Kamis, 24 September 2026

Banjir Tapanuli Tengah: 200 KK Terdampak Akibat Tanggul Sungai Jebol, BPBD Pastikan Air Sudah Surut

Muchlis - Sabtu, 18 Juli 2026 21:21 WIB
Banjir Tapanuli Tengah: 200 KK Terdampak Akibat Tanggul Sungai Jebol, BPBD Pastikan Air Sudah Surut
Banjir Tapanuli Tengah
Topikseru.com, Medan - Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) terdampak banjir setelah tanggul darurat Sungai Aek Siaga Laga jebol akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Jumat (17/7/2026). Meski sempat merendam permukiman warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Pemerintah daerah juga bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumut, Sri Wahyuni, mengatakan banjir dipicu oleh jebolnya tanggul darurat yang sebelumnya dibangun untuk menahan debit air Sungai Aek Siaga Laga. "Berdasarkan laporan yang kami terima, tanggul darurat jebol setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras," kata Sri Wahyuni di Medan, Sabtu (18/7/2026).

Seluruh Korban Berasal dari Kelurahan Sipange

Sri Wahyuni, yang akrab disapa Yuyun, menjelaskan seluruh warga terdampak berasal dari Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, salah satu kawasan yang berada di sekitar aliran sungai. Luapan air sempat menggenangi rumah-rumah warga sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Meski demikian, tidak ada laporan mengenai korban yang harus menjalani perawatan medis ataupun meninggal dunia. "Pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi," ujarnya.

Pemkab Tapanuli Tengah Lakukan Evakuasi dan Penanganan

Pasca banjir, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama BPBD, aparat keamanan, serta unsur terkait langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain memperkuat koordinasi lintas instansi, membantu proses evakuasi warga, hingga melakukan pemantauan kondisi sungai untuk mengantisipasi banjir susulan apabila hujan kembali turun. BPBD Sumut juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan efektif.

Kondisi Berangsur Normal

Kabar baiknya, kondisi di lokasi terdampak kini mulai membaik. Debit air Sungai Aek Siaga Laga telah berangsur surut sehingga genangan di kawasan permukiman warga ikut menghilang. "Kondisi terkini, sungai telah surut dan situasi sudah kembali normal," ujar Sri Wahyuni. Meski demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun luapan sungai. Pemerintah daerah bersama BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta kesiapan infrastruktur pengendali banjir guna meminimalkan risiko apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Sumber
:
Berita Terkait
Banjir Rendam 7 Desa di Nias Barat, Ketinggian Air Capai 2 Meter
3 Dusun Terendam Banjir di Percut Sei Tuan Deli Serdang, 733 Jiwa Terdampak
Enam Daerah di Sumut Diterjang Banjir, Langkat Terdampak Paling Parah
595 KK Terdampak Banjir Nias Barat, Sawah dan Jembatan Ikut Terdampak
Cuaca Ekstrem Terjang Binjai, Lima Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras
Puting Beliung Terjang Simalungun, 56 Rumah dan Satu Rumah Ibadah Rusak