Topikseru.com - Peringatan bahaya bagi warga Kota Medan dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi guyuran hujan berintensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu cuaca ekstrem di Medan serta sebagian besar wilayah Sumatera Utara selama sepekan ke depan.
Menanggapi ancaman bahaya hidrometeorologi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan langsung mengambil langkah siaga penuh dengan menerjunkan puluhan personel ke lapangan sejak Selasa (8/9/2026) malam.
60 Personel TRC Disiagakan Memantau Aliran Sungai
Kepala BPBD Kota Medan, Yunita, menegaskan bahwa sebanyak 60 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) telah ditempatkan dalam posisi siaga untuk merespons cepat setiap potensi gawat darurat.
"Sebanyak 60 personel tim reaksi cepat BPBD Kota Medan tetap siaga hadapi potensi bencana," tegas Yunita di Medan, Selasa (8/9/2026).
Fokus utama armada TRC ini meliputi pengawasan intensif terhadap debit air di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang melintasi Kota Medan, pemetaan lokasi rawan genangan, hingga pelaksanaan kajian cepat di titik lokasi bencana.
Langkah pengawasan berkala ini dilakukan guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material.
Pemicu Atmosfer dan Wilayah Terdampak Hujan Lebat
Secara teknis, BMKG mengidentifikasi timbulnya gangguan cuaca akibat terbentuknya belokan dan konvergensi angin di kawasan Samudera Hindia Barat Sumatera hingga pesisir barat dan timur Sumatera Utara. Fenomena ini diperparah oleh anomali suhu muka laut yang hangat serta tingkat labilitas atmosfer yang tinggi.
Ketua Tim Meteorologi Early Warning Sistem BMKG, Martha Rosefina, menjelaskan kombinasi kondisi tersebut sangat subur memicu pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan deras lokal yang disertai petir serta angin kencang berdurasi singkat dari siang hingga malam hari.
"Cuaca di Sumatera Utara dalam sepekan ke depan umumnya didominasi oleh kondisi hujan sedang hingga sangat lebat," terang Martha.
BMKG merinci deretan wilayah yang masuk dalam zona waspada mencakup Kabupaten Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, hingga kawasan dataran tinggi Karo, Dairi, Simalungun, Tapanuli, serta seluruh wilayah Kepulauan Nias.
Atas potensi ancaman ini, pemda meminta warga masyarakat segera membangun koordinasi dan melapor kepada petugas BPBD terdekat apabila terjadi luapan air, tanah longsor, maupun erosi di lingkungan pemukiman.
Berita Terkait