Topikseru.com - RANS Carnival Jogja 2026 menghadapi gelombang pembatalan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah tenant kuliner memilih mundur, bahkan ada yang sudah membawa perlengkapan ke lokasi sebelum akhirnya membongkar stan dan membawa pulang barang dagangan.
Festival yang digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut menjadi sorotan setelah seruan boikot ramai di media sosial.
Gelombang penolakan muncul menyusul polemik kehadiran Raffi Ahmad dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Baca Juga:
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara dan pengisi acara. Sejumlah pelaku UMKM yang sebelumnya berharap memperoleh tambahan pendapatan dari festival tersebut juga harus mengubah rencana penjualan mereka.
Daftar UMKM yang Memilih Mundur
Berdasarkan pemberitaan dan unggahan pelaku usaha di media sosial, beberapa tenant yang dilaporkan membatalkan keikutsertaan di RANS Carnival Jogja antara lain:
• Cuann.king, usaha cuanki khas Bandung.
• Jeruk Lokal Maguwoharjo, penjual jeruk lokal.
• Kalapaa.id, usaha minuman kelapa.
• Donutsbun.co, usaha donat.
• Jimny Coffee, usaha minuman kopi.
• Mochi Oleebe, usaha es krim mochi.
• Brokiss Jogja, usaha bakpia.
• Carabikang Nona, usaha kuliner carabikang.
• Ayam Tetanggamu, usaha kuliner ayam.
• Cilok Mbak Bunga, penjual cilok.
• Potachick, usaha makanan mac and cheese.
Nama-nama tersebut muncul dalam laporan mengenai pembatalan tenant di tengah gelombang boikot. Daftar ini bukan penghitungan resmi seluruh peserta yang mundur, sehingga jumlah total UMKM yang membatalkan keikutsertaan belum dapat dipastikan.
Sudah Siapkan Stok, UMKM Terpaksa Membatalkan Penjualan
Salah satu cerita yang menarik perhatian warganet datang dari pelaku usaha donat yang dilaporkan telah menyiapkan sekitar 2.000 donat untuk dijual di acara tersebut.
Setelah memutuskan batal berjualan, muncul ajakan di media sosial agar masyarakat membantu membeli stok yang sudah telanjur diproduksi.
Ajakan ini memperlihatkan persoalan yang dihadapi pelaku usaha ketika rencana mengikuti sebuah acara harus dibatalkan pada saat persiapan sudah berjalan.
Bagi bisnis kuliner, bahan baku dan produk yang telah disiapkan memiliki batas waktu penjualan. Jika tidak segera terjual melalui saluran lain, pelaku usaha berisiko mengalami kerugian.
Cuann.king juga menyampaikan bahwa mereka telah menyiapkan stok dalam jumlah banyak karena berencana mengikuti dua acara sekaligus. Mereka sempat membawa perlengkapan ke lokasi pada malam hari, tetapi kemudian membongkar stan pada dini hari.
Sementara itu, Jeruk Lokal mengunggah proses pembongkaran lapak dan menyatakan membatalkan keikutsertaan meskipun telah membeli banyak bahan baku.
Musisi Ikut Mundur dari RANS Carnival
Pembatalan tenant UMKM berlangsung bersamaan dengan mundurnya sejumlah musisi yang semula dijadwalkan tampil.
Nama-nama yang dilaporkan membatalkan penampilan antara lain Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes.
Guyon Waton menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, serta hubungan baik dengan berbagai pihak. OM Wawes juga menyampaikan pertimbangan terkait situasi masyarakat Yogyakarta.
Mundurnya sejumlah penampil dan tenant membuat RANS Carnival menjadi sorotan, terutama setelah laporan mengenai kondisi lokasi yang relatif sepi pada hari pertama beredar.
Menurut laporan JPNN Jogja, pembatalan oleh musisi dan UMKM terjadi di tengah seruan boikot yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Mengapa RANS Carnival Menuai Boikot?
Polemik ini bermula setelah Raffi Ahmad menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menuai kritik setelah muncul pengakuan peserta yang mempertanyakan status kemahasiswaan dan penggunaan atribut perguruan tinggi. Persoalan itu kemudian berkembang menjadi perdebatan di media sosial.
Raffi menyatakan dirinya hadir sebagai tamu undangan dan tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara deklarasi tersebut.
Meski demikian, kritik terhadap kehadirannya meluas hingga memicu seruan boikot terhadap RANS Carnival Jogja, yang diselenggarakan oleh RANS Entertainment.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana kontroversi yang melibatkan figur publik dapat berdampak pada kegiatan bisnis dan pelaku usaha yang menjadi bagian dari sebuah acara.
UMKM Lokal Ikut Menanggung Dampaknya
Bagi sebagian UMKM, festival dan bazar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan. Mereka biasanya harus menyiapkan stok, tenaga kerja, transportasi, dan perlengkapan sebelum acara dimulai.
Ketika keikutsertaan dibatalkan, persiapan tersebut tidak selalu bisa dipulihkan tanpa kerugian.
Karena itu, ajakan warganet untuk membeli produk UMKM yang telanjur disiapkan menjadi salah satu respons yang muncul di tengah polemik RANS Carnival.
Namun, besarnya kerugian yang dialami seluruh tenant belum diketahui. Belum ada data terverifikasi mengenai total UMKM yang mundur, nilai stok yang tidak terjual, maupun jumlah kerugian secara keseluruhan.
Hingga 1 November 2026, polemik RANS Carnival Jogja masih menjadi perhatian publik. Di tengah perdebatan mengenai boikot, nasib pelaku UMKM yang telah mengeluarkan modal untuk mengikuti acara tersebut menjadi sisi lain yang tidak kalah penting untuk disorot.