Kamis, 01 Oktober 2026

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober: Mengapa Diperingati dan Apa Hubungannya dengan Peristiwa 1965?

Muchlis - Kamis, 01 Oktober 2026 02:05 WIB
Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober: Mengapa Diperingati dan Apa Hubungannya dengan Peristiwa 1965?
Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya terkait peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Topikseru.com - Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal ini memiliki latar sejarah yang berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Jika 1 Juni berkaitan dengan pidato Soekarno pada 1945 mengenai dasar negara, maka Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober berkaitan dengan rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada akhir September hingga awal Oktober 1965.

Peringatan tersebut kemudian mendapatkan dasar hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 tentang Penetapan Tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Baca Juga:

Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada 27 September 1967 dan mulai berlaku pada tanggal yang sama.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan mengapa tanggal 1 Oktober dipilih?

Berawal dari Peristiwa Akhir September 1965

Latar belakang Hari Kesaktian Pancasila tidak dapat dilepaskan dari peristiwa yang terjadi pada 30 September hingga 1 Oktober 1965.

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, sejumlah perwira Angkatan Darat menjadi korban penculikan dan pembunuhan.

Enam jenderal dan seorang perwira, Pierre Andreas Tendean, kemudian dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

Enam jenderal tersebut yakni:

  • Letjen Ahmad Yani
  • Mayjen R. Suprapto
  • Mayjen M.T. Haryono
  • Mayjen S. Parman
  • Brigjen D.I. Panjaitan
  • Brigjen Sutoyo Siswomiharjo
Jenazah para korban kemudian ditemukan di sebuah sumur di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam sejarah politik Indonesia pada 1965.

Namun, pembahasan mengenai peristiwa 1965 tidak hanya berhenti pada narasi resmi negara.

Sejumlah penelitian sejarah juga membahas berbagai versi mengenai aktor, motif, serta hubungan antarkejadian dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Karena itu, penjelasan mengenai peristiwa 1965 perlu dibaca berdasarkan konteks sumber sejarah yang digunakan dan dibedakan antara narasi resmi, penelitian akademik, serta interpretasi para sejarawan.

Mengapa Tanggal 1 Oktober Dipilih?

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak langsung ditetapkan melalui Keppres pada 1967.

Peringatan 1 Oktober telah diselenggarakan sebelumnya. Kemudian, pemerintah menetapkan tanggal tersebut secara resmi melalui Keppres Nomor 153 Tahun 1967.

Dalam keputusan tersebut, 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan peringatannya diarahkan untuk dilaksanakan secara khidmat dan tertib oleh masyarakat Indonesia.

Penetapan tersebut membuat tanggal 1 Oktober memiliki posisi tersendiri dalam kalender peringatan nasional Indonesia.

Dengan demikian, sejarah Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya berbicara tentang peristiwa 1965, tetapi juga tentang bagaimana negara kemudian membentuk tradisi peringatan terhadap peristiwa tersebut.

Jangan Tertukar dengan Hari Lahir Pancasila

Salah satu hal yang kerap membingungkan adalah perbedaan antara Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila.

Keduanya memiliki tanggal dan latar belakang yang berbeda.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni dan berkaitan dengan pidato Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober dan berkaitan dengan rangkaian peristiwa politik pada 1965 serta sejarah penetapan tanggal tersebut sebagai hari peringatan.

Pemerintah kemudian menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Dokumen hukum mengenai penetapan tersebut tercatat dalam JDIH BPIP.

Jadi, meskipun sama-sama berkaitan dengan Pancasila, kedua peringatan tersebut memiliki konteks sejarah yang berbeda.

Lubang Buaya dan Monumen Pancasila Sakti

Kawasan Lubang Buaya menjadi salah satu lokasi yang sangat erat dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Di kawasan tersebut berdiri Kompleks Monumen Pancasila Sakti yang berada di Jakarta Timur. Data Direktorat Kebudayaan mencatat kompleks tersebut sebagai cagar budaya peringkat nasional.

Kawasan itu mencakup sejumlah bangunan dan lokasi yang berkaitan dengan peristiwa 1965, termasuk sumur tempat jenazah para korban ditemukan.

Monumen Pancasila Sakti kemudian menjadi lokasi yang identik dengan pelaksanaan upacara Hari Kesaktian Pancasila tingkat nasional.

Dalam catatan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Presiden Joko Widodo pernah memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di kawasan tersebut pada 1 Oktober 2016.

Apa Makna Hari Kesaktian Pancasila?

Dalam konteks resmi kenegaraan, Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengenang peristiwa 1965 serta para korban yang kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.

Peringatan ini juga ditempatkan sebagai momentum untuk kembali mengingat posisi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

BPIP dalam berbagai kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila menekankan pentingnya menjadikan nilai Pancasila sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, bukan sebatas kegiatan seremonial.

Dengan demikian, makna Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober memiliki dua sisi yang tidak terpisahkan: mengenang sejarah sekaligus mengingatkan kembali nilai-nilai yang ditempatkan negara sebagai dasar kehidupan berbangsa.

Sejarah yang Terus Dibicarakan

Lebih dari enam dekade setelah peristiwa 1965, pembahasan mengenai sejarah tersebut masih menjadi bagian dari kajian sejarah Indonesia.

Narasi resmi mengenai peristiwa 1965 berkembang dalam konteks politik pada masa itu. Pada saat yang sama, penelitian sejarah setelahnya menghadirkan kajian mengenai berbagai aspek peristiwa, termasuk aktor, hubungan antarkelompok, serta rangkaian sebab dan akibatnya.

Karena itu, Hari Kesaktian Pancasila juga dapat dipahami sebagai pengingat bahwa sejarah nasional perlu dibaca dengan memperhatikan sumber, konteks waktu, dan perkembangan penelitian.

Tanggal 1 Oktober akhirnya tidak hanya menjadi tanggal dalam kalender nasional. Ia membawa ingatan tentang salah satu periode paling penting dalam sejarah politik Indonesia sekaligus menjadi bagian dari tradisi kenegaraan yang terus berlangsung hingga sekarang.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
25 Soal Cerdas Cermat 17 Agustus Tingkat SMP untuk HUT ke-81 RI 2026
Hasto Harap Pertemuan Prabowo dan Megawati Bahas Masa Depan Bangsa
Hari Lahir Pancasila 2026, KAI Sumut Catat 11.592 Penumpang Kereta Bersubsidi
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Pemuda Pancasila dalam Kasus Rita Widyasari
KPK Periksa Japto Soerjosoemarno di Kasus Rita Widyasari, Dalami Dugaan Jasa Pengamanan Tambang
Ketua Komisi XIII DPR Nilai Ferry Irwandi Layak Diapresiasi Negara atas Aksi Kemanusiaan