Rabu, 21 Oktober 2026

Makam Batu Batak Berusia Ratusan Tahun, Apa Rahasia Konstruksinya hingga Kini Masih Berdiri?

Rizky Aisyah - Rabu, 21 Oktober 2026 21:39 WIB
Makam Batu Batak Berusia Ratusan Tahun, Apa Rahasia Konstruksinya hingga Kini Masih Berdiri?
RRI
Bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, makam batu Batak menyimpan jejak sejarah, kepercayaan, dan keterampilan leluhur.

Topikseru.com -Sejumlah wilayah di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, menyimpan peninggalan berupa makam batu yang menjadi bagian dari sejarah dan kebudayaan masyarakat Batak. Bentuknya beragam, mulai dari peti batu menyerupai perahu hingga bangunan makam yang dihiasi ukiran.

Salah satu peninggalan yang menarik perhatian adalah sarkofagus di Tomok, Kabupaten Samosir. Benda bersejarah ini bukan sekadar tempat menyimpan tulang-belulang, tetapi juga menyimpan cerita tentang penghormatan terhadap leluhur dan keterampilan masyarakat pada masa lalu.

Keberadaan makam batu yang masih dapat dijumpai hingga sekarang memunculkan pertanyaan: bagaimana benda berbahan batu tersebut dibuat, dan mengapa bentuknya bisa bertahan dalam waktu yang panjang?

Baca Juga:

Bukan Sekadar Peti Mati, Ini Keunikan Sarkofagus Batak

Direktorat Pelindungan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan bahwa kawasan Pulau Samosir memiliki beragam peninggalan tradisi megalitik. Di antaranya adalah sarkofagus di Tomok, tempayan kubur batu di Ambarita, serta kompleks makam Raja Sidabutar.

Sarkofagus merupakan wadah kubur yang umumnya dibuat dari batu. Di Tomok, bentuknya memiliki ciri khas berupa bagian atas yang melebar dan menyerupai perahu besar atau solu bolon.

Bentuk tersebut tidak hanya menjadi unsur visual. Dalam penjelasan Direktorat Pelindungan Kebudayaan, bentuk menyerupai perahu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat pada masa itu mengenai perjalanan roh menuju alam arwah.

Sarkofagus di kawasan tersebut juga memiliki hiasan berupa pahatan figur manusia dan figur menyerupai monster. Hiasan monster ditafsirkan sebagai simbol penolak bala atau pengaruh buruk. Dengan demikian, ukiran pada makam batu bukan sekadar dekorasi, melainkan bagian dari makna budaya yang menyertainya.

Bagaimana Makam Batu Dibuat?

Salah satu hal yang membuat makam batu Batak menarik adalah proses pembuatannya. Untuk membentuk wadah kubur dari batu, pembuatnya perlu mengolah bahan yang keras menjadi bentuk tertentu tanpa menghilangkan fungsi utamanya.

Pada sarkofagus, batu dibentuk menjadi wadah dan bagian penutup. Proses pemahatan membutuhkan keterampilan untuk menghasilkan bentuk yang sesuai, termasuk bagian yang melengkung serta ukiran pada permukaannya.

Direktorat Pelindungan Kebudayaan menilai bahwa detail pahatan pada sarkofagus Tomok menunjukkan keterampilan pengolahan batu yang berkembang. Bentuk figur dan garis ukirannya memperlihatkan bahwa pembuatnya memiliki kemampuan teknis yang tidak sederhana.

Meski demikian, teknik pembuatan setiap makam batu tidak selalu sama. Ada wadah kubur yang dipahat dari satu blok batu besar, sementara bentuk lain terdiri atas bagian wadah dan penutup. Karena itu, tidak tepat jika semua makam batu Batak dianggap menggunakan satu teknik konstruksi yang seragam.

Editor
: Muchlis
Berita Terkait
Reza Rahadian Desak Pemerintah Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Soroti Dampak Asap yang Meluas
Inara Rusli Akui Masih Istri Insanul Fahmi, Isbat Nikah Tertahan Masalah Biaya
Dikira Salju, Ternyata Mineral! Menguak Rahasia Bukit Putih di Pemandian Air Panas Sipoholon
Kota Mana yang Penduduknya Paling Padat? Ini Data BPS 2026 dan Tantangan Transportasinya
Waspada! 7 Modus Penipuan Digital yang Mengintai Jelang Akhir Tahun
Instagram Shadowban Bikin Konten Sepi? Ini 7 Cara Mengatasinya agar Jangkauan Kembali Normal