Kamis, 22 Oktober 2026

PT DI Pastikan Pesawat N219 Karya Anak Bangsa 100%

Agus Supratman - Rabu, 21 Oktober 2026 10:18 WIB
PT DI Pastikan Pesawat N219 Karya Anak Bangsa 100%
Pesawat perintis kebanggan Indonesia N219 bikinan PT Dirgantara Indonesia di Bandung.
Pesawat perintis kebanggan Indonesia N219 bikinan PT Dirgantara Indonesia di Bandung.

Topikseru.com, Bandung – Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Gita Amperiawan menyatakan pesawat N219 merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan tanpa tenaga pendamping teknis dari luar negeri.

"Pesawat N219 adalah pesawat seratus persen karya anak bangsa. Tingkat kandungan dalam negerinya (TKDN) 44,69 persen," ucap Gita saat eksplorasi industri pertahanan bersama pers di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Dia menyebut pengembangan N219 melibatkan kurang lebih 16 industri pertahanan nasional dan empat perguruan tinggi dalam negeri.

Baca Juga:

Dijelaskannya, N219 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda yang memiliki kapasitas 19 penumpang.

Pesawat tersebut dirancang untuk melayani rute penerbangan perintis, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur landasan pacu. N219 memiliki kemampuan lepas landas pada landasan sepanjang sekitar 600 hingga 800 meter serta dapat dioperasikan pada landasan yang tidak beraspal (unpaved runway).

Gita menyebut sekitar 100 bandara perintis di Indonesia memiliki landasan pacu dengan panjang kurang dari satu kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 bandara disebut memiliki landasan yang tidak beraspal.

"Ini cocok dengan N219," katanya.

Pesawat tersebut kini dikembangkan untuk kebutuhan militer dan komersial. Kedua jenis kebutuhan itu memiliki basis yang sama, tetapi dapat dibedakan berdasarkan persyaratan sertifikasi dan kebutuhan khusus.

Ia mencontohkan, untuk kebutuhan militer penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan operasional TNI, termasuk untuk mendukung kegiatan penerjunan personel.

Di sisi lain, PT DI berupaya meningkatkan keterlibatan industri nasional dalam produksi N219. Gita memperkirakan TKDN pesawat tersebut meningkat hingga 65 persen apabila produksi dilakukan secara massal.

Isi Pasar Kelas Pesawat 19 Penumpang

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang tahun 2026 ini memasuki usia ke-50 tahun, optimistis mampu merebut ceruk pasar industri penerbangan global di kelas pesawat baling-baling (propeller) 19 penumpang lewat pesawat N219.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan ditemui di sela puncak acara HUT ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu, mengungkapkan kelas ini dinilai amat potensial akibat minimnya kompetitor di segmen tersebut.

Rasa percaya diri tersebut didasari oleh rekam jejak panjang PTDI di kelas 19 penumpang serta posisi Indonesia sebagai salah satu pangsa pasar penerbangan perintis terbesar di dunia.

Gita mengungkapkan keunggulan pesawat N219 terletak pada kepemilikan desain dan produksinya yang murni karya anak bangsa tanpa dibayangi lisensi asing seperti seri pendahulunya.

"Kalau selama ini kita mengenal CN itu di depannya kan ada C ya, ada CASA. Kalau ini N jadi itu betul-betul 100 persen karya anak bangsa, dan itu tertinggi dari lokal kontennya dan TKDN-nya itu hampir 45 persen," ucap Gita Amperiawan.

Gita menjelaskan, rangkaian emas setengah abad PT DI yang dimulai sejak hari ulang tahunnya yang jatuh tanggal 23 Agustus 2026 lalu, dengan diisi agenda upacara, pemecahan rekor MURI terbang cilik, hingga Simposium Nasional bersama Bappenas (24/8) yang merumuskan penguatan ekosistem penerbangan nasional, dirancang untuk menegaskan peran strategis industri kedirgantaraan sebagai solusi utama konektivitas wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Sebagai fondasi keberlanjutan industri, PT DI juga meresmikan fasilitas Training Center bersama Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada hari Sabtu ini, untuk mencetak dan menguji kompetensi SDM kedirgantaraan yang tersertifikasi.

Di Hari Sabtu ini juga, PT DI menggelar ajang Runtainment atau lari santai di dalam area fasilitas produksi di dalam kompleks PT DI. Rute lari tersebut sengaja melintasi deretan pameran (display) produk-produk pesawat buatan PT DI agar publik dapat mengenal industri aviasi nasional dari dalam secara lebih dekat.

Gita menekankan, penguatan kapabilitas teknis dan kolaborasi ekosistem ini diproyeksikan untuk menunjukkan daya saing bangsa di panggung internasional sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Harapannya adalah sebetulnya kita ingin menunjukkan kepada bangsa kita bahwa kita mampu. Ya, bahwa kita punya industri yang high-tech, industri yang perjalanannya sangat panjang PT DI ini dan insyaallah PT DI dengan semua ekosistem kedirgantaraan nasional kita siap memberikan solusi bagi bangsa ini," tutur Gita.

Ia mengapresiasi dukungan penuh pemerintah yang terus mendorong regulasi dan membuka peluang besar agar sektor kedirgantaraan Indonesia semakin eksis dan diperhitungkan di tingkat global.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait