Kamis, 15 Oktober 2026

558 Ribu Kasus ISPA di Sumut hingga Agustus 2026, Medan Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak

Rizky Aisyah - Rabu, 14 Oktober 2026 12:45 WIB
558 Ribu Kasus ISPA di Sumut hingga Agustus 2026, Medan Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak
Ilustrasi pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat 558.453 kasus ISPA selama Januari–Agustus 2026, dengan Kota Medan sebagai daerah yang memiliki jumlah kasus tertinggi.

Topikseru.com -Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Sumatera Utara mencapai 558.453 kasus selama Januari hingga Agustus 2026. Kota Medan menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Kabupaten Deli Serdang.

Data Dinas Kesehatan Sumatera Utara tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal.

Jumlah tersebut menggambarkan besarnya kasus ISPA yang tercatat di Sumatera Utara selama delapan bulan pertama tahun ini. Namun, angka itu perlu dibaca sesuai periode pelaporan dan tidak otomatis menunjukkan jumlah individu berbeda yang mengalami ISPA.

Baca Juga:

Medan dan Deli Serdang Catat Kasus Terbanyak

Menurut Dinkes Sumut, Kota Medan menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA terbanyak di provinsi ini. Kabupaten Deli Serdang menempati urutan berikutnya.

Dinkes Sumut menjelaskan bahwa tingginya jumlah kasus di kedua wilayah tersebut berkaitan dengan besarnya jumlah penduduk. Medan merupakan kota dengan penduduk terbanyak di Sumatera Utara, sedangkan Deli Serdang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua.

Meski demikian, jumlah kasus yang tinggi tidak serta-merta berarti risiko ISPA bagi setiap penduduk di kedua daerah tersebut lebih besar dibandingkan daerah lain. Untuk membandingkan risiko, diperlukan data jumlah kasus terhadap jumlah penduduk serta informasi pendukung lainnya.

Kelompok Dewasa Catat 187.921 Kasus

Berdasarkan keterangan Dinkes Sumut, terdapat tiga kelompok usia yang menonjol dalam laporan kasus ISPA, yakni dewasa, balita, dan anak-anak di atas lima tahun.

Berikut jumlah kasus yang dilaporkan untuk ketiga kelompok tersebut selama Januari–Agustus 2026.

1. Dewasa: 187.921 kasus

Kelompok dewasa mencatat jumlah tertinggi di antara tiga kelompok usia yang disebutkan dalam laporan tersebut. Meski begitu, data ini belum menjelaskan penyebab kasus pada kelompok dewasa ataupun apakah faktor pekerjaan dan aktivitas harian berpengaruh terhadap angka tersebut.

2. Balita: 109.360 kasus

Balita juga menjadi kelompok yang perlu diperhatikan. Pada usia ini, anak masih berada dalam tahap perkembangan sistem kekebalan tubuh sehingga pencegahan infeksi pernapasan perlu mendapat perhatian dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

3. Anak usia di atas lima tahun: 84.484 kasus

Kelompok anak di atas lima tahun turut mencatat puluhan ribu kasus. Kebiasaan menjaga kebersihan tangan, menghindari paparan asap rokok, dan menjaga ventilasi ruangan merupakan langkah yang dapat membantu mengurangi risiko penularan infeksi pernapasan.

Ketiga angka tersebut merupakan kelompok usia yang disebutkan dalam pemberitaan, bukan keseluruhan rincian kasus berdasarkan usia. Karena itu, jumlahnya tidak boleh dianggap sebagai total seluruh kasus ISPA di Sumatera Utara.

Apa yang Perlu Diperhatikan dari Angka ISPA?

Angka 558.453 kasus perlu dilihat bersama informasi lain agar kondisi ISPA di Sumatera Utara dapat dipahami secara lebih utuh.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membaca data tersebut.

Pertama, periode pencatatan. Angka yang dirilis mencakup Januari hingga Agustus 2026, sehingga tidak mewakili keseluruhan tahun.

Kedua, jumlah kasus berbeda dengan jumlah penduduk yang unik. Tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai metode pencatatan, angka kasus tidak bisa langsung ditafsirkan sebagai jumlah orang berbeda yang pernah mengalami ISPA.

Ketiga, jumlah kasus di suatu daerah perlu dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Wilayah berpenduduk besar dapat mencatat kasus lebih banyak karena jumlah orang yang berpotensi mengalami infeksi juga lebih besar.

Keempat, penyebab ISPA tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jumlah kasus. Infeksi saluran pernapasan akut dapat disebabkan berbagai virus dan bakteri. Polusi udara juga dapat memperburuk gangguan pernapasan, tetapi pengaruhnya terhadap angka kasus perlu dibuktikan menggunakan data yang sesuai.

Cara Mengurangi Risiko ISPA

Masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah pencegahan dalam kegiatan sehari-hari, antara lain:

* Menghindari asap rokok dan asap pembakaran sampah.

* Menjaga kebersihan tangan dan menerapkan etika batuk.

* Memastikan sirkulasi udara di rumah dan tempat kerja berjalan baik.

* Menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau ketika kualitas udara memburuk.

* Mengurangi paparan terhadap orang yang sedang mengalami infeksi pernapasan.

* Memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk, terutama bila muncul sesak napas.

Balita, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih ketika mengalami keluhan pernapasan.

Data Perlu Dipantau hingga Akhir Tahun

Jumlah 558.453 kasus ISPA di Sumatera Utara hingga Agustus 2026 menunjukkan besarnya beban penanganan penyakit pernapasan yang tercatat di provinsi ini.

Medan dan Deli Serdang menjadi dua wilayah yang disebut memiliki kasus tertinggi, sementara kelompok dewasa, balita, dan anak-anak di atas lima tahun termasuk kelompok usia yang menonjol dalam laporan Dinkes Sumut.

Untuk mengetahui apakah kasus benar-benar meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, diperlukan data pembanding untuk periode yang sama. Rincian bulanan, data seluruh kabupaten dan kota, serta angka kasus berdasarkan jumlah penduduk juga penting untuk melihat persebaran ISPA secara lebih akurat.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Pemkot Medan Kejar Target Bedah 898 Rumah pada 2026
Terekam CCTV Curi 5 HP, Asiong Ditangkap Polsek Medan Sunggal
Penyidik Polda Sumut akan Diperiksa Wassidik, Hak Dhody Thahir Dipenuhi
Dari Wajah Baby Soso yang Terekspos hingga Akun Threads Dikunci, Ini Rentetan Polemik Maia Estianty
Pernah Menangis saat Kuliah di Amerika, Pengalaman Martha Tilaar yang Mengubah Arah Bisnisnya
7 Tahun Menghilang dari Panggung, Syahrini Comeback! Lagu Baru hingga Gaya Cetar Kembali Jadi Sorotan