Topikseru.com,
Karo - Abu vulkanik Gunung Sinabung tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga menyelimuti sejumlah ruas jalan yang digunakan masyarakat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Untuk mengurangi dampaknya, personel Satuan Brimob Polda Sumut turun langsung melakukan pembersihan jalan menggunakan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC).
Personel Brimob yang diperbantukan melalui penugasan Bawah Kendali Operasi (BKO) kepada Polres Tanah Karo bergerak menyiram material abu vulkanik di Jalan Lau Kawar, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.
Kendaraan taktis yang biasanya digunakan untuk menghadapi situasi keamanan tersebut kini dimanfaatkan untuk membantu membersihkan abu vulkanik dari permukaan jalan.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu mengatakan penyiraman dilakukan untuk mengurangi debu yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kegiatan itu dilaksanakan guna membantu mengurangi debu dan abu yang berpotensi mengganggu aktivitas serta kenyamanan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut," ujar Rendra dalam keterangannya yang diterima di Medan, Rabu (2/9/2026).
Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga
Penyiraman jalan menjadi salah satu langkah penanganan dampak erupsi Gunung Sinabung di kawasan yang terdampak abu vulkanik.
Material vulkanik yang menempel di jalan dapat kembali beterbangan ketika dilintasi kendaraan maupun tertiup angin. Kondisi tersebut membuat debu menjadi gangguan bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan.
Rendra mengatakan kehadiran personel Brimob tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat akibat aktivitas Gunung Sinabung.
"Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan wujud pengabdian dan kepedulian," katanya.
Brimob Polda Sumut menyatakan akan terus berkoordinasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk mengurangi dampak erupsi Gunung Sinabung terhadap masyarakat.
Evakuasi Warga Karo Dipercepat
Di tengah penanganan abu vulkanik, perhatian pemerintah Sumatera Utara juga diarahkan pada keselamatan warga yang berada di kawasan rawan bencana.
Gubernur Sumut Bobby Nasution sebelumnya telah menginstruksikan percepatan evakuasi masyarakat di wilayah zona bahaya Gunung Sinabung menyusul kenaikan status gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Bobby menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) diminta memastikan proses evakuasi berjalan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Instruksi tersebut terutama ditujukan bagi warga yang masih berada di zona merah atau kawasan yang masuk wilayah berbahaya.
Menurut Bobby, proses evakuasi harus dilakukan secara menyeluruh dan tegas sebagai langkah antisipasi apabila aktivitas vulkanik Gunung Sinabung kembali meningkat.
Penanganan Tak Hanya Soal Abu Vulkanik
Penanganan pascaerupsi Gunung Sinabung kini tidak hanya berkutat pada pembersihan material abu vulkanik.
Mobilisasi personel dan kendaraan taktis untuk menyiram jalan menjadi salah satu bentuk respons di lapangan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
Namun, di sisi lain, kenaikan status Gunung Sinabung ke Level III Siaga membuat mitigasi dan evakuasi warga menjadi bagian yang tak kalah penting.
Pemerintah dan aparat pun terus bersinergi untuk mengurangi risiko bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan.
Dengan kondisi tersebut, warga di wilayah terdampak diimbau mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan, terutama terkait batas aman dan kemungkinan evakuasi apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.
Berita Terkait