Selasa, 29 September 2026

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih Jadi Tekanan dan IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas

Mhd Rabbani - Rabu, 13 Mei 2026 06:48 WIB
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih Jadi Tekanan dan IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas
IHSG
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (13/5/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang menguat terbatas. Namun, pergerakan pasar saham domestik tetap dibayangi tekanan eksternal dan domestik, mulai dari pelemahan rupiah hingga potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,68% ke level 6.858,90. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar keuangan global dan domestik. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai tekanan terhadap IHSG dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta antisipasi pasar terhadap hasil rebalancing indeks MSCI. “IHSG ditutup melemah seiring pelemahan rupiah ke level terendah baru dan antisipasi penurunan bobot oleh MSCI,” ujarnya. Selain itu, kenaikan yield Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun turut memberikan tekanan terhadap pasar saham domestik. “Kenaikan yield SUN ke level 6,72% merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir, dipicu oleh kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran pelebaran defisit APBN,” jelasnya. Tekanan terhadap rupiah juga masih berlanjut hingga menyentuh level Rp17.525 per dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Alrich menilai kenaikan yield obligasi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami negara lain seperti AS dan Inggris. Secara teknikal, ia memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area support yang lebih rendah. “IHSG berpotensi menguji level 6.700-6.750. Namun, jika mampu bertahan di atas level tersebut, terbuka peluang technical rebound ke area 6.900,” tambahnya. Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG masih sesuai dengan proyeksi teknikal sebelumnya dan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global. “Investor masih mencermati negosiasi AS-Iran yang belum menemukan titik terang, serta pelemahan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.500 per dolar AS,” ujarnya. Untuk perdagangan Rabu (13/5/2026), Herditya memperkirakan IHSG memiliki peluang menguat secara terbatas. “Kami perkirakan IHSG bergerak pada area support 6.815 dan resistance 6.879,” sebutnya. Dari sisi sentimen, pelaku pasar juga akan menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, hasil rebalancing indeks MSCI turut menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi arus dana asing di pasar saham Indonesia. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan Rabu (13/5/2026) antara lain saham BIRD di rentang Rp1.605-Rp1.680, ISAT di kisaran Rp2.370-Rp2.410, serta MINA pada level Rp414-Rp474.

Sumber
:
Berita Terkait
IHSG Langsung Ngebut Naik 22,7 Poin ke Level 6.407,428 Pagi Ini
IHSG Terkoreksi ke 6.349, Pasar Awas RDG BI & Aturan Baru Saham Rp 1
Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Koreksi dengan Support di 6.370 dan Resistance 6.406
IHSG Melemah 17,64 Poin Masih Bersandar di Level 6.423,51 Siang Ini
IHSG Dibuka Melemah 23,43 Poin, Hanya 4 Indeks Sektoral yang Selamat ke Zona Hijau
Analis Pasar: Besok, IHSG Memiliki Level Support di 6.371 dan 6.290