Jumat, 16 Oktober 2026

Dinas LHK Sumut: Kabut Asap Kiriman dari Sumsel, Jambi, Lampung, dan Riau

Agus Supratman - Jumat, 16 Oktober 2026 16:29 WIB
Dinas LHK Sumut: Kabut Asap Kiriman dari Sumsel, Jambi, Lampung, dan Riau
Sumber: Diskominfo Sumut
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung, memberikan keterangan pers kepada wartawan di lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Jumat (16/10/2026).

Topikseru.com, Medan – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara (Sumut) memastikan kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi belakangan ini, termasuk di Kota Medan, merupakan dampak asap kiriman dari luar daerah akibat pergerakan arah angin.

Karhutla secara nasional saat ini didominasi kebakaran di kawasan lahan gambut, antara lain di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas LHK Sumut Heri Wahyudi Marpaung dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (16/10/2026).

Baca Juga:

Kondisi lahan gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan serta menghasilkan asap pekat.

Karena itu, Dinas LHK Sumut menyambut baik langkah Pemerintah Pusat yang telah membentuk badan khusus untuk penanganan dan rehabilitasi mangrove serta gambut. Menurut Heri, ekosistem gambut memiliki karakteristik khusus sehingga membutuhkan metode penanganan yang berbeda dibandingkan hutan produksi maupun hutan lindung.

"Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa," tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemprov Sumut terus membagikan masker kepada masyarakat dan berkoordinasi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak. DLHK Sumut juga mengimbau masyarakat untuk terus berkolaborasi dan tidak melakukan pembakaran lahan guna mencegah meluasnya karhutla serta dampak kesehatan yang ditimbulkannya.

Heri menjelaskan, sekitar satu setengah bulan lalu, Sumut sempat mendeteksi dua titik api yang berada di Kabupaten Asahan dan Samosir. Namun, berkat kesiapsiagaan dan kolaborasi masyarakat bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Dinas LHK, seluruh titik api tersebut berhasil dipadamkan.

"Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar," ujar Heri.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Polda Sumsel Segel 620 Hektare Lahan Diduga Terbakar, 17 Kasus Korporasi Diusut
Sumut Diterpa Kabut Asap, Gubsu Bobby Berlakukan Sekolah Daring
Bobby Nasution Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kabut Asap di Sumut, Danau Toba Jadi Sasaran Awal
Harta Maruli Simanjuntak Tembus Rp 81,12 Miliar, Jauh di Atas KSAD Tandyo Budi Revita
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kualanamu, 3 Rute Domestik Batal dan 4 Delay
Malaysia Tak Ingin Kabut Asap Picu Ketegangan dengan Indonesia, ASEAN Jadi Jalur Utama