dengan Korea Utara. Karena itu, pengoperasian jembatan baru berpotensi memperbesar kapasitas transportasi lintas perbatasan, termasuk untuk pengiriman barang dan logistik.

Meski demikian, besarnya dampak ekonomi akan bergantung pada pelaksanaan operasional di kedua sisi perbatasan serta kebijakan perdagangan yang diterapkan masing-masing negara.

Kunjungan Kim Bertepatan dengan Peringatan Perang Korea

Kunjungan Kim ke Dandong berlangsung sehari sebelum Korea Utara dan China memperingati keterlibatan tentara China dalam Perang Korea pada 1950 - 1953.

Tanggal 25 Oktober diperingati Korea Utara sebagai momen masuknya pasukan China untuk membantu Pyongyang dalam perang tersebut.

Tanggal itu juga menandai pertempuran pertama pasukan China dengan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Semenanjung Korea.

Seorang sumber dari partai penguasa Korea Selatan memperkirakan kunjungan Kim kali ini berlangsung singkat. Ia disebut berpeluang kembali ke Korea Utara pada Sabtu, mengingat Pyongyang dijadwalkan menggelar acara peringatan besar pada Minggu.

Perkiraan itu belum dengan sendirinya memastikan jadwal kepulangan Kim. Namun, waktu kunjungannya menempatkan hubungan China dan Korea Utara sebagai salah satu perhatian menjelang peringatan bersejarah tersebut.

Kunjungan Keenam Kim ke China

Kim terakhir kali diketahui mengunjungi China pada September 2025. Dengan perjalanan pada Sabtu ini, kunjungan tersebut menjadi yang keenam baginya ke negara tetangga itu sejak memimpin Korea Utara.

Perdana Menteri China Li Qiang juga dilaporkan berada di Dandong. Namun, detail lengkap mengenai agenda pertemuan dan pembicaraan yang berlangsung dalam kunjungan Kim belum diungkap secara terperinci dalam laporan awal.

China selama ini menjadi mitra perdagangan utama sekaligus salah satu penopang ekonomi dan diplomatik Korea Utara. Di tengah hubungan Pyongyang dengan Moskow yang juga berkembang, pembukaan jalur perbatasan baru dapat menjadi sarana penting untuk menjaga hubungan ekonomi dengan Beijing.

Meski demikian, penggunaan jembatan baru tidak otomatis berarti terjadi perubahan besar dalam kebijakan kedua negara. Perkembangan perdagangan dan kerja sama bilateral perlu dilihat dari kebijakan resmi serta aktivitas lintas batas setelah jalur tersebut beroperasi.

Peluang Pertemuan Kim Jong-un dan Donald Trump

Perhatian terhadap hubungan Korea Utara dan China juga muncul menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, China, pada November 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan menghadiri agenda tersebut.

Trump sebelumnya menyatakan harapan untuk bertemu Kim. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Pyongyang yang memastikan kemungkinan pertemuan tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah kunjungan Kim ke Dandong berkaitan langsung dengan kemungkinan dialog bersama Amerika Serikat.

Kunjungan itu berlangsung dalam konteks yang lebih luas, yakni penguatan konektivitas China - Korea Utara dan peringatan sejarah hubungan kedua negara.

Untuk saat ini, perhatian tertuju pada agenda Kim selama berada di Dandong, kemungkinan kepulangannya ke Korea Utara, serta bagaimana jembatan baru tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan perdagangan lintas perbatasan.

Perkembangan berikutnya akan membantu memperjelas apakah pembukaan jembatan ini sebatas langkah infrastruktur atau menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi dan diplomatik Beijing - Pyongyang.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Aldila Sutjiadi Gagal ke Final China Open 2026, Unggulan Pertama Terlalu Tangguh
Xi Jinping dan Donald Trump Sepakati 8 Poin, dari Tarif hingga Dialog AI
Diplomasi Beijing: China Desak AS-Iran Kembali ke Memorandum Islamabad demi Selat Hormuz
Taruhan KTT Xi-Trump: China Ancam Batal Temui AS akibat Senjata Taiwan
Ekspor Sumut Makin Kuat, China Jadi Pasar Terbesar dengan Nilai US$1,32 Miliar
65 Miliar Barel Minyak Venezuela Jadi Rebutan, China Ingatkan AS