Kamis, 01 Oktober 2026

Harga BBM Pertamax RON 92 Akan Naik hingga 11% pada 1 Oktober 2026

Pertamax Menyentuh Harga Rp17.704/liter
Agus Supratman - Rabu, 30 September 2026 23:04 WIB
Harga BBM Pertamax RON 92 Akan Naik hingga 11% pada 1 Oktober 2026
Foto: Dok Topikseru.com
Dengan skenario kenaikan tertinggi sebesar 11%, harga bensin RON 92 Pertamax yang saat ini berada di angka Rp15.950/liter diperkirakan menyentuh Rp17.704/liter bulan Oktober 2026.

Topikseru.com, Jakarta – Pengamat ekonomi energi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran,Yayan Satyakti memproyeksikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi berpotensi melonjak naik 5% hingga maksimal 11% pada Oktober 2026.

Dengan skenario kenaikan tertinggi sebesar 11%, harga bensin RON 92 Pertamax yang saat ini berada di angka Rp15.950/liter diperkirakan menyentuh Rp17.704/liter bulan depan.

"Proyeksi harga Oktober dihitung dari rata-rata pasar 28 Agustus—28 September, dan pada periode itu harga bensin olahan di Singapura(MOPS)naik sekitar 14%," ujar Yayan seperti dikutip dari Bloomberg, pada Rabu (30/9/2026).

Baca Juga:

Data menunjukkan rata-rata harga bensin olahan di Singapura atau Means of Platts Singapore (MOPS) untuk bensin meningkat dari US111,4/barel pada jendela harga September menjadi sekitar US126,7/barel untuk jendela Oktober.

Lonjakan ini dipengaruhi oleh tingginya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang diproyeksikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bertahan pada kisaran US$83—US$87/barel akibat kendala pasokan di Selat Hormuz, serta penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat (AS).

BBM Lainnya

Jika proyeksi tersebut terealisasi, sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya juga berpotensi mengalami penyesuaian harga pada 1 Oktober 2026.

Yayan memprediksi harga Pertamax Green 95 naik dari Rp19.150/liter menjadi Rp21.200/liter, sementara Pertamax Turbo diperkirakan meningkat dari Rp19.600/liter menjadi Rp21.450/liter.

Pada BBMjenis solar ataudiesel, harga Dexlite diproyeksikan naik dari Rp23.700/liter menjadi Rp25.000/liter, dan Pertamina Dex berpotensi melonjak dari Rp25.200/liter menjadi Rp26.600/liter.

Di sisi lain, jika pemerintah masih menahan harga Pertamax yang tidak mendapatkan kompensasi APBN ini, Yayan memperhitungkan PT Pertamina (Persero) harus menanggung selisih terhadap harga formula sekitar Rp1,06 triliun/bulan dengan asumsi volume konsumsi 14.200 kiloliter (kl)/hari.

"Mengingat lonjakan harga pasar internasional saat ini, potensi beban keuangan yang ditanggung Pertamina bahkan diperkirakan membengkak hingga menyentuh Rp1,4 triliun/bulan," katanya.

Guna menjaga kepercayaan publik dan stabilitas, Yayan menyarankan agar pemerintah bersikap transparan dalam menyampaikan kebijakan penyesuaian harga BBM.

"Hal yang sebaiknya dilakukan, untuk jangka pendek, adalah umumkan harga beserta alasannya secara terbuka. Kenaikan kecil yang dapat diperkirakan lebih mudah diterima daripada kejutan," ujar Yayan.

Pada jangka menengah, Yayan merekomendasikan penyesuaian harga dilakukan lebih sering dengan skala yang lebih kecil guna mencegah penumpukan beban lonjakan harga secara drastis.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memberi sinyal akan ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi bulan depan atau periode Oktober 2026.

Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga minyak dunia yang terus berfluktuasi hingga hampir menembus US$107/barel.

Meski demikian, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi, yaitu Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini.

"Pertalite tidak ada kenaikan [sampai akhir tahun], tetapi kalau yang nonsubsidi, ini akan disesuaikan dengan harga pasar. Kita lihat rata-rata dalam satu bulan kira-kira penyesuaiannya berapa," ujar Yuliot saat ditemui awak media di agenda Hari Pertambangan dan Energi di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

"Ada penyesuaian(harga BBM nonsubsidi)," tambah Yuliot.

Yuliot menjelaskan tingginya lonjakan harga minyak mentah global memberi dampak langsung terhadap pasokan domestik, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi nasional.

Penyesuaian Harga BBM pada 1 Oktober 2026

Harga BBM di SPBU Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell akan kembali mengalami penyesuaian pada 1 Oktober 2026. Hal ini lazim terjadi lantaran perubahan harga memang dilakukan saban tanggal 1 setiap bulan. Sebelumnya, penyesuaian harga BBM nonsubsidi telah dilakukan pada awal September 2026.

Pertamina dan BP-AKR bahkan menyesuaikan harga BBM pada 1 dan 2 September. Harga BBM pada Selasa (28/9/2026) ini, masih mengikuti patokan pada awal bulan tersebut. Untuk Pertamina, perusahaan menaikkan harga Pertamax Green 95 ke level Rp19.150 per liter pada 2 September 2026. Angka itu naik Rp2.550 dibanding sebelumnya, yakni Rp16.600 per liter.Kenaikan harga Pertamax Green 95 ini mengikuti penyesuaian harga sejumlah produk BBM non subsidi yang telah dilakukan sebelumnya atau 1 September 2026. Adapun kenaikan harga itu mencakup Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Perinciannya, harga Pertamax Turbo kini dipatok Rp19.600 per liter. Angka itu naik dibanding harga pada periode Agustus 2026, yakni Rp18.300 per liter.Selanjutnya, harga Dexlite kini dibanderol Rp23.700 per liter. Angka itu naik dibanding sebelumnya yang senilai Rp19.700 per liter. Berikutnya, harga Pertamina Dex dipatok Rp25.200 per liter. Harga itu naik dibanding Agustus 2026 yang senilai Rp21.150 per liter. Sementara itu, harga Pertamax tetap berada di level Rp15.950 per liter.

Lalu, Pertamax Green 95 tetap Rp16.600 per liter. Senada, BBM jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. Sementara itu, BP-AKR menaikkan BP Ultimate ke level Rp19.330 per liter. Angka itu naik dari sebelumnya Rp16.760 per liter.

Perubahan harga itu juga menyusul kenaikan harga BP Ultimate Diesel pada 1 September 2026 kemarin. Tercatat, BP Ultimate Diesel kini dipatok Rp25.420, naik dari sebelumnya Rp21.910 per liter. Adapun harga BP 92 tetap berada di level Rp16.130 dan BP Ultimate tetap Rp16.760 per liter.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
BBMKG Medan Peringatkan Ancaman Ganda Hidrometeorologi dan Gempa di Sumut
Heboh Syarat Tunjukkan STNK Beli BBM Subsidi Resmi Dibatalkan Pertamina
Harga BBM Pertamina September 2026 Naik, Ini Daftar Lengkap di Sumut dan Aceh
Kepala Ekonom BCA: Inflasi Agustus Diprediksi 3,31% Dipicu Harga Pangan dan Emas Naik
16 Ribu Liter BBM Subsidi Diselewengkan, 4 Terdakwa di Medan Divonis 1,5 Tahun
Angkut 3.950 Liter Solar Subsidi, Sopir Truk Dituntut 10 Bulan Penjara