Rabu, 21 Oktober 2026

Sempat Dibawa ke Polda Usai Aksi di Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan

Rizky Aisyah - Selasa, 20 Oktober 2026 22:42 WIB
Sempat Dibawa ke Polda Usai Aksi di Bundaran HI, 6 Aktivis Greenpeace Akhirnya Dibebaskan
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Enam aktivis Greenpeace Indonesia akhirnya dibebaskan setelah dibawa ke Polda Metro Jaya menyusul aksi pembentangan spanduk di Patung Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Topikseru.com - Enam aktivis Greenpeace Indonesia yang membentangkan spanduk protes di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, akhirnya dibebaskan pada Selasa (20/10/2026) malam. Mereka sebelumnya dibawa ke Polda Metro Jaya setelah melakukan aksi terkait krisis iklim dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Kabar pembebasan tersebut dikonfirmasi oleh Forest Campaigner Greenpeace Indonesia, Anggi Putra Prayoga. Keenam aktivis itu disebut telah kembali ke rumah masing-masing setelah berada di lingkungan Polda Metro Jaya selama kurang lebih delapan jam.

Dikutip dari laporan Tirto dan IDN Times, keputusan pemulangan diambil setelah kepolisian melakukan pemeriksaan dan gelar perkara. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyampaikan bahwa penyidik belum menemukan unsur tindak pidana dalam aksi tersebut sehingga para aktivis diperbolehkan pulang.

Baca Juga:

Meski telah dibebaskan, tim advokasi menyatakan masih memantau kemungkinan adanya proses hukum lanjutan.

Bentangkan Spanduk di Patung Selamat Datang

Aksi enam aktivis Greenpeace Indonesia berlangsung pada Selasa pagi, 20 Oktober 2026. Mereka naik ke Monumen Selamat Datang di kawasan Bundaran HI dan membentangkan spanduk berukuran besar yang berisi kritik terhadap kondisi lingkungan dan dampak krisis iklim.

Dalam aksi tersebut, terlihat pesan bertuliskan "Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah". Greenpeace menyoroti persoalan krisis iklim yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, termasuk meningkatnya risiko bencana dan kesulitan ekonomi yang dihadapi warga.

Aksi ini juga berkaitan dengan momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Greenpeace mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan lingkungan. Salah satu isu yang disorot adalah kebakaran hutan dan lahan yang berulang, termasuk dampak kabut asap terhadap kesehatan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Enam Aktivis Dievakuasi Petugas

Kepolisian bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan evakuasi terhadap enam aktivis yang berada di atas monumen.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menyebut aksi pembentangan spanduk berlangsung sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB.

Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan petugas pemadam kebakaran dan personel terkait. Keenam aktivis kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya.

Salah seorang aktivis perempuan dilaporkan terlihat lemas ketika turun dari monumen sehingga mendapatkan penanganan medis.

Setelah proses evakuasi, para aktivis dibawa ke Polda Metro Jaya. Sejumlah pihak, termasuk tim advokasi, turut memantau kondisi dan pendampingan hukum mereka.

Tim Advokasi Soroti Proses di Polda Metro Jaya

Selama berada di Polda Metro Jaya, keenam aktivis tersebut menunggu kejelasan mengenai status dan proses penanganan perkara.

Daniel Winarta dari Tim Advokasi untuk Demokrasi menyampaikan bahwa keputusan untuk memulangkan para aktivis diambil setelah polisi menyatakan belum menemukan tindak pidana dalam aksi tersebut.

Pihak advokasi juga menyayangkan waktu yang dihabiskan para aktivis di kantor polisi sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Menurut keterangan Daniel yang diberitakan Tirto, para aktivis tidak menjalani pemeriksaan berita acara formal selama berada di sana.

Meski demikian, pembebasan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh kemungkinan proses hukum lanjutan telah ditutup. Tim advokasi menyatakan akan tetap memantau perkembangan selanjutnya.

Greenpeace Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Masyarakat

Aksi di Bundaran HI menjadi salah satu bentuk penyampaian pesan Greenpeace mengenai persoalan lingkungan yang dinilai berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Krisis iklim tidak hanya menyangkut perubahan kondisi alam, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan, tempat tinggal, mata pencaharian, hingga aktivitas ekonomi warga.

Dalam keterangannya mengenai aksi tersebut, Greenpeace menyoroti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sebagai salah satu contoh persoalan ekologis yang dapat membebani masyarakat.

Melalui aksi tersebut, Greenpeace mendesak pemerintah agar lebih serius menangani persoalan lingkungan dan memperhatikan dampaknya terhadap kehidupan warga.

Pembebasan enam aktivis pada Selasa malam pun menjadi perkembangan terbaru dari aksi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI tersebut. Sementara itu, tim advokasi masih memantau apakah akan ada tindak lanjut hukum setelah para aktivis dipulangkan.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monas? Ini Fakta Aksi di Bundaran HI
Agnez Mo Kembali Dipanggil ke Pengadilan, Gugatan Kelima Ari Bias soal Lagu Bilang Saja Disidangkan
Aek Sipitu Dai Punya Tujuh Pancuran, Benarkah Setiap Sumber Airnya Berbeda Rasa?
Demo 20 Oktober 2026, Ini Tuntutan Mahasiswa di Momentum Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Greenpeace Bentang Spanduk Kritik di Bundaran HI, Aparat Turunkan Aksi Enam Aktivis
Rumah Adat Nias Dibangun Tahan Guncangan, Apa Rahasia Konstruksi Omo Sebua?