Sabtu, 07 November 2026

Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS

Mhd Rabbani - Jumat, 18 September 2026 16:50 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terjatuh di Zona Merah Ditutup di Level Rp17.758 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah
Topikseru.com, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (18/9/2026) nilai tukar rupiah di pasar spot berbalik arah dan akhirnya ditutup di zona merah Diketahui, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.758 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,03% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.753 per dolar AS. Ini adalah pelemahan rupiah dalam tujuh sesi berturut-turut. Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan yen Jepang anjlok 1,03%. Disusul, won Korea Selatan yang tertekan 0,29%. Baca Juga: Saranacentral Bajatama (BAJA) Terbitkan 900 Juta Saham, Harga Rights Issue Rp 500 Selanjutnya ada dolar Singapura terkoreksi 0,1% dan peso Filipina ditutup tergelincir 0,05%. Lalu ada baht Thailand yang melemah 0,04%. Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,44%. Berikutnya, dolar Taiwan yang ditutup melonjak 0,22% serta yuan China terkerek 0,11%. Diikuti, rupee India yang naik 0,04%. Kemudian, dolar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,02% terhadap the greenback pada sore ini.

Nilai Tukar Rupiah Masih Perkasa di Level Rp17.743 per Dolar AS Siang Ini

Pada perdagangan Jumat (18/9/2026) siang nilai tukar rupiah spot ada di level Rp 17.743 per dolar Amerika Serikat (AS). Diketahui nilai tukar rupiah masih menguat 0,06% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.753 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS siang ini. Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar yakni 0,48%, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,31%, rupee India menguat 0,18%. Yuan China menguat 0,12%, peso Filipina menguat 0,07%, rupiah menguat -0,06%, dolar Hong Hong menguat 0,01% dan baht Thailand menguat 0,01% terhadap dolar AS. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS siang ini. Yen Jepang melemah 0,70%, won Korea melemah 0,31% dan dolar Singapura melemah 0,008%. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 100,22, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 100,24.

Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,16% Berdiri Tegar di Level Rp17.729 per Dolar AS

Pada perdagangan Jumat (18/9/2026) nilai tukar rupiah dibuka menguat berada di level Rp 17.729 per dolar Amerika Serikat (AS). Di mana nilai tukar rupiah menguat 0,16% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.753 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Selain itu, Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar yakni 0,47%, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,34%, peso Filipina menguat 0,19%, rupiah menguat 0,16%. Kemudian, Yuan China menguat 0,09%, baht Thailand menguat 0,02%, dan dolar Hong Kong yang menguat 0,02% terhadap dolar AS. Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea melemah 0,36%, yen Jepang melemah 0,21% dan dolar Singapura melemah 0,02% terhadap dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 100,21, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 100,24.

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Masih Bergerak Fluktuatif Cenderung Melemah Terbatas

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (17/9/2026), rupiah pasar spot ditutup melemah 57 poin atau 0,32% ke level Rp 17.753 per dolar AS dari penutupan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (18/9/2026) nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas akibat tekanan imbal hasil aset dolar Amerika Serikat (AS) serta dinamika geopolitik global. Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia mencatat rupiah melemah 0,23% ke posisi Rp 17.753 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya di Rp 17.712 per dolar AS. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai pelemahan rupiah pada Kamis (17/9/2026) terutama dipicu oleh penyesuaian pasar (repricing) atas keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan FOMC sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Penyesuaian kebijakan bank sentral AS tersebut mendorong penataan ulang portofolio investor, di samping dampak penahanan harga minyak mentah Brent di pasar global. Untuk perdagangan Jumat (18/9/2026), pergerakan rupiah akan diwarnai oleh campuran sentimen global dan domestik. Menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, dari sisi eksternal pasar merespons pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang mengisyaratkan potensi pengetatan lebih lanjut demi menekan inflasi, serta perkembangan dialog antara AS dan Houthi Yaman yang membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan. Sementara itu, Syafruddin mencermati pergerakan yield US Treasury tenor 10 tahun di kisaran 5% dan melandainya harga minyak Brent di kisaran US$104 per barel sebagai penentu arah arus modal. Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti komitmen Menteri Keuangan Suhasil dalam menjaga APBN serta sinyal bertahannya BI-Rate pada level 5,75% menjelang Rapat Dewan Gubernur. Sementara itu, Syafruddin menambahkan bahwa langkah preemptif Bank Indonesia yang telah menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin dinilai efektif dalam menjaga kecukupan likuiditas valas dan cadangan devisa nasional di level US$146,5 miliar. Syafruddin menjelaskan bahwa arah nilai tukar rupiah hari ini sangat bergantung pada pergerakan pasar obligasi AS dan komoditas. "Jika yield AS turun dan minyak melanjutkan koreksi, rupiah berpeluang stabil," kata Syafruddin. Hal Senada, Ibrahim menilai perbaikan arus modal asing dan disiplin fiskal memperkuat posisi tawar rupiah di tengah tekanan eksternal. "Fundamental makroekonomi yang perlahan mengeras turut menjadi tameng bagi BI," ujar Ibrahim. Untuk Jumat (18/9/2026), Syafruddin memproyeksikan rupiah bergerak pada skenario dasar Rp 17.720–Rp 17.800 per dolar AS. Sementara itu, Ibrahim mengestimasi rupiah akan berfluktuasi, namun ditutup melemah di rentang Rp 17.750–Rp 17.790 per dolar AS.  

Sumber
:
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,16% Dibuka di Level Rp17.876 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.840-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Masih Loyo Tersungkur di Level Rp 17.827 per Dolar AS Siang Ini
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,12% Terseret di Level Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Bergerak dalam Rentang Rp17.600-Rp17.900 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,83% Selama Sepekan, Inilah Prediksi Pekan Depan