Sabtu, 31 Oktober 2026

Le Minerale Diboikot Usai Logo Muncul di Deklarasi Sumpah Pemuda, Ini Klarifikasinya

Muchlis - Sabtu, 31 Oktober 2026 04:51 WIB
Le Minerale Diboikot Usai Logo Muncul di Deklarasi Sumpah Pemuda, Ini Klarifikasinya
Klarifikasi Le Minerale terkait kemunculan logo pada water barrier dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI.

Topikseru.com - Merek air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale menjadi sorotan di media sosial setelah logonya muncul dalam dokumentasi Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Kemunculan logo tersebut memicu reaksi sejumlah warganet. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan dugaan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut, bahkan menyerukan boikot terhadap produk Le Minerale.

Polemik ini berkembang menjadi persoalan reputasi merek bagi perusahaan yang berada di bawah naungan Mayora Indah tersebut.

Baca Juga:

Di tengah cepatnya penyebaran informasi digital, keberadaan identitas sebuah merek dalam kegiatan yang menuai kontroversi dapat memunculkan persepsi publik, meskipun keterlibatan perusahaan belum terbukti.

Merespons situasi tersebut, Le Minerale akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya, @le_mineraleid.

Perusahaan secara tegas membantah menjadi sponsor maupun terlibat dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

"Menanggapi informasi yang beredar di media sosial, Le Minerale menegaskan bahwa kami tidak menjadi sponsor, tidak terlibat, maupun memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap aksi tersebut," tulis perusahaan, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Le Minerale Ungkap Alasan Logonya Muncul di Bundaran HI

Dalam penjelasannya, Le Minerale menyebut kemunculan logo perusahaan dalam dokumentasi yang beredar berkaitan dengan penggunaan fasilitas pengaturan lalu lintas.

Perusahaan menjelaskan identitas merek tersebut terlihat pada water barrier atau pembatas jalan yang ditempatkan di lokasi kegiatan.

Menurut perusahaan, fasilitas tersebut berfungsi sebagai sarana pengaturan lalu lintas dan bukan merupakan bagian dari kerja sama sponsorship kegiatan.

"Logo Le Minerale berada pada water barrier atau pembatas jalan yang berfungsi sebagai fasilitas pengaturan lalu lintas, dan bukan sebagai sponsorship kegiatan," jelas perusahaan.

Le Minerale menegaskan keberadaan logo pada fasilitas tersebut tidak dapat diartikan sebagai bentuk dukungan terhadap deklarasi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI.

Klarifikasi ini sekaligus menjadi respons perusahaan terhadap berbagai asumsi yang berkembang setelah foto dan video kegiatan menyebar di media sosial.

Seruan Boikot Menguji Reputasi Merek Le Minerale

Polemik yang menyeret Le Minerale memperlihatkan bagaimana persepsi konsumen dapat berkembang cepat melalui media sosial.

Seruan boikot yang muncul setelah dokumentasi kegiatan beredar menunjukkan bahwa persoalan komunikasi perusahaan tidak selalu berkaitan dengan kualitas produk atau harga. Identitas merek yang muncul dalam suatu peristiwa juga dapat memengaruhi persepsi sebagian konsumen.

Dalam situasi seperti ini, klarifikasi menjadi salah satu langkah komunikasi perusahaan untuk menjelaskan posisi dan membatasi berkembangnya informasi yang keliru.

Namun, penjelasan perusahaan tidak serta-merta menghilangkan perbedaan pandangan di ruang publik. Respons konsumen terhadap klarifikasi tersebut akan turut menentukan bagaimana polemik ini berkembang selanjutnya.

Bagi industri barang konsumsi, khususnya air minum dalam kemasan, kepercayaan konsumen merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan antara merek dan pasar.

Perusahaan Berharap Polemik Tidak Berkembang Menjadi Kesalahpahaman

Le Minerale menyatakan memahami kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya dokumentasi yang memperlihatkan logo perusahaan dalam kegiatan tersebut.

Karena itu, perusahaan memilih menyampaikan penjelasan terbuka mengenai konteks kemunculan identitas mereknya.

"Pernyataan resmi ini kami sampaikan untuk memberikan kejelasan dan mencegah kesalahpahaman di masyarakat," tandas perusahaan.

Dengan klarifikasi tersebut, Le Minerale berharap masyarakat dapat membedakan antara keberadaan logo pada fasilitas publik dan keterlibatan perusahaan sebagai sponsor sebuah kegiatan.

Hingga kini, polemik tersebut menjadi perhatian di media sosial. Perkembangan respons publik terhadap klarifikasi perusahaan akan menjadi bagian penting dalam melihat bagaimana reputasi merek Le Minerale menghadapi kontroversi ini.

Editor
: Agus Supratman
Berita Terkait
Demo Sumpah Pemuda Memanas, Sejumlah Mahasiswa Pingsan saat Desak-desakan dengan Aparat
Massa Demo Tembus Barikade, Istana Buka Pintu Dialog
Demo Mahasiswa di Bundaran HI Memanas, Gas Air Mata Diduga Ditembakkan Usai Tameng Polisi Hilang
Enam Aktivis Greenpeace Dievakuasi dari Monas? Ini Fakta Aksi di Bundaran HI
Greenpeace Bentang Spanduk Kritik di Bundaran HI, Aparat Turunkan Aksi Enam Aktivis