Topikseru.com - Halloween yang diperingati setiap 31 Oktober identik dengan kostum menyeramkan, labu berwajah hantu, dan dekorasi rumah bernuansa horor. Namun, di sejumlah negara, perayaan ini memiliki tradisi unik yang jauh lebih menarik daripada sekadar berdandan seperti makhluk menyeramkan.
Mulai dari parade makhluk mitologi, pertunjukan api di tengah malam, hingga kue yang dipercaya dapat meramalkan nasib, Halloween menjadi perayaan budaya dengan cerita berbeda di setiap tempat.
Menariknya, sejumlah tradisi tersebut memiliki hubungan dengan kepercayaan masyarakat pada masa lampau. Berikut empat perayaan Halloween unik di dunia yang menarik untuk diketahui.
Baca Juga:
1. Irlandia, Kota Berubah Menjadi Dunia Makhluk Mitologi
Irlandia dikenal memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Halloween. Salah satu perayaan terbesarnya berlangsung di Kota Derry melalui festival Derry Halloween.
Pada 2026, festival ini berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November sekaligus merayakan penyelenggaraan ke-40. Kota tersebut berubah menjadi panggung besar yang dipenuhi parade kostum, pertunjukan jalanan, instalasi cahaya, dan atraksi bertema makhluk supernatural.
Puncak perayaan berlangsung pada 31 Oktober melalui parade karnaval yang dilanjutkan dengan pertunjukan kembang api.
Pengunjung dapat melihat berbagai karakter menyeramkan, mulai dari hantu hingga makhluk yang terinspirasi cerita rakyat. Bangunan bersejarah dan jalanan kota turut menjadi bagian dari suasana yang membuat festival ini berbeda dari pesta Halloween biasa.
Derry Halloween bukan sekadar hiburan. Festival ini juga mengangkat warisan cerita rakyat dan tradisi kuno yang menjadi bagian dari sejarah Halloween di Irlandia.
2. Festival Púca, Menghidupkan Legenda Roh Kuno
Masih di Irlandia, ada Púca Festival yang mengangkat kisah Samhain, festival kuno masyarakat Keltik yang berkaitan dengan pergantian musim dan awal musim dingin.
Nama Púca diambil dari makhluk dalam mitologi Irlandia yang digambarkan memiliki kemampuan berubah bentuk. Sosok tersebut menjadi inspirasi bagi berbagai cerita rakyat yang berkembang selama berabad-abad.
Pada 2026, Púca Festival berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November di kawasan Trim dan Athboy, County Meath.
Festival ini menghadirkan pertunjukan api, musik, parade karakter mitologi, pengalaman budaya, serta berbagai kegiatan yang terinspirasi legenda setempat.
Berbeda dari gambaran Halloween yang hanya berisi rumah berhantu dan kostum monster, Púca Festival mengajak pengunjung mengenal cerita di balik tradisi tersebut.
Samhain sendiri dipercaya masyarakat Keltik kuno sebagai periode ketika batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi lebih tipis. Keyakinan ini menjadi salah satu unsur penting dalam cerita sejarah Halloween, meskipun perayaan modern telah mengalami banyak perubahan.
3. Jepang, Halloween Menjadi Ajang Pamer Kostum Kreatif
Jika di Irlandia Halloween banyak dikaitkan dengan cerita rakyat dan makhluk mitologi, Jepang memiliki cara perayaan yang sangat lekat dengan budaya populer.
Salah satu acara yang menarik perhatian adalah Ikebukuro Halloween Cosplay Festival di Tokyo. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para penggemar anime, manga, gim, dan budaya cosplay untuk menampilkan kostum karakter favorit mereka.
Pada 2026, festival ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November, dengan kegiatan utama pada 31 Oktober dan 1 November.
Peserta dapat mengenakan berbagai kostum, mulai dari karakter anime terkenal hingga tokoh gim dan karakter orisinal. Acara ini juga menghadirkan parade, kegiatan panggung, serta kesempatan berfoto bersama para cosplayer.
Halloween di Jepang memperlihatkan bagaimana perayaan yang awalnya lekat dengan tradisi Barat dapat berkembang menjadi ajang kreativitas dan pertemuan komunitas.
Kostum yang dikenakan pun tidak selalu menakutkan. Banyak peserta justru memilih penampilan penuh warna dan detail yang membutuhkan persiapan khusus.
4. Irlandia, Kue Halloween yang Dipercaya Bisa Meramal Nasib
Salah satu tradisi Halloween yang tidak kalah unik adalah kebiasaan menyajikan barmbrack di Irlandia.
Barmbrack merupakan roti buah tradisional yang kerap dikaitkan dengan perayaan Halloween. Dalam versi tradisional tertentu, benda-benda simbolis disembunyikan di dalam roti untuk permainan ramalan nasib.
Setiap benda memiliki makna tersendiri menurut kepercayaan rakyat. Cincin, misalnya, secara tradisional dikaitkan dengan pernikahan atau kisah asmara, sedangkan benda lain dapat melambangkan keberuntungan maupun keadaan hidup seseorang.
Tradisi ini bukan ramalan yang terbukti secara ilmiah, melainkan bagian dari kebiasaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kehadiran barmbrack memperlihatkan bahwa Halloween tidak selalu dirayakan dengan hal-hal menyeramkan. Makanan tradisional juga memiliki peran penting dalam menjaga cerita dan kebiasaan masyarakat.
Kini, barmbrack tetap dikenal sebagai salah satu makanan yang berhubungan dengan musim Halloween di Irlandia, meskipun tidak semua roti yang dijual mengandung benda simbolis seperti dalam tradisi lama.
Halloween Bukan Hanya Tentang Hantu
Empat tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Halloween memiliki bentuk perayaan yang berbeda di setiap negara.
Di Derry, masyarakat merayakannya melalui parade besar dan pertunjukan kembang api. Púca Festival menghidupkan legenda kuno melalui pertunjukan budaya, sedangkan Jepang menjadikan Halloween sebagai ajang kreativitas lewat cosplay.
Sementara itu, tradisi barmbrack menunjukkan bagaimana makanan dapat menyimpan cerita dan kepercayaan dari masa lalu.
Meski Halloween modern dikenal luas melalui film horor, kostum hantu, dan dekorasi labu, sejarahnya jauh lebih kompleks. Perayaan ini berkembang melalui perpaduan tradisi kuno, kebiasaan masyarakat, serta pengaruh budaya populer.
Pada akhirnya, Halloween bukan hanya tentang siapa yang memiliki kostum paling menyeramkan. Di balik kemeriahannya, terdapat kisah budaya yang memperlihatkan bagaimana masyarakat di berbagai belahan dunia mempertahankan tradisi sekaligus menciptakan cara baru untuk merayakannya.