Topikseru.com - Hujan berintensitas tinggi memicu banjir di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2026). Sedikitnya tujuh desa yang tersebar di dua kecamatan terdampak genangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat banjir Nias Barat terjadi di Kecamatan Mandrehe dan Mandrehe Barat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan air tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga berdampak pada akses lalu lintas dan lahan pertanian.
"Berdasarkan laporan tujuh desa di dua kecamatan terlanda banjir di Nias Barat," ujar Sri Wahyuni di Medan, Rabu (16/9/2026).
Air Banjir Capai 2 Meter
Salah satu dampak paling signifikan dari banjir Nias Barat adalah tingginya genangan di kawasan permukiman.
BPBD Sumut melaporkan ketinggian air berada di kisaran 1 hingga 2 meter. Kondisi tersebut membuat sejumlah area tempat tinggal warga terendam.
Genangan juga meluas hingga sejumlah ruas jalan. Air yang menutupi badan jalan menyebabkan arus lalu lintas di wilayah terdampak mengalami gangguan.
Selain permukiman dan jalan, sektor pertanian turut terdampak. Sejumlah area persawahan dilaporkan ikut terendam banjir.
Meski dampaknya cukup luas, laporan sementara BPBD Sumut menyebut tidak terdapat warga yang mengungsi maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
"Berdasarkan laporan, pengungsi, korban luka maupun korban jiwa nihil," kata Sri.
Dua Kecamatan Jadi Wilayah Terdampak
Banjir terjadi di Kecamatan Mandrehe dan Kecamatan Mandrehe Barat. Kedua wilayah tersebut menjadi lokasi yang mendapat perhatian dalam penanganan bencana banjir di Nias Barat.
BPBD bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah yang terdampak. Asesmen juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus kebutuhan penanganan di lapangan.
Pemerintah kabupaten bersama pemangku kepentingan terkait turut bergerak melakukan pemantauan dan langkah penanganan sesuai kondisi di lokasi.
Sementara itu, BPBD Sumut terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penanganan banjir.
Kondisi Masih Dipantau
Sri mengatakan penanganan terhadap banjir masih berlangsung. Pemerintah dan petugas terkait masih memantau perkembangan kondisi di lapangan.
"Kondisi saat ini masih dalam pemantauan," ujarnya.
Banjir akibat hujan berintensitas tinggi bukan pertama kali menjadi perhatian di wilayah Nias Barat. Data BNPB juga mencatat kejadian banjir di sejumlah wilayah Nias Barat pada September 2026.
Dalam catatan BNPB, wilayah Nias Barat juga pernah mengalami bencana serupa yang berdampak pada permukiman dan area persawahan akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan cuaca dan kesiapsiagaan masyarakat, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang.
Hingga laporan terakhir, BPBD Sumut masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan pemantauan di wilayah terdampak banjir.
Berita Terkait