Topikseru.com - Efek domino letusan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mulai menjangkau jaringan rute udara di luar Jawa. Pengelola Bandara Internasional Kualanamu, PT Angkasa Pura Aviasi, mencatat sedikitnya 51 penerbangan domestik dan internasional mengalami penyesuaian operasional imbas lumpuhnya dua hub penerbangan utama di Jakarta.
Gangguan massal ini terjadi menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Cengkareng dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) akibat paparan abu vulkanik (volcanic ash) yang membahayakan keselamatan penerbangan.
Lumpuhnya Hub Jakarta Picu Efek Domino Rute Kualanamu
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengonfirmasi bahwa penyesuaian jadwal di Kualanamu dominan terjadi pada rute-rute yang terkoneksi langsung dengan wilayah ibu kota dan sekitarnya.
"Data sementara sebanyak 51 penerbangan dari dan menuju Kualanamu mengalami penyesuaian," jelas Hikmat dalam keterangannya di Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (6/9/2026).
Ekskalasi darurat udara ini turut memicu pengalihan pendaratan (diverted) bagi armada internasional. Salah satu penerbangan lintas benua rute Amsterdam (AMS) menuju Soekarno-Hatta (CGK) terpaksa mendarat darurat dan melakukan transit darurat di Kualanamu akibat penutupan wilayah udara Jakarta.
Operasional Bandara Tetap Normal, Penumpang Diimbau Cek Maskapai
Kendati puluhan rute terkoneksi Jakarta mengalami gangguan jadwal, Angkasa Pura Aviasi memastikan kondisi fasilitas dan penerbangan rute non-terdampak di gerbang udara Sumatera Utara tersebut masih dalam status aman.
"Operasional Bandara Internasional Kualanamu hingga saat ini tetap berjalan normal," tegas Hikmat.
Guna mengantisipasi eskalasi dampak penerbangan Kualanamu terdampak erupsi, manajemen pengelola terus menggelar koordinasi intensif bersama AirNav Indonesia, otoritas penerbangan, serta jajaran maskapai.
Penyesuaian data penerbangan dilaporkan bergerak dinamis mengikuti perkembangan arah angin dan ketebalan abu vulkanik di Selat Sunda.
Pengelola bandara mengingatkan calon penumpang rute Medan–Jakarta maupun penerbangan transit lainnya untuk senantiasa memantau status manifes lewat kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan ke bandara.
Berita Terkait