Rabu, 23 September 2026

Bobby Nasution Siapkan Rp 2 Miliar Bangun Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Muchlis - Sabtu, 08 Agustus 2026 18:32 WIB
Bobby Nasution Siapkan Rp 2 Miliar Bangun Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara
Bobby Nasution Nias Utara
Topikseru.com, Nias Utara - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan anggaran Rp 2 miliar untuk membangun rumah produksi kelapa di Kabupaten Nias Utara, Kepulauan Nias. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai dibangun pada 2026 untuk meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pembangunan rumah produksi menjadi salah satu upaya pemerintah mendorong komoditas kelapa agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. "Program ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang diproduksi para petani," kata Bobby seusai menghadiri kegiatan Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara, Sabtu (8/8/2026). Menurut Bobby, rumah produksi tersebut nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas pengolahan. Mulai dari mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, mesin pemilah, hingga berbagai peralatan pendukung lainnya. Dengan fasilitas tersebut, hasil perkebunan kelapa masyarakat diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sebelum dipasarkan.

Tak Hanya Kopra, Batok Kelapa Juga Diolah

Bobby mengatakan rumah produksi yang akan dibangun pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kopra. Bagian batok kelapa juga akan dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi arang batok kelapa. Pengolahan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mengurangi limbah dari aktivitas perkebunan. "Selain menghasilkan kopra, rumah produksi tersebut juga akan mengembangkan produksi arang batok kelapa," ujar Bobby. Pemprov Sumut melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah memastikan anggaran pembangunan fasilitas tersebut mencapai Rp 2 miliar dan pengerjaannya dimulai tahun ini.

Potensi Kelapa Nias Capai Puluhan Ribu Hektare

Rencana pembangunan rumah produksi tidak terlepas dari besarnya potensi perkebunan kelapa di Kepulauan Nias. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara pada 2023, luas tanaman kelapa perkebunan rakyat di Kepulauan Nias mencapai sekitar 44.498 hektare. Dari lahan tersebut, produksi kelapa tercatat mencapai 34.763 ton. Besarnya potensi tersebut menjadi salah satu alasan Pemprov Sumut mendorong pengembangan industri pengolahan kelapa di wilayah Kepulauan Nias. Dengan adanya rumah produksi, petani diharapkan memiliki akses terhadap fasilitas pengolahan yang dapat memperpanjang rantai nilai komoditas sekaligus meningkatkan potensi pendapatan masyarakat.

Anggaran Pembangunan Nias Hampir Rp 500 Miliar

Selain rumah produksi kelapa, Pemprov Sumut juga meningkatkan alokasi anggaran pembangunan untuk kawasan Kepulauan Nias. Bobby menyebut anggaran pembangunan untuk Kepulauan Nias pada tahun ini hampir mencapai Rp 500 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan alokasi pada tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. "Kepulauan Nias sendiri tahun lalu kami anggarkan seluruh program pembangunan Rp 250 sampai Rp 300 miliar. Tahun ini, kami tingkatkan menjadi hampir Rp 500 miliar untuk Kepulauan Nias," kata Bobby. Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut diharapkan mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat potensi ekonomi di berbagai wilayah Kepulauan Nias.

Nias Utara Diproyeksikan Jadi Sentra Produksi

Pemprov Sumut telah menetapkan tiga arah utama pembangunan di Kepulauan Nias, yakni sentra perekonomian, sentra produksi, dan penguatan sektor pariwisata. Untuk Kabupaten Nias Utara, pemerintah provinsi mengarahkannya sebagai salah satu kawasan sentra produksi. "Nias Utara diarahkan sebagai salah satu sentra produksi di Kepulauan Nias," ujar Bobby. Kebijakan tersebut sejalan dengan potensi daerah yang tidak hanya memiliki sektor perkebunan kelapa, tetapi juga potensi pariwisata.

Bupati Apresiasi Rumah Produksi Kelapa

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyambut baik rencana pembangunan rumah produksi kelapa tersebut. Menurutnya, kelapa merupakan salah satu komoditas utama yang memiliki potensi besar bagi perekonomian masyarakat Nias Utara. "Nias Utara ini potensinya pariwisata dan kelapa. Kelapa ini, lebih 30 kilometer dari sini kelapa semua. Tahun 2026 ini banyak program Pak Gubernur di Nias Utara, salah satunya rumah kelapa di desa ini dan pembangunan beberapa ruas jalan," kata Amizaro. Dia berharap program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi dapat benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Warga Terharu Bertemu Gubernur

Kunjungan Bobby Nasution bersama anggota DPRD Sumut dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut juga mendapat sambutan dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Nias Utara, Bakti Adil Waruwu, mengaku terharu karena dapat bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Utara di desanya. "Kami terharu, 80 tahun merdeka baru ini kami bertemu Gubernur Sumatera Utara," ujar Bakti. Pembangunan rumah produksi kelapa diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk mengembangkan potensi ekonomi Nias Utara. Dengan dukungan fasilitas pengolahan, komoditas kelapa tidak hanya menjadi hasil perkebunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sumber
:
SHARE:
Berita Terkait
BMKG Rilis Peringatan Ganda di Sumut: Gelombang 4 Meter di Nias dan Bahaya Kabut Asap
Haornas ke-43: Bobby Nasution Beri Tali Asih ke 12 Atlet Legendaris Sumut
Dirujuk ke RSCM Jakarta, Dua Korban Keracunan MBG Karo Diberangkatkan Bobby Nasution
Pemprov Sumut dan DPRD Sepakati Perubahan APBD 2026
Analis Pasar: Harga CPO Diproyekasi Bisa Mencapai Sekitar RM 5.200 per Ton
Sinergi Gibran dan Bobby Nasution Cek Pemulihan SMAN 1 Barus Tapteng Pascabencana