Data media sosial dihimpun dari sejumlah platform, antara lain Twitter/X, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, dan kanal digital lainnya. Analisis sentimen menunjukkan Instagram menjadi platform dengan dominasi respons negatif paling tinggi terhadap isu tersebut.
Berdasarkan hasil analisis Drone Emprit, sebanyak 96,2 persen percakapan di Instagram masuk dalam kategori sentimen negatif. Sementara itu, 2,8 persen percakapan diklasifikasikan sebagai netral dan 1,0 persen sebagai sentimen positif.
Pemetaan topik menunjukkan penggunaan istilah "londo ireng" dalam pidato Presiden menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dibahas pengguna Instagram.
Selain itu, pernyataan Presiden yang menyebut pihak yang tidak puas dipersilakan untuk "mencari negara lain" juga termasuk tema yang paling sering muncul dalam percakapan selama periode pemantauan.
Di sisi lain, Drone Emprit juga mencatat adanya percakapan bernada positif meski jumlahnya jauh lebih kecil.
Topik yang memperoleh respons positif antara lain dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), apresiasi terhadap penyampaian program pemerintah, serta penilaian sebagian pengguna mengenai gaya penyampaian pidato Presiden.
Secara keseluruhan, hasil pemantauan Drone Emprit memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai pidato Presiden Prabowo Subianto di media sosial selama 1–28 Juli 2026 didominasi oleh percakapan terkait pilihan diksi dan sejumlah pernyataan dalam pidato. Distribusi sentimen di Instagram menunjukkan 96,2 persen percakapan bernada negatif, sementara pembahasan mengenai program pemerintah muncul dalam porsi yang lebih kecil berdasarkan hasil pemetaan topik selama periode pengamatan.