Topikseru.com,
Karo - Situasi di sekitar Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendapat pengamanan dan pengawasan lebih ketat setelah status gunung api tersebut naik menjadi Level III (Siaga).
Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menyiagakan 100 personel di sejumlah titik strategis di kaki Gunung Sinabung. Pengerahan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu mengatakan, personel tersebut diperbantukan untuk mendukung tugas di bawah kendali operasi (BKO) Polres Tanah Karo.
"Kegiatan itu sebagai upaya mendukung tugas bawah kendali operasi (BKO) Polres Tanah Karo, sekaligus kesiapan menghadapi kondisi darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan," ujar Rendra dalam keterangan yang diterima di Medan, Selasa (1/9/2026).
100 Personel Disebar di Sejumlah Posko
Rendra menjelaskan, personel Brimob Sumut tidak ditempatkan di satu lokasi saja.
Mereka disebar pada sejumlah titik yang dianggap strategis untuk memperkuat pemantauan sekaligus mempercepat respons jika terjadi perubahan kondisi di sekitar Gunung Sinabung.
Beberapa di antaranya berada di Posko Simpang 3 Kuta Kicap dan Posko Kuta Gugung.
Sementara itu, dukungan tim Randurlap ditempatkan di Posko SD Suka Debi.
Dari titik-titik tersebut, personel akan melaksanakan siaga sembari memantau perkembangan situasi di kawasan gunung api.
Fokus Pemantauan Radius 3 Kilometer
Kesiapsiagaan Brimob Sumut terutama diarahkan untuk mendukung pemantauan aktivitas erupsi Gunung Sinabung.
Salah satu fokusnya adalah kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
Selain pemantauan, personel juga disiapkan untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan atau SAR apabila diperlukan.
"Kesiapsiagaan diarahkan untuk mendukung pemantauan aktivitas erupsi Gunung Sinabung, khususnya dalam radius 3 kilometer, serta mendukung tugas SAR dan membantu masyarakat apabila sewaktu-waktu situasi membutuhkan penanganan," kata Rendra.
Dengan pola penempatan tersebut, Brimob diharapkan dapat bergerak cepat apabila kondisi di lapangan mengalami perubahan.
Kendaraan hingga Tenda Lapangan Disiapkan
Kesiapan tidak hanya dilakukan dari sisi jumlah personel.
Brimob Sumut juga membawa sejumlah perlengkapan pendukung untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Sarana tersebut mencakup kendaraan operasional, kendaraan angkut personel, tenda lapangan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Seluruh personel dan peralatan dilaporkan berada dalam kondisi aman dan siap digunakan.
Untuk sementara, personel tetap berada di posko masing-masing sambil mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Dua Desa di Karo Dievakuasi
Peningkatan kesiapsiagaan aparat berlangsung setelah status Gunung Sinabung naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Senin (31/8/2026).
Kenaikan status tersebut turut diikuti langkah antisipasi dari Pemerintah Kabupaten Karo.
Warga di dua desa dievakuasi, yakni Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, dan Desa Payung, Kecamatan Payung.
Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik serta adanya perluasan zona bahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.
Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.
Brimob Pastikan Siap Bantu Warga
Rendra mengatakan pengerahan personel merupakan bagian dari kesiapan Polri untuk menghadapi perkembangan situasi di sekitar Gunung Sinabung.
Selain menjaga kesiapsiagaan, personel Brimob juga diposisikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat apabila kondisi membutuhkan penanganan cepat.
Kehadiran pasukan di sejumlah posko diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara aparat, pemerintah daerah dan unsur penanggulangan bencana di Kabupaten Karo.
Situasi Gunung Sinabung pun terus dipantau.
Dengan status yang kini berada di Level III (Siaga), masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah dan pihak berwenang, terutama terkait wilayah yang masuk zona bahaya.
Pengerahan 100 personel Brimob menjadi salah satu bentuk antisipasi aparat agar respons terhadap kemungkinan kondisi darurat dapat dilakukan secepat mungkin.
Berita Terkait